Sukses

Bio Farma Bakal Produksi Serum Anti-Difteri

Liputan6.com, Jakarta Perusahaan vaksin milik negara PT Bio Farma bakal memproduksi serum anti-difteri (anti-diphtheria serum/ADS). Bila sudah jadi, Indonesia tidak perlu lagi mengimpor serum yang amat dibutuhkan pasien difteri dengan harga mahal.

"ADS masih impor, tapi kami sedang kembangkan sendiri. Mudah-mudahan akhir tahun ini atau tahun depan produk kami sudah jadi," tutur Direktur Utama PT Bio Farma, Juliman, di Jakarta ditulis Sabtu (13/1/2018).

Bila sudah ada, harga ADS bisa jauh lebih murah. Sekitar seperempat dari harga ADS sekarang yang berkisar Rp 2 juta lebih.

Satu lagi keuntungan Indonesia bila bisa memproduksi ADS, yakni bisa mandiri alias tidak ketergantungan produksi ADS negara lain.

"Negara lain belum tentu bisa menyediakan, karena kasus difteri juga ada di India, Yaman, Bangladesh. Jadi, semua butuh (serum anti-difteri)," tutur Jaliman.

1 dari 2 halaman

Pentingnya serum anti-difteri

Selain antibiotik, pengobatan pasien difteri tak bisa lepas dari serum anti-difteri atau ADS.

"Toksin (bakteri penyebab difteri yang ada di tubuh) ditenangkan oleh serum anti-difteri," kata Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek dalam kesempatan yang sama dengan Juliman.

Terkait kasus KLB difteri 2017, Indonesia sudah meminta bantuan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Dan sudah mendapatkan 700 vial ADS dari India. Menurut Nila, jumlah pasokan ADS yang kini ada di Indonesia sudah cukup.

  • Difteri merupakan penyakit infeksi akut yang sangat menular dan bisa mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.
    Difteri
  • ads
Artikel Selanjutnya
Akuisisi Tiga Rumah Sakit, Kimia Farma Siapkan Belanja Modal Rp 3,5 Triliun
Artikel Selanjutnya
Dongkrak Pendapatan, Pindad Serius Garap Bisnis Alat Pertanian