Sukses

Anak Juga Bisa Stres, Ini Cara Orangtua Mengatasinya

Liputan6.com, Bandung Siapa bilang anak-anak bebas dari stres? Sama seperti orang dewasa anak-anak juga bisa stres. Mulai dari  jadwal harian yang terlalu padat, persaingan di sekolah, hidup yang tergesa-gesa, masalah di rumah, berita yang mengerikan, dan orang tua yang stres hanya sebagian dari hal-hal yang bisa menyebabkan anak tertekan. 

Menurut psikolog anak yang merupakan Co-Founder Children Cafe Nuri Indira Dewi, orangtua harus menemukan solusi yang tepat bagi sang buah hati.

"Seperti kita, anak juga butuh waktu yang berkualitas untuk memulihkan dirinya dari tekanan yang dihadapi atau tuntutan sehari-hari terutama di hari-hari mereka bersekolah. Nah, akhir pekan atau weekend selalu jadi kesempatan baik untuk meredakan ketegangan mereka sekaligus mengembalikan energi yang terkuras akibat masalah dan penyebab stres tersebut," kata Nuri di Bandung ditulis Sabtu (23/3/2019).

Pada akhir pekan, banyak aktivitas yang dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan  dengan riang gembira tanpa harus merogoh ongkos yang besar. Selain me-restart ulang energi anak, juga meningkatkan keintiman dengan orang tua.

Terdapat beberapa aktivitas yang dapat dipilih untuk anak di akhir pekan. Hal itu disesuaikan dengan rentang usia mereka.

Usia 1-3 tahun

Untuk usia 1-3 tahun, anak senang sekali mengeksplorasi lingkungan dan memanipulasi obyek apapun yang ada disekitarnya. Sehingga hampir semua obyek bisa dijadikan sarana bermain bagi mereka. Contoh yang mudah yakni berkebun, bermain air dengan menyiram tanaman, atau bermain warna dengan membuat cap tangan atau kaki di selembar kain kanvas.

"Selain menyenangkan, kegiatan-kegiatan ini juga menstimulasi indera dan meningkatkan inisiatif," ujar Nuri.

 

 

Usia 3-6 tahun

Sementara anak di usia 3-6 tahun, suka meniru apa yang kita lakukan dan mulai mengembangkan hubungan sosial dengan anak-anak lain. Kegiatan memasak bersama bisa jadi sesuatu yang menyenangkan bagi mereka.

Bahkan, berdandan bersama ibu juga dapat dilakukan oleh anak perempuan. Untuk anak laki-laki, kita bisa mengajaknya 'membangun' ruang kokpit pesawat dan berperan menjadi pilot atau membuat kapal-kapalan dari tumpukan bantal dan menjadi bajak laut. 

"Untuk kegiatan diluar rumah, kita bisa mengajak anak berjalan-jalan di lingkungan sekitar rumah dan biarkan ia bermain dengan anak-anak lainnya," jelas Nuri.

 

Usia 6-11 tahun

Nuri mengatakan di usia 6-11 tahun pada umumnya semakin banyak hal yang ingin diketahui oleh kelompok anak-anak usia ini. Mengajak mereka ke taman bacaan atau perpustakaan umum dapat meningkatkan kegemaran membaca dan membuka wawasan mereka. 

Dapat pula, mereka diajak ke tempat-tempat umum yang menarik seperti pasar, kantor pos, museum, stadion olahraga, stasiun, dan lain-lain yang akan memperkaya pengalaman mereka. Selain itu, kegiatan menciptakan sesuatu juga sesuai untuk mereka, misalnya membuat proyek seni atau sains bersama.

 

 

2 dari 2 halaman

Remaja

 

"Beda halnya bagi anak usia 12-18 tahun atau remaja. Biasanya punya kegiatan sendiri untuk mengisi weekend bersama teman-temannya," tukas Nuri.

Namun ada baiknya meluangkan waktu minimal dua kali per bulan untuk mengajak mereka berakhir pekan bersama keluarga. Tanyakan pada remaja apa yang ingin mereka lakukan dan jangan ragu untuk bergabung, misalnya menonton film terbaru, berkaraoke bersama atau ikut melakukan hobi mereka, misalnya bermain musik. 

Tentu saja seluruh kegiatan tersebut juga dapat dilakukan dirumah dalam suasana yang lebih akrab dan hangat. Masih banyak lagi kegiatan akhir pekan yang bisa dilakukan. Tentunya dengan tetap mempertimbangkan usia dan minat mereka. 

Loading