Liputan6.com, Islamabad - Pakistan mencantumkan Masood Azhar, pendiri sekaligus pemimpin kelompok militan Jaish-e-Mohammed (JeM), dalam daftar buronan teroris paling dicari. Namun, dokumen resmi pemerintah Pakistan justru memuat alamat tempat tinggal yang dikaitkan dengan sosok yang selama ini diburu tersebut.
Dikutip dari laporan analisis mengenai kebijakan kontraterorisme Pakistan, dokumen Red Book 2026 yang diterbitkan Badan Investigasi Federal Pakistan (FIA) menyebut Azhar sebagai pemimpin JeM yang tinggal di Kausar Colony, Model Town, Bahawalpur, Provinsi Punjab.
Dokumen itu juga mencantumkan sejumlah kejahatan yang dikaitkan dengan Azhar serta imbalan bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapannya. Nilai hadiah tersebut dilaporkan meningkat dari 5 juta rupee Pakistan pada 2021 menjadi 7 juta rupee saat ini.
Advertisement
Selain itu, nama Azhar dikaitkan dengan tiga kasus yang terdaftar di Departemen Kontraterorisme Punjab pada periode 2020–2021, dikutip dari laman Fair Observer.
Informasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai upaya aparat Pakistan dalam memburu Azhar. Jika alamatnya tercantum dalam dokumen resmi penegak hukum, mengapa ia belum ditangkap?
Meski demikian, pencantuman alamat dalam dokumen tidak serta-merta membuktikan bahwa Azhar masih tinggal di lokasi tersebut saat ini.
Alamat Masood Azhar Juga Dikaitkan dengan Bahawalpur
Informasi mengenai alamat Azhar di Bahawalpur bukan hal baru. Departemen Keuangan Amerika Serikat juga telah lama mengaitkannya dengan Kausar Colony di kota tersebut.
Infrastruktur JeM di Bahawalpur pun telah lama menjadi sorotan. Pada Mei 2025, serangan India menghantam markas kelompok tersebut di kompleks Markaz Subhan Allah, Bahawalpur.
Setelah serangan itu, Azhar mengonfirmasi bahwa 10 anggota keluarganya tewas. Namun, informasi tersebut tidak dengan sendirinya memastikan lokasi keberadaan Azhar saat ini.
Hal yang menjadi sorotan adalah dokumen penegak hukum Pakistan masih mengaitkan Azhar dengan jaringan militan yang beroperasi di wilayah negara tersebut, lengkap dengan alamat tempat tinggal dan sejumlah kasus domestik.
Sementara itu, pemerintah Pakistan sebelumnya menyampaikan narasi berbeda mengenai keberadaan Azhar.
Pada September 2022, Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan telah mengangkat dugaan keberadaan Azhar di Afghanistan kepada pemerintahan Taliban. Islamabad disebut memiliki informasi yang mengindikasikan Azhar berada di negara tersebut.
Pakistan juga dilaporkan meminta pemerintah Taliban mencari dan menangkap Azhar di Provinsi Nangarhar atau Kunar, Afghanistan bagian timur.
Namun, pemerintah Taliban membantah klaim tersebut. Perbedaan keterangan ini memperlihatkan persoalan yang terus membayangi hubungan Pakistan dan Afghanistan, terutama terkait tuduhan bahwa kelompok militan menggunakan wilayah kedua negara sebagai tempat beroperasi.
Â
Â
Masood Azhar dan Jejak Serangan Jaish-e-Mohammed
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/4782569/original/007874200_1711248767-IMG_7742.jpg)
Masood Azhar merupakan pendiri Jaish-e-Mohammed, kelompok militan berideologi Salafi-jihadis yang menargetkan India.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjatuhkan sanksi terhadap JeM pada 2001. Pada 2019, Azhar secara pribadi juga masuk daftar sanksi PBB sebagai pemimpin kelompok tersebut.
Di bawah kepemimpinan Azhar, JeM dikaitkan dengan sejumlah serangan besar terhadap India, termasuk serangan terhadap Parlemen India pada 2001 dan serangan bom bunuh diri menggunakan kendaraan di Kashmir pada 2019 yang menewaskan 40 personel paramiliter India.
Keberadaan JeM selama bertahun-tahun juga menjadi bagian dari perdebatan mengenai konsistensi kebijakan kontraterorisme Pakistan.
Islamabad telah melancarkan operasi keamanan terhadap kelompok-kelompok militan yang mengancam pemerintah dan aparat keamanan Pakistan. Namun, kelompok yang berorientasi pada serangan terhadap negara lain, khususnya India, dinilai tidak selalu menghadapi tekanan penegakan hukum yang sama.
Â
Â
Advertisement
Kebijakan Kontraterorisme Pakistan Disorot
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1634307/original/034827500_1498470273-20170626-Protes-di-India-AP5.jpg)
Laporan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengenai terorisme sebelumnya menyoroti keberadaan kelompok seperti JeM dan Lashkar-e-Taiba (LeT), organisasi militan lain yang menargetkan India, di wilayah Pakistan.
Pada saat yang sama, Pakistan juga telah menjalankan operasi kontraterorisme terhadap kelompok-kelompok yang dianggap mengancam keamanan dalam negerinya, termasuk Taliban Pakistan.
Serangan teroris dan pemberontakan telah menewaskan ribuan warga sipil serta personel keamanan Pakistan. Pasukan keamanan negara itu pun melakukan berbagai operasi dengan biaya besar untuk menghadapi kelompok militan domestik.
Perbedaan pendekatan terhadap kelompok yang mengancam keamanan domestik dan kelompok yang beroperasi melawan kepentingan negara lain menjadi salah satu persoalan utama dalam evaluasi kebijakan kontraterorisme Pakistan.
Pencantuman nama Masood Azhar dalam Red Book 2026, berikut alamat yang dikaitkan dengannya, kembali menyoroti pertanyaan mengenai konsistensi penegakan hukum Pakistan terhadap jaringan militan yang beroperasi dari wilayahnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2844337/original/009156800_1562219838-20190704-Ma_ruf-Amin-Temui-Jusuf-Kalla-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3545301/original/017030700_1629368526-pakistan-895319_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318676/original/069886000_1786126158-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366331/original/030655400_1791263032-Screenshot_2026-10-06_081509.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2394307/original/008800700_1540715794-pakis.jpg)