Liputan6.com, Tokyo - Pengadilan Jepang menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Tetsuya Yamagami, pria yang menembak mati mantan Perdana Menteri Shinzo Abe dalam sebuah acara kampanye di Nara pada 2022.
Vonis dijatuhkan lebih dari tiga setengah tahun setelah pembunuhan yang mengguncang Jepang dan dunia internasional itu, dikutip dari BBC, Rabu (21/1/2026).
Yamagami, kini berusia 45 tahun, telah mengakui perbuatannya sejak awal persidangan yang dimulai pada Oktober 2025. Meski pengakuan bersalah tidak diperdebatkan, proses peradilan memunculkan perbedaan tajam di tengah masyarakat Jepang mengenai hukuman yang pantas.
Advertisement
Sebagian memandang Yamagami sebagai pelaku pembunuhan keji, sementara lainnya menyoroti latar belakang hidupnya yang penuh tekanan dan trauma.
Jaksa penuntut menegaskan hukuman penjara seumur hidup layak dijatuhkan mengingat beratnya kejahatan yang dilakukan. Pembunuhan Abe, tokoh politik paling berpengaruh di Jepang modern dan perdana menteri dengan masa jabatan terpanjang, dinilai sebagai serangan serius terhadap tatanan demokrasi di negara yang hampir tidak pernah mengalami kejahatan senjata api.
Di sisi lain, tim pembela meminta keringanan hukuman dengan alasan Yamagami merupakan korban “pelecehan agama”. Mereka menyebut kesetiaan ibunya kepada Gereja Unifikasi telah menghancurkan kondisi keuangan keluarga, memicu kebencian mendalam Yamagami terhadap organisasi tersebut, dan pada akhirnya mengarahkannya pada Abe.
Hampir 700 orang memadati Pengadilan Distrik Nara pada Rabu untuk menyaksikan pembacaan vonis, mencerminkan besarnya perhatian publik terhadap kasus ini.
Motif dan Latar Belakang
Dalam persidangan terungkap bahwa ibu Yamagami menyumbangkan dana besar, termasuk asuransi jiwa dan aset mendiang ayahnya senilai sekitar 100 juta yen, kepada Gereja Unifikasi. Yamagami mengaku mulai memendam kemarahan terhadap Abe setelah melihat mantan perdana menteri itu tampil dalam sebuah pesan video untuk acara yang berkaitan dengan gereja tersebut pada 2021.
Namun, Yamagami menyatakan Abe bukan target awalnya. Ia mengaku semula berniat menyerang pimpinan Gereja Unifikasi. Kesaksian itu memicu momen emosional di ruang sidang, terutama bagi Akie Abe, istri mendiang mantan perdana menteri.
Jurnalis Eito Suzuki, yang meliput hampir seluruh jalannya persidangan, mengatakan ekspresi Akie Abe saat mendengar pernyataan tersebut sulit dilupakan. “Raut wajahnya mencerminkan keterkejutan mendalam, seolah bertanya apakah suaminya hanya menjadi alat untuk melampiaskan dendam terhadap sebuah organisasi keagamaan,” ujarnya.
Dalam pernyataan yang dibacakan di pengadilan, Akie Abe mengatakan duka atas kepergian suaminya tidak akan pernah hilang. “Saya hanya ingin dia tetap hidup,” ucapnya dengan suara bergetar.
Dampak Politik dan Sosial
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4649933/original/058431900_1700043533-yq-shinzoa-19112024.jpg)
Pembunuhan Abe pada 8 Juli 2022, ketika ia ditembak dua kali menggunakan senjata rakitan saat berpidato di ruang terbuka, memicu gelombang penyelidikan terhadap Gereja Unifikasi di Jepang. Kasus ini membuka hubungan antara gereja tersebut dan sejumlah politisi dari Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa, yang berujung pada pengunduran diri beberapa menteri kabinet.
