Sukses

10 Alasan Bayi Menangis dan Cara Menenangkan dengan Cepat

Liputan6.com, Jakarta Bayi bisa sangat menjengkelkan karena kemampuan mereka menangis tanpa alasan. Akan tetapi, biasanya ada satu akar penyebab.

Di sinilah Amy Spangler, Presiden BabyGooroo.com dan mantan Presiden Asosiasi Konsultan Laktasi Internasional (ILCA) memberi saran untuk membantu ibu baru menenangkan bayinya.

Menurut Spangler, setidaknya ada 50 alasan bayi menangis. Semuanya dinilai berdasarkan teriakan yang bervariasi dalam intensitas dan nada tertentu.

Namun, menurutnya ada 10 penyebab yang paling sering dialami bayi dan cara terbaik untuk menenangkannya. Berikut ulasannya, seperti dikutip Huffingtonpost, Kamis (19/10/2017):

1. “Saya kesepian”

Bayi bisa sering menangis karena ingin dipeluk dan bermain bersama. Mereka berkembang dengan stimulasi sensoris yang bisa diberikan melalui sentuhan, berbicara, dan berpelukan.

2. “Saya lapar”

Anda dapat mencegah penyebab umum menangis ini dengan melihat isyarat kelaparan awal, seperti peregangan atau menggeliat atau gerakan mulut, mengisap jari atau tinju. Jadi, jangan menunggu bayi Anda menangis.

3. “Saya perlu bersendawa”

Menangis setelah menyusui bisa menjadi pertanda bahwa bayi perlu bersendawa. Beberapa bayi (terutama bayi yang diberi susu botol) menelan udara saat mereka makan. Anda bisa membantunya bersendawa dengan membelai lembut punggungnya.

4. “Saya lelah”

Menangis bisa menjadi tanda bayi kelelahan. Biasanya bayi akan menangis disertai dengan menggosok mata. 

5. "Menyakitkan"

Teriakan keras dan tiba-tiba bisa memberi isyarat kalau dia kesakitan. Hal ini bisa terjadi bila misalnya bayi terlalu banyak bergerak.

6. "Saya kotor"

Menangis bisa menandakan popok basah atau buang air besar. Anda bisa mengurangi tangisan bayi dengan mengganti popoknya secara teratur, misalnya setiap dua atau tiga jam sekali.

7. “Saya sakit”

Bayi Anda tidak bisa memberi tahu Anda apa yang sakit, tapi tangisannya bisa jadi karena ada sesuatu yang tidak beres. Selain memeriksa suhu bayi Anda, perhatikan bahasa tubuhnya. 

8. “Saya mengalami konstipasi”

Pijat lembut, kompres atau mandikan bayi dengan air hangat, membedongnya bisa menenangkan bayi.

9. “Saya sedang tumbuh gigi”

Menangis bisa menjadi tanda bahwa bayi Anda sedang tumbuh gigi. Gigi mungil yang tajam menembus gusi sensitif bisa menyakitkan.

10. “Saya kepanasan atau kedinginan”

Menangis bisa berarti bayi sedang kepanasan atau kedinginan. Pastikan pakaiannya tidak berlebihan dan berikan selimut bila suhu sekitar dingin.