Sukses

Sertifikasi NKV Pastikan Telur Ayam Bebas Residu Antibiotik

Liputan6.com, Lampung Demi memastikan telur ayam dari peternakan bebas residu antibiotik, pemerintah dapat menerapkan Sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV). Melalui sertifikasi NKV, upaya pembinaan, pengawasan peredaran, dan penggunaan obat hewan pada ternak dapat terkontrol dengan baik.

Sertifikasi NKV ini gencar diterapkan pemerintah Provinsi Lampung terhadap para peternak telur. Di sana, sektor peternakan memanfaatkan Sertifikasi NKV, seperti yang dilakukan Budidaya Unggas Petelur Provinsi Lampung.

“Sertifikat NKV adalah bukti komitmen pemerintah dalam memberikan jaminan keamanan pangan untuk masyarakat. Sampai saat ini, baru ada 45 unit usaha Budidaya peternakan di Indonesia yang sudah bersertifikat NKV," jelas Gubernur Lampung Arinal Djuanidi dalam keterangan yang diterima Health Liputan6.com, ditulis Rabu (27/11/2019).

"Dan 14 unit (30 persen) diantaranya dimanfaatkan Budidaya Unggas Petelur di Provinsi Lampung.”

NKV adalah sertifikat sah terpenuhinya persyaratan hygiene sanitasi sebagai kelayakan dasar jaminan keamanan pangan asal hewan.  Artinya, produk telur yang dihasilkan peternakan sudah terjamin keamanannya untuk dikonsumsi masyarakat.

2 dari 3 halaman

Produk Peternakan yang Sehat

Penerapan sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner adalah sebagai upaya mengendalikan penggunaan antibiotik pada hewan ternak.

Di sektor peternakan, resistensi antimikroba, yang mana bakteri kebal terhadap antibiotik tidak hanya mengancam keberlangsungan kemampuan dalam mengendalikan penyakit infeksi pada ternak. Akan tetapi, ikut mengancam keberlangsungan ketahanan pangan, yakni keberlangsungan produktivitas sektor peternakan dalam menyediakan sumber pangan hewani bagi masyarakat.

"Yang pasti, melalui sertifikasi NKV, kami berupaya menghasilkan produk peternakan, terutama telur yang sehat, bebas residu antibiotik, bebas Salmonella, dan lain-lain,” tambah Arinal.

Para peternak juga perlu menerapkan praktik-praktik peternakan yang baik (good farming practices), pencegahan, dan pengendalian infeksi (infection prevention and control).

Menurut Team Leader FAO ECTAD James McGrane, pemberian vaksinasi secara tepat kepada ternak dan zona peternakan yang bersih bisa diterapkan.

"Peternakan terjaga kebersihannya. Ini akan tercipta ternak yang sehat dan tidak mudah terkena penyakit,” ujarnya.  

 

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
KLHK Bentuk Tim Khusus Teliti Isu Telur Tercemar Dioksin di Jawa Timur
Artikel Selanjutnya
Partikel Sisa Sampah Plastik Ditemukan dalam Telur Ayam di Indonesia