Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Studi: Punya Banyak Pasangan Seksual Tingkatkan Risiko Kanker

Liputan6.com, Jakarta Memiliki banyak pasangan seksual meningkatkan risiko terkena kanker. Temuan ini terungkap dalam sebuah studi yang baru-baru ini dipublikasikan.

Dalam sebuah studi di Inggris, para peneliti menemukan bahwa mereka yang memiliki hingga 10 atau lebih pasangan seksual berisiko lebih besar didiagnosis menderita kanker ketimbang mereka yang kurang aktif secara seksual.

Bagi wanita, mereka yang memiliki banyak pasangan seksual berisiko hingga dua kali lipat terkena kanker dibanding yang memiliki satu pasangan. Sementara itu, pria yang memiliki banyak pasangan seks memiliki risiko 57 hingga hampir 70 persen dibandingkan yang memiliki satu pasangan saja.

Dilansir dari Webmd pada Minggu (16/2/2020), salah satu penulis studi Lee Smith dari Cambridge Centre for Sport and Exercise Sciences di Anglia Ruskin University mengatakan, hal ini menegaskan bahwa beberapa penyakit menular seksual tertentu bisa menyebabkan kanker. Mereka yang sering bergonta-ganti pasangan, lebih rentan mengalami masalah tersebut.

"Memang, jumlah pasangan seksual yang lebih tinggi berarti potensi paparan infeksi menular seksual (IMS) juga lebih besar," kata Smith.

2 dari 3 halaman

Terkait IMS dan Gaya Hidup

Smith menambahkan, risiko ini lebih besar pada wanita ketimbang pria. Kemungkinan, hal itu dikarenakan adanya kaitan yang lebih besar antara infeksi menular tertentu dengan kanker pada wanita, misalnya HPV dan kanker serviks.

Selain IMS, peningkatan risiko juga terkait dengan gaya hidup berisiko lainnya.

"Dalam penelitian kami, mereka yang memiliki lebih banyak pasangan seksual lebih cenderung merokok dan sering mengonsumsi alkohol, perilaku yang diketahui terkait dengan risiko kanker," kata Smith.

Adapun, temuan ini didapatkan berdasarkan pengumpulan data dari sekitar 5.700 peserta. Mereka mendapatkan pertanyaan tentang jumlah pasangan seksual selama hidup, serta laporan mandiri diagnosis kanker yang didapatkannya.

Studi ini diterbitkan dalam jurnal BMJ Sexual & Reproductive Health pada 13 Februari lalu.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Loading