Sukses

Bukannya Langsing, Ini Risiko Jika Remaja Dipaksa Diet

Liputan6.com, Jakarta Orang dewasa yang ditekan oleh orangtuanya ketika remaja untuk diet, ternyata memiliki risiko obesitas lebih tinggi.

Dikutip dari Indiatimes, Jumat (9/3/2018), hal ini dikemukakan dalam sebuah penelitian baru-baru ini.

Selain obesitas, orang dengan kasus semacam ini juga memiliki risiko gangguan makan yang lebih tinggi, dibanding dengan mereka yang tidak pernah dipaksa untuk diet.

Tidak hanya itu. Mereka yang dipaksa untuk diet ketat di masa remaja, cenderung melakukan hal tersebut kepada anak mereka.

"Ketika remaja didorong untuk diet oleh orangtua mereka, mereka cenderung kelebihan berat badan, memiliki perilaku kontrol berat badan yang tidak sehat, dan memiliki kepuasan tubuh rendah saat dewasa," kata pimpinan dalam studi ini, Jerica Berge, dari University of Minnesota Medical School, Amerika Serikat.

"Hasil ini menunjukkan bahwa sebuah pola yang diciptakan, akan berpindah dari suatu generasi ke generasi berikutnya," kata Berge.

 

Simak juga video menarik berikut ini:

 

 

1 dari 3 halaman

Tularkan Kebiasaan Memaksakan Diet

Dalam studi tersebut, remaja perempuan dari rumah tangga berpendapatan rendah, kelebihan berat badan, dan bukan kulit putih, cenderung mengalami perilaku diet karena orang tua mereka.

Peserta penelitian yang sudah dewasa dan dipaksa diet, 25 persen lebih rentan mengalami kelebihan berat badan. Sementara, 37 persen cenderung mengalami obesitas, dibanding orang dewasa yang tidak tertekan saat menurunkan berat badan selama masa remaja.

Peserta yang merupakan orangtua dan dipaksa diet selama remaja, 50 persen cenderung melakukan hal yang sama pada anak-anak mereka.

Keluarga dengan orang yang terpaksa diet, akan cenderung saling menggoda tentang berat badan, atau terang-terangan tentang berat badan mereka.

 

2 dari 3 halaman

Senjata Makan Tuan

Studi ini menjadi bukti, bahwa apa yang dilakukan orangtua kepada anak-anak agar lebih kurus, bisa menjadi senjata makan tuan bagi mereka.

Hal ini dikatakan Katherine Bauer, spesialis gizi di University of Michigan School of Public Health, Amerika Serikat.

"Banyak orang, dewasa maupun remaja, ingin makan lebih sehat dan mencapai berat badan ideal. Namun, pencapaian ini sulit jika ada banyak informasi yang salah tentang nutrisi di luar sana, dan banyaknya paksaan untuk diet dengan cepat," kata Bauer.

Dia menambahkan, di masyarakat yang fokus pada berat badan seperti sekarang, mudah sekali untuk terjebak soal berat badan dan makanan.

Artikel Selanjutnya
Perut Nyaris Menyentuh Tanah, Wanita Ini Jalani Diet Ekstra Ketat
Artikel Selanjutnya
Brandon Salim Masih Getol Diet dan Lompat Tali Usai Ditolak Mentah-Mentah