Liputan6.com, Gaza - Lebih dari 74.000 warga Palestina tewas dan hampir 1,9 juta lainnya terpaksa mengungsi selama tiga tahun perang di Gaza. Konflik tersebut tidak hanya menelan puluhan ribu korban jiwa, tetapi juga menghancurkan sebagian besar rumah, melumpuhkan perekonomian, memperburuk kelaparan, serta mengganggu layanan kesehatan dan pendidikan.
Meski gencatan senjata pada Oktober 2025 mengurangi intensitas pertempuran, korban jiwa masih berjatuhan dan sebagian besar warga Gaza belum dapat kembali ke rumah mereka. Bagi mereka yang bertahan hidup, perang meninggalkan kehilangan yang jauh lebih besar dari sekadar luka fisik dan duka atas kematian orang-orang tercinta.
Keluarga-keluarga berulang kali berpindah tempat, para orang tua kehilangan mata pencaharian, sementara anak-anak tumbuh di tengah pengungsian, kekurangan pangan, serta hancurnya sekolah dan layanan kesehatan.
Advertisement
Lebih dari 74.000 Warga Palestina Tewas
Dikutip dari Andolu, Jumat (9/10/2026), Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan 74.237 orang tewas dan 175.206 lainnya terluka hingga 4 Oktober.
Jumlah korban tewas tersebut setara dengan sekitar 3,4 persen dari perkiraan populasi Gaza sebelum perang yang mencapai 2,2 juta jiwa. Artinya, sekitar satu dari setiap 30 penduduk Gaza telah tewas.
Dari 71.444 korban yang usia dan jenis kelaminnya berhasil diidentifikasi hingga 31 Desember 2025, sebanyak 47,7 persen merupakan laki-laki, 29,8 persen anak-anak, 15,4 persen perempuan, dan 7,1 persen warga lanjut usia, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).
Pada Oktober 2023 saja, sebanyak 8.805 warga Palestina dilaporkan tewas berdasarkan data World Health Organization Health Cluster.
Ribuan warga Palestina lainnya diyakini masih hilang di bawah reruntuhan bangunan yang hancur.
Dalam pernyataan pada 3 Oktober, Hemaya Center for Human Rights mengatakan telah mendokumentasikan kematian 21.745 anak dan sekitar 46.000 kasus luka pada anak sejak Oktober 2023. Sebanyak 11.000 kasus di antaranya merupakan amputasi anggota tubuh bagian bawah.
Pusat tersebut juga melaporkan 123 anak meninggal akibat kekurangan gizi dan dehidrasi. Selain itu, 293 bayi prematur meninggal di tengah memburuknya layanan kesehatan, pemadaman listrik, serta kekurangan obat-obatan dan berbagai kebutuhan medis.
Besarnya kehilangan dalam keluarga bahkan telah terlihat sejak tahun pertama perang.
Jajak pendapat Palestinian Center for Policy and Survey Research yang dilakukan pada 26 Mei hingga 1 Juni 2024 menunjukkan 61 persen responden di Gaza mengatakan seorang anggota keluarga mereka telah tewas.
Sebanyak 78 persen responden mengatakan seorang kerabat mereka telah tewas atau terluka.
Survei tersebut mencakup wilayah Gaza tengah dan selatan yang dapat diakses, tetapi tidak mencakup Gaza utara dan zona pertempuran aktif.
Â
Â
Â
Hampir 1,9 Juta Warga Gaza Mengungsi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5705844/original/009190100_1778588694-1.jpg)
Kehancuran rumah menjadi salah satu persoalan kemanusiaan terbesar di Gaza dalam jangka panjang.
Menurut perkiraan PBB, hampir 1,9 juta warga Palestina atau sekitar 90 persen populasi Gaza telah mengungsi selama perang. Banyak di antara mereka bahkan harus berpindah tempat berkali-kali.
Bagi banyak keluarga, pengungsian berlangsung berkepanjangan karena rumah mereka telah hancur atau tidak lagi aman untuk dihuni.
Penilaian Bank Dunia, PBB, dan Uni Eropa yang diterbitkan pada April menemukan 371.888 unit rumah telah rusak atau hancur. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 77 persen dari seluruh stok perumahan di Gaza. Temuan itu mencakup kerusakan hingga Oktober 2025.
Secara terpisah, Palestinian Central Bureau of Statistics menyebut sekitar 201.290 bangunan mengalami kerusakan hingga 16 Juni 2026. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 82 persen dari seluruh bangunan di Gaza.
Sebanyak 134.422 bangunan di antaranya hancur total.
Sekitar 94 persen penduduk Gaza membutuhkan bantuan tempat tinggal dan kebutuhan dasar rumah tangga, berdasarkan penilaian Shelter Cluster yang dikutip OCHA dan menggunakan hasil survei pada Juni.
Saat itu, hingga 65 persen rumah tangga tinggal di tenda atau bangunan darurat yang hanya memberikan sedikit perlindungan dari kondisi cuaca.
Temuan tersebut menggambarkan minimnya perlindungan dari cuaca, memburuknya kondisi tempat tinggal sementara, serta terbatasnya akses terhadap layanan penting. Kondisi itu membuat keluarga menghadapi risiko kesehatan dan keselamatan yang serius.
Lebih dari separuh keluarga yang tinggal di tenda telah menggunakan tenda yang sama selama lebih dari satu tahun. Sementara itu, lebih dari separuh tenda dan tempat tinggal darurat yang dinilai berada dalam kondisi buruk atau sangat buruk.
