Sukses

Vaksin Terbukti 100 Persen Ampuh Tangkal Kanker Kulit Melanoma

Liputan6.com, Jakarta Sebuah uji coba vaksin kanker terbaru menunjukkan tingkat keberhasilan hingga 100 persen. Angka tersebut dilihat dari penelitian yang dilakukan pada tikus dengan melanoma agresif.

Melansir New York Post pada Rabu (12/9/2018), para peneliti di Scripps Research Institute di La Jolla dan University of Texas, Dallas, Amerika Serikat melakukan penelitian pada tikus yang menderita melanoma. Mereka memberikan obat imunoterapi kanker yang disebut anti-PD-L1, yang mencegah sel-sel tumor menyerang sistem kekebalan tubuh.

Studi tersebut juga menemukan bahwa tikus yang diberikan Diprovocim, senyawa kimia yang dimaksudkan untuk menempa sistem kekebalan, memiliki tingkat kelangsungan hidup hingga 100 persen.

Selain itu, upaya untuk mengembangkan kembali tumor kanker pada tikus yang divaksinasi tersebut gagal.

Para peneliti menyatakan bahwa temuan itu memerlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan efektif atau tidaknya terhadap manusia.

"Sama seperti vaksin yang dapat melatih tubuh untuk melawan patogen eksternal, vaksin ini melatih sistem kekebalan untuk mengejar tumor," tulis ahli kimia dalam penelitian tersebut dalam pernyataannya.

"Terapi ini menghasilkan respon yang lengkap, respon kuratif, dalam pengobatan melanoma," tambah pernyataan tersebut.

Saksikan juga video menarik berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

Paparan Radiasi Ultraviolet

Menurut American Cancer Society, lebih dari sembilan ribu orang meninggal akibat melanoma setiap tahunnya. Hal itu menyumbang sekitar satu persen dari diagnosa kanker kulit di AS.

Mengutip dari Mayo Clinic, kanker kulit melanoma sendiri berkembang dalam sel (melanosit) yang menghasilkan melanin, pigmen yang memberikan warna kulit Anda.

Belum jelas penyebab sesungguhnya dari kanker kulit ini. Namun, paparan radiasi ultraviolet dari sinar matahari meningkatkan risiko berkembangnya melanoma. Membatasi ekspos terhadap hal tersebut dapat mengurangi risikonya.

Kanker ini sesungguhnya bisa diobati apabila terdeteksi secara dini.

Artikel Selanjutnya
Kenali Tanda Tahi Lalat yang Bisa Jadi Kanker Kulit
Artikel Selanjutnya
5 Faktor yang Pengaruhi Risiko Kanker Kulit