Sukses

10 Pemahaman soal Kontrasepsi yang Masih Sering Jadi Kontroversi

Liputan6.com, Jakarta Jumlah populasi penduduk di Indonesia saat ini terbilang padat. Salah satu solusi untuk mengatasi angka kelahiran hidup di negeri ini yaitu dengan sosialisasi alat-alat kontrasepsi.

Terutama bagi ibu yang baru melahirkan, penggunaan kontrasepsi sangat dianjurkan untuk memberi jarak kelahiran, selain memberi waktu organ wanita kembali pulih. Namun, di antara pengguna kontrasepsi, sering terjadi kesalahpahaman atau mitos tentang kontrasepsi.

Berikut adalah beberapa pemikiran mitos tentang kontrasepsi, dikutip dari laman WebMD, Minggu, (28/01/2018).

1. Selama menyusui, saya tidak akan hamil

Faktanya, menyusui memang menunda ovulasi. Namun tak ada jaminan untuk tidak akan hamil kembali. Ovulasi bisa saja terjadi bahkan saat wanita sedang menyusui.

Oleh sebab itu, ibu menyusui harus menggunakan alat kontrasepsi jika dia ingin menjaga jarak dari kehamilan selanjutnya.

2. Saya tak akan hamil jika tidak mengalami orgasme

Kenyataannya, kehamilan terjadi saat sperma dari pria membuahi sel telur dari wanita. Sehingga tidak perlu orgasme untuk bisa hamil. Seorang wanita usia subur biasanya melepaskan sel telur setiap bulannya sebagai bagian dari siklus haidnya yang biasa (disebut ovulasi).

Kehamilan tetap akan terjadi, baik ketika wanita tersebut berhubungan seks atau orgasme.

3. Saya tidak akan hamil jika melakukan douche setelah berhubungan seks

Douching bukan metode kontrasepsi efektif. Setelah ejakulasi, sperma masuk ke serviks dan berada di luar jangkauan larutan douching.

 

Simak juga video menarik berikut :

1 dari 3 halaman

4. Saya tak butuh kontrasepsi karena hanya berhubungan seks selama waktu 'aman'

Karena waktu subur hanya satu hari dalam sebulan. Mitos seperti ini kemungkinan besar timbul dari kurangnya pemahaman tentang siklus haid. Ada empat hormon utama (zat kimia yang merangsang atau mengatur aktivitas sel atau organ) yang terlibat dalam siklus menstruasi: hormon perangsang folikel (FSH), hormon luteinizing (LH), estrogen, dan progesteron.

Keseimbangan hormon ini mengatur ovulasi, dan jika sel telur tidak dibuahi, menstruasi terjadi. Sementara siklus wanita sering kali kurang teratur, keseimbangan hormon ini dapat terganggu oleh berbagai faktor, termasuk usia, berat badan, stres, obat-obatan, dan lain-lain.

Oleh karena itu, menunjukkan dengan tepat waktu ovulasi dan memprediksi hari "aman" bisa menjadi sulit. Pasangan yang sukses dengan metode ritme kontrasepsi harus hati-hati memantau siklus menstruasi wanita dan mengevaluasi gejala ovulasi, serta faktor eksternal lain.

5. Saya tidak akan hamil jika kita berhubungan seks berdiri atau jika posisi saya di atas

Beberapa orang percaya bahwa berhubungan seks di posisi tertentu, seperti berdiri, akan memaksa sperma keluar dari vagina wanita. Sebenarnya, posisi saat berhubungan seks tidak ada hubungannya dengan apakah pemupukan terjadi atau tidak.

Saat pria berejakulasi, sperma tetap mengendap di dalam vagina. Sehingga, sperma secara alami akan mulai bergerak ke atas melalui kanal serviks segera setelah ejakulasi.

6. Bisa menggunakan bungkus plastik atau balon jika Anda tidak memiliki kondom

Bungkus plastik dan balon tak bagus digunakan sebagai kondom. Mereka tidak pas dengan baik dan mudah robek saat berhubungan seks.

Kondom secara khusus dibuat untuk memberikan perlindungan yang baik selama berhubungan seks. Kondom benar-benar telah diuji untuk efektivitas maksimum.

2 dari 3 halaman

7. Jika pasangan berhenti sebelum dia berejakulasi, tidak akan membuat hamil

Pria yang menarik diri sebelum berejakulasi, dikenal sebagai metode senggama terputus, bukanlah metode kontrasepsi yang mudah. Pasalnya, beberapa ejakulasi (cairan yang mengandung sperma) bisa dilepaskan sebelum pria tersebut benar-benar mencapai klimaks.

Selain itu, beberapa pria mungkin tidak memiliki kemauan atau mampu menarik diri pada waktunya.

8. Saya tidak akan hamil karena ini pertama kalinya saya berhubungan seks

Seorang wanita bisa hamil setiap saat ovulasi terjadi, bahkan jika itu adalah pertama kalinya berhubungan seks.

9. Saya tak akan hamil jika saya mandi setelah berhubungan seks, atau jika buang air kecil setelah berhubungan seks

Mencuci atau buang air kecil setelah bercinta tidak akan menghentikan sperma yang sudah masuk rahim melalui serviks.

10. Pil selalu efektif segera setelah Anda mulai meminumnya

Beberapa wanita, satu siklus haid lengkap diperlukan dalam kontrasepsi oral untuk bekerja dengan hormon alami sebagai pencegah ovulasi.

Beberapa dokter biasanya akan menyarankan untuk menggunakan back-up kontrsepsi pada bulan pertama penggunaan pil.

Artikel Selanjutnya
Bocah SD Hamili Siswi SMP, Orangtua Seharusnya Awasi Pergaulan Anak
Artikel Selanjutnya
Tak Hanya Istri, Suami Juga Bisa Kehilangan Gairah Seks