OCHA juga mengidentifikasi ratusan lokasi pengungsian yang berisiko mengalami banjir. Kondisi tersebut menambah ancaman bagi ratusan ribu orang yang tinggal di tempat penampungan sementara.
Perang Menghancurkan Mata Pencaharian
Dampak perang juga meruntuhkan sumber penghidupan warga Gaza.
Laporan UN Trade and Development yang dirilis 24 September memperkirakan 92 persen unit usaha ekonomi di Gaza telah rusak atau hancur sejak Oktober 2023.
Konflik tersebut juga menghancurkan ratusan ribu lapangan kerja dan menghapus miliaran dolar pendapatan tenaga kerja yang seharusnya diperoleh di wilayah Palestina yang diduduki.
Tingkat pengangguran di Gaza mencapai 78 persen, sementara lebih dari 90 persen penduduk usia kerja tidak memiliki pekerjaan.
Output ekonomi tahunan per kapita turun menjadi 212 dolar AS pada 2025, hanya 17 persen dari tingkat pada 2022.
Pada saat yang sama, harga-harga pada 2025 masih 274 persen lebih tinggi dibandingkan 2022. Kebutuhan pokok seperti kentang dan gas untuk memasak bahkan berharga beberapa kali lipat dibandingkan sebelumnya, menurut laporan tersebut.
Kehancuran telah menjangkau hampir seluruh sektor produktif. Produksi pertanian dan industri masing-masing berada 94 persen di bawah level 2022, sedangkan sektor konstruksi turun 99 persen.
Lahan pertanian hancur, warga bergantung pada bantuanKehancuran lahan pertanian dan hilangnya pendapatan rumah tangga membuat keluarga semakin kesulitan mendapatkan makanan yang cukup.
Menurut UN Trade and Development, kurang dari 1,5 persen lahan pertanian Gaza yang masih dapat diakses sekaligus tidak mengalami kerusakan.
"Ketahanan pangan sepenuhnya bergantung pada bantuan. Sebagian besar warga Gaza, termasuk anak-anak serta perempuan hamil dan menyusui, menghadapi kerawanan pangan akut dan kekurangan gizi," kata laporan UN Trade and Development.
Kondisi tersebut juga mengancam masa depan anak-anak.
"Anak-anak di bawah usia lima tahun berisiko mengalami kerusakan yang tidak dapat dipulihkan, termasuk pertumbuhan terhambat, gangguan kognitif, dan gangguan perkembangan yang membahayakan kesehatan mereka dalam jangka panjang," lanjut laporan tersebut.
Â
Advertisement
Gencatan Senjata Belum Mengakhiri Korban Jiwa
Gencatan senjata pada Oktober 2025 memang menurunkan intensitas pertempuran, tetapi tidak sepenuhnya menghentikan kematian dan luka-luka.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sedikitnya 1.460 warga Palestina tewas dan 5.116 lainnya terluka sejak gencatan senjata Oktober 2025. Sebanyak 835 jenazah juga telah ditemukan kembali.
Sektor kesehatan Gaza masih menghadapi kerusakan besar. Lebih dari separuh rumah sakit dan klinik layanan kesehatan primer tidak berfungsi, menurut penilaian yang dikutip UN Trade and Development.
Dampak perang juga terasa di sektor pendidikan. UNICEF menyebut hampir 98 persen bangunan sekolah di Gaza telah rusak sejak Oktober 2023. Lebih dari 93 persen di antaranya membutuhkan rehabilitasi besar atau pembangunan kembali secara penuh.
Sekitar 541.000 siswa kembali bersekolah pada September, menurut data Palestina. Namun, banyak dari mereka belajar di ruang kelas darurat tanpa perlengkapan dasar.
Kembalinya para siswa terjadi setelah pendidikan terganggu selama bertahun-tahun.
UNICEF menyebut 700.000 anak berusia 4 hingga 17 tahun telah kehilangan pendidikan tatap muka formal selama tiga tahun berturut-turut. Sekitar 420.000 di antaranya bahkan sama sekali tidak mendapatkan pembelajaran tatap muka.
Kini, kebutuhan untuk memulihkan Gaza juga sangat besar.
Laporan terbaru UN Trade and Development memperkirakan kebutuhan pemulihan dan rekonstruksi mencapai 71,5 miliar dolar AS. Angka tersebut diperkirakan masih dapat meningkat seiring ditemukannya kerusakan lebih lanjut.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369365/original/034444800_1791519895-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-09T112039.867.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342535/original/041645600_1788773436-HOAX__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5078809/original/005995500_1736144544-Screenshot_20250106_121234.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365046/original/083732600_1791097921-cek_fakta_sapi_bebek.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363688/original/013434300_1790913049-AP26274413585909.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5400818/original/008991300_1762148700-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4735404/original/061413200_1707129893-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1793313/original/070578300_1512618433-20171207-Yerusalem_-Kota-Suci-Tiga-Agama-AP-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1738100/original/023493200_1539576435-P_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7754435/original/022027800_1780563225-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7754424/original/012663700_1780563217-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360401/original/048935800_1790645239-AP22134368969004.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4368180/original/053469100_1679532541-ddef14e_5795848-01-06.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1775410/original/047219400_1511160025-2385af95a58249e022dde237dac39e69.jpg)