Sukses

Isi Burger Vegan Ini Rasanya Mirip Daging Sungguhan

Liputan6.com, California, Amerika Serikat Kabar baik buat para vegan, kini sudah ada isi burger yang terbuat dari tanaman. Tanaman yang dipilih bukan tanaman biasa, melainkan tanaman yang kaya protein. Burger terasa terasa juicy (berair) dan legit.

Pembuatan burger tanaman dilakukan di Beyond Meat R & D, El Segundo, California, Amerika Serikat. Teknik sains berhasil menciptakan isian burger yang berasal dari tanaman layaknya daging. Bahkan, rasa burger ini tak kalah menakjubkan dan sangat lezat.

Tanaman yang digunakan untuk membuat burger adalah bit. Tekstur bit diteliti dari serat dan lemak. Hal ini agar terlihat mirip dengan serat pada daging. Seluruh bit dimasukkan ke mesin micron untuk dibentuk isi burger. Ilmuwan menggunakan mikroskop level tinggi unutuk melihat serat pada bit.

Proses pembuatannya dilakukan di laboratorium menggunakan bit sebagai warna yang mirip daging. Warna daging bit yang akan dibentuk burger terlihat nyata seperti daging di burger pada umumnya.

"Keitka dimasak, warna bit akan berubah menjadi cokelat. Sebelumnya, warna bit dikentalkan terlebih dahulu sehingga warnanya lebih jelas. Kami menggunakan bit yang bisa dibeli di pasar maupun supermarket," jelas kepala peneliti laboratorium analis Beyond Meat’s, Parker Lee dalam sebuah video unggahan pembuatan burger tanaman di Insider, Jumat (16/11/2018).

 

 

Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Bantuan teknologi sains

Berkat ilmu dan teknologi sains, daging burger yang berasal dari tanaman menghasilkan rasa yang mirip daging sesungguhnya. Peneliti Julie Wushensky mengatakan, protein yang ada di dalam daging berasal dari kacang polong.

Burger tanaman dimasak menggunakan minyak kelapa. Untuk membuat daging burger terasa juicy, kentang tumbuk menjadi bahan pelengkap. Mesin 'Meat X-Ray' bertugas mengolah daging.

Ada juga teknologi 'E- Nose' untuk mendeteksi molekul yang ada dalam binatang dan tanaman sehingga membuatnya seperti daging. Ilmuwan mengindentifikasi molekul pada tanaman. Kemudian membuatnya menjadi 'daging beraroma dan berasa.'

Direktur Daniel Ryan memyampaikan, ada empat subkomponen cairan untuk menentukan rasa daging. Proses identifikasi menggunakan 'E-Nose.'

"Anda bisa mengunakan tes strip dan merasakan aroma satu per satu cairan. Saat menciumnya, bayangkan kalau aroma itu dikombinasikan dengam steak atau bumbu daging lain," kata Daniel.

Mesin 'E -Mouth' juga digunakan untuk cek kekenyalan dan rasa daging.