Sukses

Kenapa Usai BAB Terasa Melegakan?

 

Liputan6.com, Jakarta Buang air besar (BAB) tanpa mengeden di pagi hari sungguh melegakan. Muncul perasaan plong lantaran perut terasa lebih ringan.

Dokter penyakit dalam di NYU Longe, Amerika Serikat, Chethan Ramprasad MD pun menjelaskan alasan munculnya perasaan seperti itu setelah BAB di pagi hari.

Setelah makanan yang disantap di malam hari selesai dicerna, usus besar mengalami pembesaran guna menampung kotoran. Begitu pagi muncul, regangan reseptor dari usus mengirimkan sinyal ke otak bahwa sudah waktunya BAB

Namun tidak jarang bagian dalam tubuh malah berkontraksi untuk menahan, yaitu dua sfingter anal. Otot internal yang bisa menahan secara otomatis.

Otot dalam usus juga berkontraksi maju untuk mendorong sisa-sisa pencernaan keluar dan mundur agar air serta nutrisi bisa diserap tubuh. Semua kontraksi ini menyebabkan peningkatan pada perut atau yang dikenal sebagai sakit perut. Yang umumnya kita rasakan adalah ekspansi usus dengan udara atau air atau kotoran.

Saat rasa itu semakin meningkat, reseptor akan mengirimkan sinyal “keluarkan kotoran ini” ke otak. Saat Anda BAB, tekanan pada perut akan berkurang dan reseptor peregangan akan mengendur.

Pelepasan ketegangan tersebut dasarnya terasa enak. Walaupun bagi beberapa orang, tekanan perut ini tidak hilang. Alhasil, timbul bakteri usus yang memproduksi gas, bisa karena diet Anda atau karena adanya enzim usus yang spesifik.

 

2 dari 2 halaman

Enak Setelah BAB

Anus memiliki sejumlah saraf yang dapat mendeteksi dan membedakan antara gas, cairan, dan benda padat (kotoran).

 

Saraf vagus mengirimkan sinyal rasa enak tersebut ke otak. Fungsi yang membuat tubuh Anda rileks. Dan, sebagian besar digerakkan oleh saraf vagus, salah satu saraf terbesar dalam tubuh manusia yang mengendalikan sebagian besar usus.

Selagi Anda BAB, saraf ini mentransmisi sensasi rasa puas karena tekanan perut berkurang. Otak seringkali menerjemahkan sinyal dari saraf sebagai rasa nyaman, dan diasosiasikan dengan BAB. Stimulasi saraf vagus melalui BAB dapat menurunkan detak jantung dan tekanan darah sesaat.

Saraf pudendal juga bisa berperan. Saraf juga menyediakan informasi indrawi dari anus ke otak Anda. Uniknya, saraf ini juga terdapat di clitoris dan penis. 

Walaupun ini belum dipelajari secara formal, beberapa ilmuwan mengusulkan bahwa saraf pudendal bisa berkontribusi ke BAB yang menyenangkan. Karena sering membawa perasaan senang.

 

Penulis : Selma Vandika

Loading
Artikel Selanjutnya
Beda Frekuensi BAB pada Bayi dan Anak
Artikel Selanjutnya
Rentan Sembelit, Travel Blogger Awan Yulianto Bocorkan Tips agar Tak Sulit BAB