Sukses

Kelelahan, BJ Habibie Istirahat di RSPAD Gatot Subroto

Liputan6.com, Jakarta Sudah tujuh hari BJ Habibie dirawat di Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Subroto (RSPAD), Jakarta Pusat, karena kelelahan. Habibie mendapat perawatan sejak Jumat, 24 Agustus 2018 lalu.

Putra sulung Habibie, Ilham Akbar Habibie, mengonfirmasi kabar tersebut. "Sampai saat ini dokter masih menyarankan Bapak tetap dalam perawatan supaya bisa istirahat total,"ujarnya dalam keterangan pers yang dirilis The Habibie Center, diterima Health-Liputan6.com, Kamis (30/8/2018).

Ilham mengatakan sang ayah tidak dalam kondisi kritis atau penyakit tertentu, melainkan hanya beristirahat. "Tidak ada kondisi yang kritis atau penyakit tertentu, tapi memang diperlukan istirahat total,"ucapnya.

Dia menyampaikan, pihak keluarga sangat berterima kasih atas perhatian dan doa masyarakat bagi BJ Habibie. Dan berharap, masyarakat terus mendoakan kesembuhan bagi sang ayah sehingga bisa beraktivitas kembali.

Namun, Ilham meminta agar masyarat tidak menjenguk BJ Habibie untuk sementara waktu agar sang ayah bisa benar-benar beristirahat dan memulihkan kesehatan.

"Kami mohon maaf jika ada yang berkeinginan membesuk Bapak, untuk sementara tim dokter tidak memperbolehkan. Mohon doanya agar Bapak bisa segera pulih dan bisa bertemu kembali dengan masyarakat di berbagai kegiatan publiknya," cap Ilham.

Dalam beberapa hari terakhir, beberapa tokoh telah menjenguk BJ Habibie. Pada 27 Agustus lalu, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri membesuk BJ Habibie. Lalu hari ini, Megawati Soekarnoputri bersama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto serta Wakil Sekjen PDIP Eriko Sutarduga menyambangi Habibie pada pukul 14.00 WIB. Eriko mengatakan, kondisi Habibie telah membaik.

 

Saksikan juga video berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

BJ Habibie pernah mengalami kebocoran klep jantung

Awal Maret 2018, menyeruak kabar BJ Habibie tengah sakit di Jerman. Sekretaris pribadi Habibie, Rubijanto mengatakan, Habibie dirawat di Rumah Sakit Klinik Starnberg, Jerman karena mengalami kebocoran klep jantung.

Kala itu, Rubjanto menjelaskan, kondisi Habibie memburuk setelah kesulitan bernapas pada 27 Februari 2018. Hasil pemeriksaan dokter, klep jantung Habibie bocor sehingga mengakibatkan air menumpuk di paru-paru hingga 1,5 liter.

Dokter menyarankan agar Habibie menjalani operasi jantung. Saran itu ditolak, Habibie memilih penanganan dengan metode yang lebih canggih yakni dengan pemasangan MitraClip.

Loading
Artikel Selanjutnya
Ketua MPR: SBY dan Habibie Tidak Hadir Sidang Tahunan karena Alasan Kesehatan
Artikel Selanjutnya
Mereka yang Menerima Amnesti dari Presiden Sukarno hingga Jokowi