Sukses

Tak Cuma Kayu Bajakah, Ada 10 Tanaman yang Berpotensi Jadi Obat Kanker

Liputan6.com, Jakarta Kayu Bajakah sedang ramai diperbincangkan setelah dua siswi di Palangka Raya, Kalimantan Tengah menemukan bahwa tanaman tersebut bisa menyembuhkan kanker. Meski begitu, banyak kritik yang mengarah pada studi tersebut.

Beberapa pakar berpendapat bahwa kayu Bajakah belum bisa disebut mampu menyembuhkan kanker jika hanya berdasarkan testimoni dan masih membutuhkan penelitian lanjutan. Di sisi lain, apresiasi bermunculan pada temuan tersebut.

Potensi obat kanker sesungguhnya sudah ditemukan di beberapa tanaman yang ada di Indonesia. Walaupun belum bisa dianggap menyembuhkan, tetapi penelitian membuktikan mereka bisa melawan sel-sel kanker.

Mengutip laman resmi Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Kamis (15/8/2019), seorang Guru Besar ITB di bidang kefarmasian, Prof. I Ketut Adnyana, menyebutkan ada 10 tanaman yang berpotensi sebagai obat kanker. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Pleno Forum Guru Besar ITB yang membahas tentang "Masa Depan Obat Herbal Sebagai Terapi Alternatif Kanker" yang dilaksanakan pada Jumat, 28 September 2018.

2 dari 4 halaman

10 Tanaman Potensial

Dalam pemaparannya, Ketut mengungkapkan bahwa 10 tanaman tersebut sudah teruji secara ilmiah memiliki senyawa aktif yang bisa membunuh sel kanker.

Mereka adalah tapak dara, taxol, lempuyang wangi, temu kunci, melinjo atau tangkil, daun sirsak, bawang tiwai, keladi tikus, biji dari buah anggur, dan propolis dari lebah madu.

"Saya sangat yakin dengan potensi obat herbal Indonesia, karena kita punya banyak bahan potensial," kata Ketut pada saat itu.

Ketut menjelaskan bahwa dari uji kandungan senyawa aktif, uji tingkat sel, uji hewan percobaan, dan uji langsung pada pasien kanker, mereka benar-benar bisa membunuh sel kanker serta menekan aktivitas sel kanker.

3 dari 4 halaman

Daun Sirsak dan Melinjo

Beberapa tanaman juga sesungguhnya sudah banyak digunakan di masyarakat. Daun sirsak salah satunya. Ketut mengatakan bahwa daun sirsak mengandung tamoxifen, senyawa aktif dalam tanaman itu yang baik untuk menekan sel kanker.

Tanaman lain yang sudah banyak diolah di masyarakat lainnya adalah melinjo.

"Bahan ini (melinjo) banyak kita punya di Indonesia, tepatnya biasa kita olah sebagai emping," kata Ketut.

Dia menjelaskan, biji melinjo memiliki kandungan senyawa aktif yang bisa menekan pertumbuhan sel kanker yaitu gnetin C dan trans-resveratrol.

Ketut juga mengatakan bahwa perlu ada sumber daya manusia yang bisa melihat jauh ke depan agar penggunaan obat herbal tidak hanya sebagai alternatif saja. Dia menambahkan, dibutuhkan regulasi tentang penggunaan obat herbal agar masyarakat tidak lagi disesatkan oleh informasi yang salah.

4 dari 4 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

Loading