Perut Tetap Rata, Remaja Ini Ternyata Hamil 9 Bulan

Umumnya wanita hamil yang telah memasuki trimester kedua dan ketiga akan berperut buncit. Tapi tidak demikian halnya dengan seorang remaja asal Inggris, Saffron Heffer.

Diterbitkan 22 Desember 2018, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Umumnya wanita hamil yang telah memasuki trimester kedua dan ketiga akan berperut buncit. Tapi tidak demikian halnya dengan seorang remaja asal Inggris, Saffron Heffer. Perutnya tetap terlihat rata dan dia pun sama sekali tak menyadari tengah mengandung.

Saffron tak tahu dirinya hamil hingga ibunya menyarankan untuk melakukan tes kehamilan karena melihat garis aneh di perutnya. Hasil tes menunjukkan Saffron mengandung 37 minggu (9 bulan) lalu melahirkan putranya enam minggu kemudian.

Selain perutnya tak tampak buncit, gadis 18 tahun itu pun tak menunjukkan tanda-tanda lain layaknya orang hamil. Dia bahkan masih rutin berkunjung ke gym dan membuat kulitnya lebih cokelat dengan sun beds.

"Ini mengejutkan buat semua orang. Ibuku sama terkejutnya denganku. Sementara aku tak tahu sedang hamil, aku tetap pergi ke gym dan membuat kulit tanning dengan sun beds," cerita Saffron.

Hari itu Saffron tetap ke gym, melakukan sit up dengan ibunya. "Kami tertawa karena perutku terlihat masuk dalam bentuk segitiga yang lucu," ujarnya.

 

Saksikan juga video berikut ini:

 

Melahirkan bayi laki-laki

Rupanya posisi janin yang dikandung oleh Saffron terbalik di dalam perutnya. Melansir laman Daily Star, Sabtu (22/12/2018) kebetulan Saffron sempat berswafoto sebelum mengetahui dia hamil. Kondisinya perutnya menjadi normal setelah posisi bayi diperbaiki.

Saffron melahirkan seorang bayi laki-laki sehat pada 3 Juni 2018. Bayi itu diberi nama Oscar.

"Pada akhirnya aku mendapatkan buncit karena hamil. Aku menemui bidan dan dia memutar posisi janin. Perutku kemudian membesar," Saffron mengisahkan.

Uniknya, bukan cuma posisi janin yang mendesak masuk, Saffron juga tak merasakan tanda-tanda kehamilan umum seperti mual. Dia hanya merasa lesu selama berbulan-bulan. Dokter mengatakan dia terkena anemia dan defisiensi vitamin D serta B12.

Karena kondisi itu berlangsung cukup lama tanpa perubahan, Saffron pun kemudian menolak obat yang harus diminumnya. Alih-alih bertambah, berat badannya malah turun. Saffron sama sekali tak tahu apa yang terjadi pada dirinya.

Menyoal ngidam, Saffron memang menginginkan makanan tertentu seperti es krim, selada, serta stroberi. Dia hanya tak menyadari bahwa itu bagian dari ngidam.