Didirikan di Korea Selatan, Gereja Unifikasi aktif di Jepang sejak 1960-an dan diketahui menjalin hubungan dengan politisi untuk memperluas pengaruhnya. Meski Abe bukan anggota, ia beberapa kali terlibat dalam acara terkait gereja. Kakeknya, Nobusuke Kishi, juga mantan perdana menteri, disebut memiliki kedekatan dengan kelompok tersebut karena sikap anti-komunisnya.
Pada Maret tahun lalu, Pengadilan Tokyo mencabut status hukum Gereja Unifikasi sebagai badan keagamaan, dengan alasan praktik penjualan barang mahal dan permintaan sumbangan besar dengan mengeksploitasi ketakutan spiritual para pengikutnya.
Kesaksian saudari Yamagami selama persidangan menambah dimensi emosional kasus ini. Ia menggambarkan kondisi “sangat mengerikan” yang dialami keluarga akibat keterlibatan mendalam sang ibu dengan gereja. “Hampir seluruh pengunjung ruang sidang menangis,” kata Suzuki.
Advertisement
Perdebatan Publik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4173848/original/004706400_1664345790-20220928-Pemakaman-Shinzo-Abe-AP-8.jpg)
Meski demikian, jaksa berpendapat terdapat “lompatan logika” dalam mengaitkan kebencian Yamagami terhadap Gereja Unifikasi dengan pembunuhan Abe. Para hakim juga beberapa kali mempertanyakan relevansi pembelaan tersebut.
Para pengamat terbelah. Suzuki menilai sulit membantah argumen bahwa Abe tidak secara langsung merugikan Yamagami atau keluarganya. Namun, ia melihat kasus ini sebagai cerminan bagaimana korban persoalan sosial dapat terdorong melakukan kejahatan berat.
Sosiolog Rin Ushiyama dari Queen’s University Belfast mengatakan simpati terhadap Yamagami sebagian muncul dari ketidakpercayaan publik Jepang terhadap kelompok keagamaan kontroversial. Meski mengakui Yamagami mengalami pengabaian dan kesulitan ekonomi, Ushiyama menegaskan hal itu tidak dapat membenarkan tindak kekerasan yang dilakukannya.
Dengan vonis penjara seumur hidup ini, proses hukum terhadap pembunuhan Shinzo Abe resmi berakhir. Namun perdebatan mengenai motif, tanggung jawab sosial, dan dampak tragedi tersebut terhadap politik Jepang diperkirakan masih akan berlanjut.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1238139/original/082014900_1521205275-pp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4098240/original/080517100_1658558509-shinzo_abe_penembak.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1407592/original/006205400_1479293635-Shinzo_Abe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411723/original/069752100_1479709693-Jepang.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378005/original/081695500_1782256125-ghana.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264303/original/054619900_1782106281-AP26172737361128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264253/original/054046300_1782102358-uruguay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8456333/original/005196400_1782354547-063_2282682114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259250/original/045793700_1781492796-curacao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263742/original/070388900_1781993920-063_2282542238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8416187/original/088882300_1782301187-kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264262/original/083963700_1782102827-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028216/original/059069000_1732870090-logo_piala_dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471172/original/087617600_1782374206-IMG-20260625-WA0035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5475952/original/003386300_1768703150-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5479552/original/010303400_1768981590-260121-ikan-salmon-gurun-asal-xinjiang-tembus-pasar-china-di-2026-1292b1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2119495/original/011894900_1524628180-000_14A8R3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5479364/original/005186700_1768975463-topi-ejekan-trump-viral-ribuan-warga-denmark-turun-ke-jalan-bela-greenland-f0d92c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476510/original/059077600_1768783024-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5479331/original/030556200_1768974846-korban-kebakaran-plaza-karachi-bertambah-jadi-28-puluhan-masih-hilang-ef621e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5479320/original/034169600_1768974675-tabrakan-maut-dua-kereta-di-spanyol-hancur-berantakan-f948d8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479031/original/087181700_1768965581-download_macron.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479055/original/091777600_1768966579-WhatsApp_Image_2026-01-21_at_07.20.33.jpeg)