Sukses

Tak Baik Untuk Kesehatan, 7 Makanan Ini Perlu Dikurangi Saat Menginjak Usia 30 Tahun

Liputan6.com, Jakarta Makanan ibarat bahan bakar bagi tubuh manusia. Di usia yang semakin dewasa, Anda membutuhkan bahan bakar yang baik untuk tubuh. Dengan memilih makanan yang tepat Anda akan memiliki jantung, sendi, pinggang yang lebih sehat. Selain itu mengurangi beberapa bahan makanan yang memicu berbagai gangguan kesehatan akan membuat Anda memiliki umur yang panjang.

Pada usia 30an kemampuan metabolisme Anda akan berkurang. Proses penuaan juga akan berlangsung mulai pada usia 30an. Anda mungkin menganggap osteoporosis sebagai penyakit untuk lanjut usia, tetapi tahukah Anda bahwa penyakit ini dimulai pada usia 30 tahun?

Diusia 30an penting untuk Anda dalam memilih makanan. Makanan juga memiliki andil dalam proses penuaan. Memilih nutrisi yang tepat dapat memperlambat penuaan Anda dan memperpanjang umur anda.

Ada beberapa makanan yang perlu Anda kurangi konsumsinya. Anda tak perlu berhenti mengkonsumsinya secara keseluruhan. Anda cukup mengurangi takaran konsumsinya. Dengan begitu Anda tetap dapat makan enak dan sehat.

Berikut 7 bahan makanan yang perlu anda kurangi konsumsinya saat Anda memasuki usia kepala 3. Informasi ini Liputan6.com rangkum dari Nutritionexp, Kamis(7/2/2019).

2 dari 6 halaman

Gula dan Pemanis Buatan

Saat metabolisme melambat, kemampuan untuk memproses gula juga mulai berkurang. Tubuh Anda menyimpan semua kalori ekstra itu di pinggul, perut, dan area penyimpanan lemak lainnya.

Gula yang berlebihan menyebabkan resistensi insulin yang dapat mempengaruhi infertilitas. Gula dapat mempercepat keriput dan kulit kendur. Gula memang sulit untuk dihindari. Anda cukup mengurangi konsumsi gula setiap harinya.

Selain gula, penting juga untuk menghindari Pemanis buatan. Penggunaan pemanis buatan dapat menyebabkan respons insulin yang buruk dan kadar glukosa meningkat. Pemanis buatan juga berkontribusi pada penyimpanan lemak, sindrom metabolik, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular.

3 dari 6 halaman

Kafein dan Minuman Bersoda

Kafein dan Krimer

Kafein akan memberi efek besar pada kualitas tidur Anda. Kafein akan menyebabkan penuaan dini pada tubuh Anda. Hal ini dikarenakan tidur Anda akan berkurang akibat efek dari kafein, kurang tidur dapat menghambat regenerasi sel pada tubuh.

Krimer terbuat dari lemak trans. Lemak trans memiliki efek keras pada jantung, sendi, fungsi otak, dan hormon.

Selain itu, krimer bisa menghasilkan warna putih dari titanium dioksida. Bahan ini dapat Anda temukan di tabir surya, dan itu menyebabkan kerusakan hati dan jaringan.

Minuman Bersoda

Beberapa minuman bersoda mengandung Minyak Nabati Brominasi atau Brominated Vegatable Oil (BVO). Bahan ini merupakan minyak yang mengandung senyawa kimia yang dapat meracuni tubuh. BVO biasanya juga digunakan sebagai penyedap rasa.

BVO dapat menyebabkan kehilangan memori, masalah saraf, dan peradangan internal. Jika Anda memiliki masalah tiroid atau kesuburan Anda perlu mengurangi konsumsi bahan yang mengandung BVO.

4 dari 6 halaman

Tepung Putih dan Aneka Minyak

Tepung Putih

Tepung putih masuk pada daftar makanan yang perlu Anda kurangi di usia 30an. Tubuh Anda mengubah tepung putih menjadi glukosa. Glukosa sangat mudah disimpan sebagai lemak. Tepung putih memiliki kandungan serat rendah karena telah melalui berbagai macam proses pengolahan.

Anda dapat mengganti makanan berbahan dasar tepung putih dengan makanan dengan bahan gandum. Gandum utuh dan roti gandum juga memiliki cita rasa yang tak kalah dengan tepung putih.

Aneka Minyak

Minyak ini meliputi minyak terhidrogenasi dan lemak trans. Mengoleskan margarin pada roti gandum tidak terlalu baik untuk Anda yang menginjak usia 30an. Minyak nabati yang terhidrogenasi akan tetap terhidrogenasi di hati Anda. Hal ini akan menyebabkan peradangan kronis.

Bagi pria, lemak trans dapat menyebabkan penurunan kesuburan. Mereka juga dapat mengganggu hormon dan dapat menurunkan daya ingat dan fungsi otak. Konsumsilah sedikit mentega dan gorengan, tak perlu berlebihan.

5 dari 6 halaman

Daging olahan dan Makanan Kaleng

Daging olahan seperti nugget, daging kaleng, dan daging yang dikemas lainnya mengandung senyawa nitrat. Nitrat memang bisa membuat daging olahan terlihat lebih menggugah selera.

Namun, nitrat merupakan bahan kimia penyebab kanker di tubuh Anda. Hindari daging olahan dengan nitrat, bahkan nitrat organik. Daging olahan sangat tinggi natrium dan lemak jenuh.

Makanan kaleng memiliki sedikit kandungan serat dan akan sia-sia jika terserap tubuh. Meski praktis, makanan kaleng juga banyak mengandung MSG.

6 dari 6 halaman

Garam

Garam banyak digunakan untuk meningkatkan rasa, hampir setiap makanan kaleng atau olahan mengandung banyak garam. Semua orang membutuhkan garam pada tubuhnya. Anda tak perlu berhenti mengomsumsi garam.

Anda cukup mengurangi jumlah garam yang Anda konsumsi setiap harinya. Tak perlu terlalu banyak garam pada masakan Anda. Sodium dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko stroke.

Hindari mengonsumsi secara berlebihan garam, gula, tepung putih, soda, dan minyak sayur terhidrogenasi parsial untuk menjaga tubuh Anda tetap sehat dan kuat.

Loading
Artikel Selanjutnya
Rajin Olahraga dan Tak Pernah Merokok, Matt Meninggal Tak Lama Usai Didiagnosis Leukemia
Artikel Selanjutnya
Malas Repot, Tempat Ini Tawarkan Gaya Hidup Organik untuk Semua Kalangan