Mengenal Tilly Norwood, Aktris Virtual Berbasis AI yang Jadi Sorotan di Inggris

Apa gebrakan dari studio xicoa untuk artis AI ini kedepannya?

Diterbitkan 02 Oktober 2025, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, London - Sosok aktris muda bernama Tilly Norwood tengah jadi perbincangan luas karena bukan manusia sungguhan, melainkan hasil ciptaan kecerdasan buatan (AI).

Kehadirannya memicu kekhawatiran para aktor karena dianggap ancaman bagi profesi mereka.

AI kini makin merambah berbagai bidang, termasuk dunia hiburan. Studio talenta berbasis AI bernama Xicoia, dari Inggris, memperkenalkan Tilly Norwood pada musim panas lalu, dilansir dari Oddity Central, Kamis (2/10/2025).

Startup ini didirikan oleh teknolog asal Belanda, Emily Van der Velden, lewat perusahaannya Particle 6 Productions. Emily bahkan percaya Tilly bisa menjadi bintang besar layaknya Scarlett Johansson.

Emily menyampaikan harapan untuk tilly kedepannya kepada Broadcast Internasional.

"Kami ingin Tilly menjadi Scarlett Johansson atau Natalie Portman berikutnya, itulah tujuan kami," ujarnya.

Ia juga menambahkan manfaat dari AI.

"Orang mulai sadar bahwa kreativitas tidak perlu dibatasi anggaran. Itulah sebabnya AI bisa membawa hal positif," tambahnya.

 

Membangun Citra

Untuk membangun citranya, Xicoia rutin memposting foto dan video Tilly di media sosial, dari adegan thriller hingga drama romantis, demi menunjukkan kemampuannya.

Tak sedikit studio yang mulai melirik kemungkinan bekerja sama dengan aktris AI ini, meski aktor manusia jelas merasa terancam.

Dalam pernyataannya, serikat aktor SAG-AFTRA mengecam keberadaan Tilly.

"Perlu ditegaskan, Tilly Norwood bukan aktor. Ia hanyalah karakter hasil program komputer yang dilatih dari karya banyak aktor profesional tanpa izin maupun bayaran," tulis SAG-AFTRA.

SAG-AFTRA juga menambahkan kalau sosok artis seperti Tilly Norwood buatan AI, tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan artis sungguhan.

"Ia tidak punya pengalaman hidup, tidak punya emosi, dan penonton sejauh ini tidak tertarik dengan konten komputer yang terlepas dari pengalaman manusia. Ini bukan solusi, justru masalah karena menggunakan performa curian yang bisa menyingkirkan aktor sungguhan," tambah SAG-AFTRA.

Sebagai aktris, Emily mencoba menenangkan rekan-rekannya. Ia mengaku memandang AI bukan sebagai pengganti, melainkan alat baru yang membuka peluang kreatif.

Namun di unggahan LinkedIn, ia juga menegaskan kalau Tilly sudah selangkah di depan.

"Penonton peduli pada cerita, bukan apakah bintangnya bernyawa. Tilly sudah menarik perhatian agensi dan fans. Era aktor sintetis bukan akan datang, tapi sudah hadir," ujarnya.

Fenomena aktris AI ini melanjutkan tren teknologi serupa yang sudah ada lebih dulu, seperti pembawa berita berbasis AI, model digital, hingga influencer virtual yang kini makin marak di dunia maya.