Sukses

Hasil Rapid Test, 300 Tenaga Medis dan Non Medis RSHS Negatif COVID-19

Liputan6.com, Bandung - Sebanyak 300 orang tenaga medis dan non medis Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menjalani rapid test Corona. Hasil pemeriksaan menyatakan mereka negatif terjangkit COVID-19.

Menurut Direktur Medik, Keperawatan, dan Penunjang RSHS Nucki Nursjamsi Hidajat, tes massal ini diikuti para tenaga kesehatan di ring 1, seperti dokter penyakit dalam, anastesi, THT, anak, dan para perawat di ruang isolasi dan intensif serta tenaga kesehatan lainnya.

Selain mereka, para petugas administrasi, driver, cleaning service, dan satpam yang berada di ring 1 penanganan COVID-19 di RSHS pun menjalani rapid test. 

Rapid test ini memeriksa protein sebagai istilahnya antibodi di orang yang sudah terpapar virus. Bisa positif kalau sudah terpapar, di atas biasanya tujuh hari. Kalau masih satu dua hari bisa menimbulkan negatif palsu,” kata Nucki di RSHS, Bandung, Kamis, 26 Maret 2020.

2 dari 3 halaman

Rapid Test untuk Tenaga Kesehatan

Nucki menjelaskan mengenai prosedur menjalani test ini. Menurut dia, petugas hanya mengambil darah dari jari tangan menggunakan alat rapid test, lalu menunggu sekitar 15 menit. Hasilnya langsung diketahui apakah negatif atau positif.

Nucki mengatakan cara dirasa cukup untuk skrining awal dan menekan penyebaran COVID-19.

 

 

3 dari 3 halaman

Bedanya Rapid Test dan Tes Swab

Nukci menerangkan perbedaan rapid test dengan tes swab di Litbangkes Kementerian Kesehatan yang menggunakan metode PCR. Tes swab merupakan pemeriksaan yang paling akurat dengan pengambilan apus di permukaan langit-langit atas. Dan, hasilnya diakui oleh Nucki, cukup akurat untuk mengetahui kondisi paparan virus SARS-CoV-2.

“Sebanyak 350 tes kit telah diserahkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat kepada RS Hasan Sadikin untuk menjalani rapid tes ini,” Nucki menjelaskan.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan rawat inap isolasi pasien dengan pengawasan (PDP) COVID-19 yang semakin tinggi, RSHS sedang melakukan persiapan untuk membuka pelayanan rawat inap untuk sekitar 200 tempat tidur serta 22 tempat tidur untuk kasus berat.

Namun, untuk kasus berat belum dapat terealisasi karena masih menunggu bantuan ventilator sebanyak enam sampai tujuh unit.

Loading
Artikel Selanjutnya
3 Cara Berobat ke Wisma Atlet, RS Darurat Corona COVID-19 di Indonesia
Artikel Selanjutnya
Inovasi RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Bakal Diduplikasi ke Daerah Lain