Sukses

Klarifikasi Rumah Sakit Terkait Video Viral PDP Corona COVID-19 Tanpa Pengawasan

Liputan6.com, Jakarta Perempuan dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona COVID-19 putuskan untuk mengisolasi diri. Setelah videonya viral, beberapa tanggapan pun muncul termasuk dari Juru Bicara COVID-19 Achamad Yurianto dan pihak rumah sakit bersangkutan.

Suami dari PDP yang mengaku dibiarkan mencari rumah sakit rujukan sendiri angkat bicara. Melalui pesan singkat, Ia menyatakan istrinya memang sudah melakukan perjalanan keliling Eropa tertanggal 10 Februari hingga 10 Maret.

Perempuan tersebut mengaku sempat bertemu dengan pasien positif Corona. Setelah pulang ia lolos pemeriksaan di bandara. Lingkup pemeriksaan hanya temperatur, paru-paru, dan beberapa pemeriksaan rutin lainnya, tanpa swab.

Pada 12 Maret ia memutuskan untuk memeriksakan diri di salah satu rumah sakit swasta dan dinyatakan sebagai PDP.

“Setelah diperiksa dan wawancara (bukan pemeriksaan lab) diberitahu bahwa PDP hanya bisa ditangani oleh 4 RS, salah satunya RSPI. Ia diminta untuk segera mencari RS rujukan sendiri. saat itulah ia membuat video tersebut,” kata sang suami melalui pesan singkat melalui WA Gruop Pegiat Cek Fakta.

Dengan menggunakan taksi online, perempuan tersebut menuju RSPI. Ia diperiksa, isolasi sambil menunggu hasil, dan kembali dinyatakan tidak ditemukan indikasi positif. Pemeriksaan tersebut juga tanpa swab.

Pukul 10 malam ia diperbolehkan pulang, namun tetap tidak yakin bahwa ia negatif dan memutuskan mengisolasi diri di rumah.

“Catatannya, sampai saat ini kami tidak tahu status kami sebenarnya apa, tidak ada panggilan untuk diperiksa, tidak ada telpon atau kunjungan dari dinkes, atau apapun yang bisa mengupdate kondisi kami. Utuk kembali berinisiatif cek ke RS rasanya tidak lagi.”

2 dari 3 halaman

Tanggapan Rumah Sakit Terkait

Terkait hal ini, pihak rumah sakit menerbitkan rilis. Mereka memberi tanggapan bahwa perempuan tersebut memang datang ke rumah sakit untuk pemeriksaan Corona COVID-19.

“Saat dilakukan pemeriksaan fisik, pasien tidak demam, tidak tampak sesak, tidak menunjukkan gejala COVID-19 berat dan kondisi pasien baik. Sesuai dengan pedoman Kementrian Kesehatan untuk pasien dengan kondisi tersebut tidak diperlukan tindakan rawat inap. Pasien telah diberikan edukasi bahwa pasien harus melaksanakan isolasi mandiri.”

Rumah sakit tersebut mengaku tidak dapat memenuhi permintaan pasien untuk memeriksa COVID-19 karena tidak adanya fasilitas layaknya RS swasta lain.

“Maka pasien dianjurkan untuk memeriksakan diri secara mandiri ke RS Rujukan yang mempunyai fasilitas pemeriksaan COVID-19, dalam hal ini RSPI Sulianti Saroso.”

3 dari 3 halaman

Tanggapan Achmad Yurianto

Menanggapi hal tersebut Juru Bicara Pemerintah Indonesia khusus penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto angkat bicara. Dalam video yang diunggah ke kanal YouTube Deddy Corbuzier, Selasa (17/3/2020) ia berpendapat bahwa rumah sakit tidak membutuhkan fasilitas khusus untuk menangani pasien COVID-19.

"Sebenarnya kalau kita lihat adalah kalau memang dia diyakinkan, rumah sakit itulah yang memintakan spesimennya untuk diperiksa. Kalau seandainya dia positif dengan klinis seperti itu sebenarnya tidak membutuhkan fasilitas yang khusus. Yang penting hanya dipisahkan saja dari pasien yang lain," kata Yurianto.

Ia menambahkan, "Kita menyadari betul bahwa beberapa rumah sakit, dia menjaga citranya dengan jangan sampai ketahuan orang bahwa saya merawat COVID-19."