Sukses

Bersiap Hadapi Virus Corona Baru, RS Hasan Sadikin Siagakan Puluhan Ruang Isolasi

Liputan6.com, Bandung - Guna mengantisipasi kemungkinan masyarakat terpapar virus corona jenis baru asal Wuhan, China, Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menyediakan fasilitas isolasi. Unit tersebut terdiri dari 33 ruang isolasi inspeksi, 5 ruang infeksi khusus dan 30 infeksi umum.

Menurut Direktur Utama RSHS Bandung, Nina Susana Dewi, rumah sakit yang dipimpinnya merupakan rujukan untuk penderita yang terpapar virus corona. Nina menyebutkan otoritasnya telah berkoordinasi bersama pihak bandara dan stasiun di seluruh Jawa Barat untuk menindaklanjuti ketika ada pasien yang terjangkit.

"Di bagian instalasi gawat darurat (IGD) sudah ada lima tempat lainnya yang nantinya bisa digunakan. RSHS telah mempersiapkan fasilitas pendukung untuk pasien yang tengah terjangkit virus baik corona maupun bukan. Kami memang sudah menyiapkan semuanya," kata Nina di RS Hasan Sadikin ditulis Health-Liputan6.com, Bandung, Sabtu, 25 Januari 2020.

Nina mengatakan untuk evakuasi, jalur khusus telah dirancang untuk membawa penderita yang diduga terjangkit virus corona yang berasal dari hewan kelelawar. Nina menerangkan ketika terdapat laporan, baik dari pihak bandara atau stasiun terdapat warga yang terindikasi, maka RSHS akan menurunkan mobil ambulance untuk menjemputnya.

 

2 dari 2 halaman

Jalur Khusus

Ketika warga terduga terpapar virus SARS baru ini tiba lanjut Nina, petugas medis di RSHS akan menggunakan alur masuk khusus ke ruangan isolasi pemeriksaan pertama di IGD.

"Tidak akan sama dengan pasien pada umumnya. Warga tersebut benar-benar akan dijaga agar virus corona yang menjangkit tidak tersebar ke pasien lainnya. Jadi untuk pasien atau yang menunggu pasien ini bisa aman tidak terkontak," ucap Nina.

Nina berujar untuk ketersediaan obat - obatan, RSHS hanya akan memberikan anti biotik dan vitamin kepada penderita yang diduga terpapar virus corona. Hal itu disebabkan, sampai saat ini belum diketahu obat yang pasti untuk penyakit yang mendapatkan perhatian khsusus dari badan kesehatan dunia, WHO. (Arie Nugraha)

Loading