Sukses

Pantai di Pakistan Ditutup Akibat Tercemar Limbah Medis

Liputan6.com, Jakarta Sebuah pantai di Karachi, Pakistan ditutup usai ditemukannya berbagai limbah medis di tempat itu. Paling tidak, benda-benda seperti jarum suntik dan tabung darah ditemukan di pantai Clifton.

Kondisi ini diungkap pertama kali oleh Shaniera Akram, seorang istri dari atlet kriket Pakistan, Wasim Akram di media sosial Twitternya. Dalam akun tersebut, dia merekam keadaan pantai yang dipenuhi dengan limbah medis dan sampah lainnya.

"Pantai ini beracun bagi kehidupan dan dalam keadaan darurat," kata Akram seperti dikutip dari Gulf News pada Jumat (6/9/2019).

Hal itu membuatnya memperingatkan warga lain agar tidak pergi ke pantai itu. Akram mengatakan setidaknya ada lebih dari empat lusin jarum suntik yang ditemukannya.

"Saya sudah berjalan di pantai ini setiap hari selama empat tahun terakhir dan tidak pernah merasa takut sampai hari ini," katanya seperti dikutip dari BBC.

2 dari 4 halaman

Pemerintah Diminta Tak Abai

Pakar iklim dan air Imran Khalid mengatakan bahwa pengabaian negara terhadap peraturan lingkungan membuat pembuangan limbah dari kota menjadi berbahaya dan tidak diolah. Hal itu membuat pantai menjadi terkontaminasi.

Maka dari itu, pemerintah setempat diminta mulai terlibat dalam pembersihan pantai, serta mengatur pembuangan limbah.

"Evaluasi bahan limbah untuk mengidentifikasi asal dan pemantauan terus menerus dari pantai, untuk mencegah pembuangan limbah berbahaya lebih lanjut," kata Khalid.

Aktivis lingkungan Maryam shabbir mengatakan bahwa ketiadaan sistem pembuangan sampah yang tepat dan aman di negara tersebut, menjadi ancaman bagi kesehatan manusia dan satwa liar.

3 dari 4 halaman

Membahayakan Kesehatan

Mohammad Moazzam Khan, penasehat teknis World Wildlife Fund (WWF) mengemukakan bahwa ada kemungkinan, limbah tersebut juga terbawa ke pantai karena cuaca di Karachi.

"Tampaknya limbah yang ditemukan di pantai pada dasarnya berasal dari tempat pembuangan sampah yang tersapu ke laut karena hujan lebat yang melanda Karachi selama beberapa minggu terakhir," kata Khan.

Usai viral, pemerintah setempat segera menutup pantai yang terdampak sampah tersebut. Tanggapan dari masyarakat juga diharapkan Akram, mendorong pihak berwenang untuk bertindak.

"Saya senang mendapat respon atas apa yang saya lakukan. Saya berharap ini bisa menjadi sesuatu yang positif," katanya.

4 dari 4 halaman

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Pakistan Sekali Lagi Minta Indonesia Bawa Isu Kashmir ke Sidang DK PBB
Artikel Selanjutnya
Sengketa Kashmir, Pakistan: Ini Bukan Lagi Isu Bilateral, tapi Internasional