Sukses

Kenapa ODHA Harus Perhatikan Kesehatan Gigi dan Mulut?

Liputan6.com, Jakarta Orang dengan HIV AIDS (ODHA) rentan mengalami gigi berlubang akibat produksi air liur yang sedikit. Kondisi ini terjadi karena tubuh mereka telah dimasuki obat antivirus yang memengaruhi takaran air liur di mulut.

Maka itu, pemeriksaan rongga mulut secara menyeluruh penting pada setiap tahap dalam pengelolaan infeksi HIV. "Ada juga tampilan yang khas di rongga mulut penyandang HIV AIDS yang harus segera ditangani. Namun, ODHA harus open status agar dokter gigi bisa membantu mereka mendapatkan kesehatan rongga mulut secara spesifik," kata Spesialis Penyakit Mulut dari Difa Oral Health Center Widya Apsari kepada Health Liputan6.com, Sabtu (5/9/2015).

Beragam kondisi di dalam rongga mulut yang terkait dengan HIV AIDS telah dipelajari begitu virus ini ditemukan pada 1981. Penelitian menunjukkan, 70 hingga 90 persen orang dengan HIV akan memiliki setidaknya satu manifestasi di dalam mulut.

Studi dari kedokteran gigi menunjukkan, keberadaan lesi di rongga mulut yang berkaitan dengan HIV menjadi bahan pertimbangan untuk; indikator klinis infeksi HIV pada orang sehat yang belum terdiagnosa, gambaran klinis awal infeksi HIV, penanda klinis untuk klasifikasi dan pemetaan stadium HIV, dan memprediksi perkembangan HIV di dalam tubuh.

"Identitas ODHA yang datang ke Difa Oral Health Center dijamin kerahasiaannya. Kami pun akan memperhatikan faktor-faktor lain seperti sistem imun tubuh dan obat yang mereka konsumsi guna hasil yang lebih maksimal," kata Widya.

Menurut Widya, pemeriksaan rongga mulut secara menyeluruh penting pada setiap tahap dalam pengelolaan infeksi HIV. Selain itu, karena manifestasi dalam rongga mulut adalah tanda klinis yang umum dijumpai pada ODHA baik dewasa maupun anak. Sehingga diagnosa dini dan pengelolaan gambaran tersebut di dalam rongga mulut penting untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV AIDS (ODHA).