Sukses

4 Aktivitas yang Berisiko Seseorang Terinfeksi Hantavirus

Liputan6.com, Jakarta Infeksi hantavirus, yang dikenal dengan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) rupanya dapat terpapar kepada manusia melalui sejumlah aktivitas. Kemunculan hantavirus di Tiongkok ditularkan lewat tikus, baik urine dan kotoran tikus.

Virus hanta bercampur dengan udara, lalu dihirup manusia dapat berujung fatal dan menyerang sistem pernapasan.

Gejala awal infeksi hantavirus, termasuk kelelahan, demam, dan nyeri otot, terutama pada kelompok otot besar (paha, pinggul, punggung, bahu). Selain itu, rasa sakit kepala, pusing, kedinginan, dan masalah perut, seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut dapat dirasakan.

Data Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat menyebut, beberapa kegiatan yang membuat manusia berisiko kena hantavirus.

2 dari 3 halaman

Bersih-bersih Rumah

1. Membersihkan bangunan yang tidak atau jarang digunakan

Membersihkan loteng, gudang, dan bangunan di luar rumah, misal lumbung, garasi, dan gudang berisiko potensial terinfeksi hantavirus. Apalagi bila Anda tinggal di daerah pedesaan dengan hutan yang masih ada. Tikus pun mudah berkembang biak.

2. Bersih-bersih rumah

Bersih-bersih di dalam dan di sekitar rumah Anda sendiri dapat membahayakan bila hewan pengerat telah menjadikannya sarang mereka juga. Cuaca yang dingin membuat hewan pengerat ini tergerak mencari ruangan yang hangat. Rumah pun jadi sasarannya.

3 dari 3 halaman

Konstruksi - Berkemah

3. Pekerjaan konstruksi

Pekerja konstruksi, utilitas, dan pengontrol hama dapat terpapar ketika mereka bekerja di ruang yang butuh merangkak. Contohnya, basement atau di bangunan kosong yang mungkin memiliki populasi hewan pengerat.

4. Berkemah dan jalan kaki

Orang yang hobi berkemah dan pejalan kaki juga dapat terpapar hantavirus. Terlebih lagi mereka menggunakan tempat perlindungan atau kamp, yang ternyata menjadi habitat hewan pengerat.

Peluang terkena hantavirus terbesar meliputi orang bekerja, bermain, atau tinggal di ruang tertutup. Pada kondisi itu, tikus hidup secara aktif. Namun, hasil penelitian baru-baru ini menunjukkan, banyak orang yang didera HPS akibat terus menerus kontak dengan tikus dan/atau kotorannya.

Selain itu, ada juga orang yang kena HPS melaporkan, mereka merasa tidak terkontak dengan tikus atau kotorannya.

Oleh karena itu, jika Anda tinggal di daerah dengan hewan pengerat, lakukan tindakan pencegahan meski tidak melihat hewan pengerat atau kotorannya. Anda bisa menutup lubang, celah-celah, dan menaruh jebakan tikus.

Loading
Artikel Selanjutnya
Dokter Jantung Vito Damay Bagi Tips Jaga Imunitas untuk Cegah COVID-19
Artikel Selanjutnya
7 Langkah Kurangi Stres Selama Pandemi Corona