Angka Kematian Ibu di Padang Turun Berkat Aplikasi Android?

Angka Kematian Ibu (AKI) di Padang, Sumatra Barat, termasuk yang tertinggi di Indonesia sehingga provinsi ini menjadi objek penelitian.

Diterbitkan 11 Maret 2014, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sebagai salah satu propinsi yang memiliki Angka Kematian Ibu (AKI) tertinggi di Indonesia, akhirnya Padang, Sumatera Barat menjadi objek penelitian dalam menurunkan kasus AKI.

Menurut Ketua Indonesian Reproductive Science Institute (IRSI) yang juga Komisaris PT Bundamedik, dr Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, SpOG hal ini didasari pada jumlah kasus AKI di Padang pada 2007 yang mencapai 270,4 per 100.000 kelahiran hidup.

"Angka kematian cukup tinggi terutama di Padang, Padang Pariaman dan Solok dari 17 Kabupaten di Sumatra Barat. Ini jauh dari target MDGs pada 2015 mencapai 102 per 100.000 kelahiran hidup," kata Ivan Sini saat ditemui di acara Philips `Bantu Ibu Hamil dengan Solusi Telehealth Inovatif` di Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Selasa (11/3/2014).

Melihat hal tersebut, Ivan mengatakan, PT Bundamedik bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi dan dibantu Philips menerapkan sebuah aplikasi berbasis android di program Mobile Obstretical Monitoring (MoM) yang diciptakan untuk membantu bidan dan dokter di Fasilitas Kesehatan (Faskes) primer seperti misalnya Puskesmas.

"Dasar penelitian kami untuk meningkatkan kualitas pemantauan pada ibu hamil. Karena masih banyak dukun, dokter umum dan spesialis sedikit juga untuk pemberdayaan kunjungan rumah ibu hamil oleh bidan," ujar Ivan.

Ivan menyampaikan, dengan program MoM, ia melihat adanya deteksi dini saat kehamilan yang berisiko tinggi. "Setelah 3 bulan terdeteksi ada 13 persen pasien yang berisiko tinggi di Padang. Padahal, rata-rata normalnya risiko berkisar antara 5-10 persen. Hal ini jauh lebih membantu. Karena sebelumnya pada 2010, hanya ada 6 persen pasien yang terdeteksi hamil berisiko tinggi."

Lebih lanjut mengenai aplikasinya, Chef Market Leader, Royal Philips, Ronald de Jong mengatakan, aplikasi yang merupakan proyek Mobile Obstretical Monitoring (MoM) yang baru bisa diterapkan di ponsel android ini mencakup pemeriksaan fisik untuk tekanan darah, berat badan, pergerakan janin, serta tes seperti kadar gula darah, protein pada urine dan lainnya. Aplikasi ini kemudian diunggah ke aplikasi pusat bersama dengan informasi rekam medis pasien.

"Hal ini memungkinkan spesialis kebidanan atau dokter kandungan untuk memantau dari jarak jauh pasiennya. Baik dari RS, rumah, kapanpun dan dimanapun melalui aplikasi ponsel yang menyediakan data pasien. Sedangkan dokter akan mengulas data pasien dan menetapkan tingkat risiko untuk menindaklanjuti atau merujuk pasien," tambahnya.