Sukses

KOREKSI FOTO: Tiyo, Bocah Difabel Asal Ciamis Jago Main Gim

Liputan6.com, Jakarta Seorang anak yang terlahir tanpa lengan dan kaki bisa tersenyum bahagia karena dirinya bisa bermain gim playstation dengan menggunakan dagunya untuk mengoperasikan stik.

(Berita ini kembali dipublikasikan oleh liputan6.com karena ada koreksi foto. Foto sebelumnya yang dipakai adalah milik Jefri Tarigan (Barcroft Media). Publikasi ulang ini sebagai bentuk koreksi foto).

Tiyo Satrio bocah asal Jawa Barat, tampil di setiap kesempatan, dan membuktikan kepada teman-temannya kalau dirinya bisa mengikuti pertandingan, dilansir laman Dailymail, KamisĀ (13/7/2016). Sang ibu, Mimi menjelaskan, "Setelah mandi dia bermain sampai guru mengambilnya. Pulang sekolah dia bermain lagi. Setiap hari dia bermain."

Kepala sekolah berkebutuhan khusus mengatakan meskipun Tiyo duduk di kelas dua, tapi ia sudah mampu memecahkan masalah matematika seperti perkalian dan pembagian.

Tidak seperti bocah lainnya yang memiliki masalah ketidaknyamanan-sering tidak pergi keluar karena merasa rendah diri dan cacat fisik. Tiyo meski bergantung pada orang lain untuk membawa atau mendorongnya dengan kursi roda tetapi sifatnya yang optimis juga kerap membuat tertawa teman dan guru, menjadikannya siswa favorit.

Diakui Mimi, selama mengandung dirinya tidak menyadari kondisi anaknya. Setelah lahir, ia pun tidak langsung diberitahu kalau anaknya tidak memiliki lengan dan kaki.

"Bidan mengatakan semuanya normal. Dia mengatakan anak saya baik, normal, sehat. Saya melahirkan di tengah malam, dan diberitahu sore hari berikutnya," cerita Mimi.

Diakuinya pertama kali mendengar berita tersebut, dirinya terkejut tapi dia cepat menyesuaikan dengan kondisi anak. "Saya terkejut. Saya pikir dia akan menjadi normal seperti anak-anak saya yang lain. Dan sekarang saya merasa baik-baik saja."

Sementara, sang ayah, Wawan menjelaskan menjaga Tiyo adalah pekerjaan penuh waktu. Untungnya, Tiyo mampu melakukan beberapa hal seorang diri.

Sekolah SLB Firdaus di mana Tiyo belajar mengambil sebagian beban orangtuanya sehari-hari. Setiap pagi, ia dijemput dan dibawa ke sekolah. Tiyo merupakan siswa pintar untuk bidang matematika, dan agama.