Perdana Menteri (PM) Thailand Yingluck Shinawatra tengah menghadapi terpaan badai demonstrasi dari kelompok oposisi yang dipimpin Suthep Thaugsuban. Kini Kepala negara berparas cantik itu diduga tersandung kasus korupsi.
Seperti dimuat Bangkok Post, Jumat (17/1/2014), Komisi Antikorupsi Nasional Thailand (NACC) akan melayangkan surat pemanggilan terhadap Yingluck atas perannya dalam subsidi beras nasional.
"Perdana Menteri terancam hukuman pidana apabila dalam penyelidikan dia terbukti lalai dalam tugasnya sebagai ketua Komite Kebijakan Perberasan Nasional yang mengawasi skema. Dia harus mundur atas perannya ini," kata Komisioner NACC, Vicha Mahakhun.
Ditanya soal pemanggilannya oleh NACC, Yingluck yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Beras Nasional menolak memberikan komentar.
Selain Yingluck, NACC juga berencana memanggil 15 pejabat pemerintah yang diduga terlibat dalam kasus korupsi kesepakatan soal beras atau yang disebut G-to-G (government-to-government).
Dua di antara pejabat tersebut adalah mantan Menteri Perdagangan Boonsong Teriyapirom dan mantan Wakil Menteri Perdagangan Poom Sarapol.
Beberapa kalangan menilai. pemanggilan Yingluck oleh NACC ini seolah dipercepat di tengah kebuntuan atas suasana pemerintahan yang terhambat oleh gelombang protes. Namun Vicha, komisioner NACC, membantah hal tersebut. Kata dia, langkah ini diputuskan setelah adanya rekomendasi dari sebuah penyelidikan dari pihaknya.
Vicha juga menegaskan, kasus yang melibatkan Yingluck dengan 15 pejabat negara yang akan dipanggil itu berbeda. Karenanya, kedua kasus itu akan ditangani secara terpisah meski sama-sama terkait beras.
Untuk kasus Yingluck, NACC menitikberatkan pada kebijakan pemerintah terkait pengadaan beras. Menurut dia, adik dari mantan PM Thaksin Shinawatra itu sudah mengetahui skema adanya penyimpangan dalam kebijakan beras, namun gagal menghentikan kebijakan tersebut.
"Jika ada bukti yang cukup, Bu Yingluck akan kami kenakan Pasal 157 KUHP karena lalai menjalankan tugas," ujar Vicha.
Proses hukum NACC terhadap Yingluck akan dilakukan sekitar 1 minggu ke depan. Namun tak disebutkan kapan Yingluck akan dipanggil. Jika kemudian Yingluck dipastikan terlibat, maka persidangan terhadap dirinya bakal digelar. (Riz/Ein)
Baca juga:
KBRI Bangkok Imbau WNI Jauhi Lokasi Demo
Bangkok Terus Dibikin Lumpuh Sampai PM Cantik Bersedia MundurBom Meledak di Rumah Eks PM Thailand, Demonstran Ditembaki
PM Cantik Diperiksa Komisi Antikorupsi Thailand Terkait Beras
Ditanya soal pemanggilannya, Yingluck yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Beras Nasional menolak memberikan komentar.
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/284/original/pm-thailand-yingluck-shinawatra-131112b.jpg)
Perbesar
Advertisement
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Petani dan Nelayan Bakal Ikut Menikmati Pembiayaan Karbon3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
- Biometana dari Limbah Sawit, Solusi Energi Rendah Karbon untuk Industri3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
- Hutan di Gunungkidul Jadi Sumber Pangan dan Penggerak Ekonomi Desa4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
- Green Economy Buka Peluang Karier Baru, Ini 5 Skill yang Perlu Disiapkan Gen Z4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
- Energi dari Olahan Sampah Didorong Jadi Alternatif Batu Bara dan Gas5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
- The Curiosity Engine di Art Jakarta 2026, Saat Sisa Material Menemukan Makna Baru6 hari yang lalu
- Ubah Purun Jadi Tech Organizer, Inovasi Hijau Selamatkan Gambut Kalimantan6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
- PLTS Atap 416 kWp Terpasang di RS Mardi Rahayu, Operasional 24 Jam1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
- Pelajar SMA Jabodetabek Manfaatkan AI dan Sensor Pintar untuk Atasi Krisis Lingkungan1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
- Limbah Pertanian Tak Terbuang, Warga Sumbar Olah Jadi Produk Bernilai1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
- ESG BRI Diakui Global, Masuk S&P Global Sustainability Yearbook Empat Tahun Berturut-turut1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
- Perdagangan Karbon Kehutanan Libatkan Masyarakat, Bujang Raba Jadi Percontohan1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562930/original/087212000_1776842538-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-22T142049.188.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4403399/original/021681200_1682044577-cek_fakta_mesin_cuci.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354245/original/038987000_1790044500-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-22T093245.164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362168/original/042983100_1790759666-WhatsApp_Image_2026-09-18_at_8.42.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412040/original/046833700_1479720100-thailand.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2290475/original/045542800_1532488426-20180724-Begini-Suasana-Keberangkatan-Haji-di-Thailand-AFP-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369927/original/031174400_1791540407-S__158540049.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368767/original/074872700_1791447598-li_auto_thailand-1500x844.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2523097/original/072242400_1544599817-thailand.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359038/original/057950200_1790476868-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3086360/original/092379200_1585227859-uang_dollar.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883223/original/030233500_1720093649-20240704-IHSG-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1592251/original/098062600_1494590046--mayat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359316/original/062875500_1790496810-Untitled.jpg)