Sukses

Dua Alasan Wanita Enggan Tes IVA Guna Deteksi Dini Kanker Serviks

Liputan6.com, Jakarta Deteksi dini kanker serviks sudah bisa lewat tes Inspeksi Visual Asetat (IVA) yang dilakukan oleh bidan. Sayangnya, masih banyak wanita yang enggan melakukannya karena takut sakit dan malu bila organ genitalnya diperiksa.

"Saat pemeriksaan pada organ genital masih banyak wanita yang merasa malu. Ada juga yang takut nanti bakal sakit. Padahal sama sekali enggak sakit," kata Ketua Bidan Pendidikan Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia, Dr Indra Supradewi.

Hal ini merupakan tantangan bagi bidan. Menurut Indra, penting bagi bidan agar mampu menjelaskan dengan baik pentingnya melakukan tes IVA.

Bahwa tes IVA merupakan cara mendeteksi dini ada tidaknya kanker bahkan lesi prakanker di serviks wanita. Semakin dini diketahui, semakin baik.

Para bidan pun akan menyampaikan bahwa tindakan tersebut mudah dan tidak sakit serta terjaga privasinya.

"Ketika wanita sudah memiliki kepercayaan terhadap bidan tersebut, biasanya para wanita mau melakukan tes IVA," kata Indra lagi usai acara pemberian alat deteksi dini dari PTTEP dengan Dompet Dhuafa kepada bidan inspiratif di Jakarta, Senin (13/3/2017) sore.

Tes IVA merupakan cara sederhana tapi efektif dalam mendeteksi kanker serviks. Bidan akan mengoleskan cairan asam asetat ke area serviks wanita, lalu melihat ada tidaknya perubahan warna.

Bila warna serviks tetap kemerahan artinya sehat. Bila ada titik-titik putih, tanda ada lesi prakanker atau kanker serviks sehingga perlu dirujuk untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

"Bagi wanita yang sudah aktif secara seksual, paling tidak setiap tahun lakukan tes IVA untuk mendeteksi dini kanker serviks. Semakin dini diketahui, semakin baik," katanya.