Sukses

Ratusan Mama-mama Padati GOR Asmat Ikuti Penyuluhan

Liputan6.com, Asmat  

Lebih dari 200 ibu menyusui dan ibu hamil memadati Sarana Gedung Olah Raga Agats, Kab. Asmat, Papua bersama anak-anak balita mereka, Sabtu (20/1). Sarana GOR yang bertempat di Jl. Dolog, Agats memang menjadi tempat Penyuluhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dilakukan oleh Puskesmas Agats setiap bulannya.

Menurut Kawurni, Bidan yang bertugas di Puskesmas Agats, Asmat  kegiatan 1000 HPK tidak hanya diikuti oleh ibu-ibu hamil dan ibu-ibu dengan Balita di Agats, tapi juga dari distrik atau kampung di sekitar Agats, seperti Kampung Syuru, Kaye, Atswetsi, Bintang Laut, Dolok, Cemnes, dan Mbait.

Berbeda dengan kegiatan 1000 HPK di bulan-bulan biasanya, pada kegiatan kali ini para ibu-ibu Asmat mendapatkan penyuluhan tambahan dari dr. Tansya Sushan, Sp.OG dari Dinkes Timika dan dr. Ratri, Sp.GK terkait pentingnya jarak kehamilan untuk memenuhi hak anak memperoleh gizi dan nutrisi yang optimal.

Pada kesempatan tersebut dr. Tansya, Sp.OG menyampaikan bahwa memberi jarak kehamilan sangat penting agar ibu dan anak mendapat nutrisi yang optimal di 1000 HPK, yaitu sejak 9 bulan di dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun.

"Ibu tidak hanya berbagi nutrisi kepada bayi yang disusui tapi juga kepada bayi yang dikandung," katanya menjelaskan tentang kondisi yang terjadi pada ibu jika ibu sudah kembali hamil saat ibu masih menyusui.

1 dari 2 halaman

Potensi meninggal

Dokter Tansya menambahkan bahwa rata-rata ibu yang hamil lebih dari lima kali memiliki potensi perdarahan hingga risiko meninggal. Terlebih jika ibu hamil juga ikut bekerja membantu suami mencari ikan di laut atau kepiting di hutan bakau seperti yang terjadi di wilayah Asmat.

1000 HPK juga merupakan pondasi awal seorang anak untuk menjalani kehidupan berikutnya yang sering disebut dengan istilah Golden Period atau Periode Emas.

"Jadi mulai harus diperhatikan sejak ibunya hamil dengan imunisasi TT dilanjutkan imunisasi dasar sejak anak dilahirkan," tambah Bidan Kawurni mendukung apa yang disampaikan dr. Tansya.

Setelah mendapatkan penyuluhan tentang 1000 HPK dari dr. Tansya, Sp.OG, para bayi dan Balita yang datang bersama para ibu mereka menjalani pengukuran tinggi dan berat bedan oleh dr. Ratri, Sp.GK. dan tim kesehatan Puskesmas Agats. Kegiatan penyuluhan ini diakhiri dengan pemberian bubur kacang hijau sebagai makanan tambahan bagi Balita dan ibu hamil. Pertemuan 1000 HPK ini diharapkan menjadi salah satu sarana membangun kesadaran orang tua untuk lebih memperhatikan jarak kehamilan dan kelahiran agar hak anak untuk mendapat gizi yang sesuai terpenuhi.

  • Gizi buruk atau yang dikenal sebagai kwashiorkor dalam dunia medis, merupakan salah satu bentuk malnutrisi.
    Gizi Buruk
  • Campak adalah infeksi yang disebabkan oleh virus. Gejala campak berupa ruam merah pada seluruh tubuh yang disertai demam, batuk, dan pilek.
    Campak
  • Asmat
Artikel Selanjutnya
Puluhan Warga Bogor Keracunan Usai Santap Keong Sawah saat Buka Puasa
Artikel Selanjutnya
Alami Gizi Buruk, Kondisi Balita Marsya Tinggal Tulang Berbungkus Kulit