Sukses

Sejarah Baru bagi Bengkulu Bila Paskibraka Ini Jadi Tim Pengibar Bendera Pusaka

Liputan6.com, Jakarta Babogi Ikalawang akan mencatat sejarah baru bagi Bengkulu jika Paskibraka ini terpilih masuk dalam kelompok 8 sebagai tim pengibar.

Dari catatan Diary Paskibraka, sudah dua tahun berturut-turut anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dari Bengkulu yang dikirim ke tingkat nasional ditempatkan pelatih di kelompok inti.

Ilham Massaid yang merupakan Paskibraka 2016 dari tim Bima mengemban tanggung jawab sebagai Komandan Kelompok (Danpok) 8 pada upacara penurunan bendera.

Satu tahun kemudian, lagi-lagi pelatih mempercayakan Paskibraka wakil Bengkulu, Rianto Fajriansyah, menjadi pembentang Sang Saka Merah Putih pada upacara di pagi hari.

Alasan lain yang membuat peristiwa ini layak dijadikan "catatan sejarah" karena Ilham, Rianto, dan Babogi berasal dari sekolah yang sama, yaitu SMAN 2 Kota Bengkulu.

 

 

*Update terkini Asian Games 2018 mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga informasi terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Paskibraka terpilih belum diumumkan

Sampai detik ini memang belum diumumkan siapa saja Paskibraka yang terpilih menjadi Pembawa Nampan, Danpok 8, Pembentang, Penggerek, dan Danpok 17.

Namun, berdasarkan pantauan Diary Paskibraka yang mengikuti kegiatan seluruh anggota dari hari pertama pendidikan dan pelatihan di PP-PON Kemenpora Cibubur, Jakarta Timur, Bogi tampak cukup sering dimainkan sebagai tim inti.

"Dibilang lebih dari lima kali, ada, tapi enggak intens. Tidak setiap kali latihan saya berada di kelompok 8 terus. Ada kalanya juga saya berada di kelompok 17," ujar Bogi kepada Diary Paskibraka.

Meskipun saat Gladi Bersih di Istana Negara pada Rabu, 15 Agustus 2018, Paskibraka kelahiran 7 Februari 2002 ini ditugaskan sebagai pembentang untuk upacara penaikan bendera, bukan berarti dia yang akan bertugas nantinya.

"Semua tergantung penilaian pelatih. Saya cuma bisa berusaha, berdoa, dan menyerahkan semuanya kepada Allah," ujar Bogi.

"Kalau memang rezeki saya, berarti saya kembali membanggakan Bengkulu, dan sekolah saya," kata dia menekankan.

3 dari 3 halaman

Dilatih kakak kelas

Sebelum berangkat ke Jakarta, Rianto mengungkapkan pernah melatih Bogi sebanyak beberapa kali.

"Dia dilatih fisik dan PBB. Itu memang fokus saya. Kalau skill tidak terlalu saya latih karena pasti adanya perubahan di nasional. Walaupun perubahan itu hanya sedikit, biar dia berlatih di sana saja," ujar Rianto.

Selama melatih Bogi, Rianto jarang melihat maupun mendengar juniornya itu mengeluh. "Yang saya lihat anaknya semangat banget," kata dia.

Tidak jauh berbeda, Ilham Massaid pun mengungkapkan hal serupa. Ilham pada tahun ini memang tidak turun melatih, hanya sebatas mengawasi. Tapi apa yang dia lihat sama persis dengan yang Rianto katakan.

"Bogi itu junior saya yang pintar. Di sekolah saja dia masuk kelas unggulan. Dia juga anak silat," kata Ilham.

Ilham percaya dan yakin bahwa Bogi bisa menyerap semua materi yang diberikan pelatih dengan cepat, sehingga bisa menampilkan yang terbaik.

"Kalau dia terpilih, amin. Anaknya cepat menyerap dan mencerna sesuatu. Jadi, tidak alasan buat tidak percaya sama dia," kata Ilham.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS