Kasus Pertama Ditemukan, Ulat Pemakan Daging Manusia Hebohkan Amerika

Kasus pertama parasit pemakan daging manusia terdeteksi di Amerika Serikat. Hal ini diungkap Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan.

Diperbarui 28 Agustus 2025, 15:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kasus pertama parasit pemakan daging manusia terdeteksi di Amerika Serikat. Hal ini diungkap Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan.

Kasus ini melibatkan seseorang yang baru saja bepergian ke El Salvador, telah dipastikan bahwa dia terjangkit myiasis ulat ulir dunia baru atau New World Screwworm (NWS) oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Departemen Kesehatan Maryland pada 4 Agustus.

Departemen Kesehatan Maryland mengatakan, dalam sebuah pernyataan pada hari Senin orang tersebut telah pulih dari infeksi. Kasus ini telah diinvestigasi tidak ada indikasi penularan ke individu atau hewan lain.

"Ini adalah kasus pertama yang terkait dengan perjalanan pada manusia dari negara yang terdampak wabah yang teridentifikasi di Amerika Serikat," kata juru bicara HHS, Emily G. Hilliard, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari NBSnews, Kamis (28/8/2025).

"Risiko terhadap kesehatan masyarakat di Amerika Serikat dari introduksi ini sangat rendah," ujarnya

 

Kasus Serupa Pernah Terjadi

Parasit tersebut seperti larva lalat dapat menghancurkan ternak dan tersebar luas di beberapa wilayah Amerika Tengah dan Meksiko. Penyakit ini dapat membunuh satwa liar dan bahkan membunuh hewan peliharaan.

Kasus serupa pernah terjadi wabah serius pada tahun 1980-an dan 1990-an di Amerika Tengah, dan penyakit ini diberantas dengan biaya besar.

Menteri Pertanian Brooke L. Rollins pergi ke Texas untuk mengumumkan rencana lima bagian untuk memerangi ulat sekrup pada 15 Agustus.

Rencana tersebut mencakup pengembangbiakan miliaran lalat steril dan melepasnya di Texas Selatan dan Meksiko dengan harapan dapat menghentikan penyebaran parasit tersebut.

Lalat jantan yang telah disterilkan kawin dengan lalat betina, tetapi telurnya tidak menetas. Akhirnya, populasinya berkurang dan punah. Teknik ini berhasil pada tahun 1960-an ketika Amerika Serikat mengalami wabah ulat sekrup terakhirnya.

 

 

Potensi Rugikan Peternak

Dan pemerintah federal didesak untuk mempercepat projek tersebut. Ketika pertama kali diumumkan pada bulan Juni, rencana sterilisasi tersebut baru akan beroperasi dua hingga tiga tahun lagi.

Gubernur Texas, Greg Abbot, mengatakan bahwa industri pertanian negara bagian, punya 2 juta lapangan kerja yang bernilai USD 867 miliar. 

"Semua ini terancam karena ulat ini," ujarnya.

Sebuah laporan dari Departemen Pertanian tahun lalu memperkirakan wabah ulat ulir dapat merugikan Texas setidaknya USD 1,8 miliar dalam bentuk kematian ternak, biaya tenaga kerja, dan pengobatan.

Ulat parasit kecil ini juga dikenal sebagai Cochliomyia hominivorax, memiliki dampak yang luas dan menghancurkan, tetapi jika diisolasi cukup menjijikkan. 

 

Infeksi pada Manusia Bisa Fatal

Lalat betina dapat bertelur pada hewan berdarah panas apa pun, yang kemudian menetas, melepaskan ratusan larva ulat ulir, yang disebut demikian karena mulutnya yang tajam dan cara menggalinya yang diibaratkan seperti sekrup.

Infeksi pada manusia dapat berakibat fatal tetapi jarang terjadi, dan sebagian besar kasus dapat diobati.

Departemen Pertanian mengatakan, ulat ulir telah menyebar ke utara menuju Meksiko dari wilayah lain di Amerika Tengah. 

Ulat tersebut endemik di Kuba, Haiti, Republik Dominika, dan beberapa negara Amerika Selatan, katanya.

Meksiko melaporkan sebuah kasus di Ixhuatlán de Madero, Veracruz, bulan lalu, 370 mil dari perbatasan Texas, yang mendorong Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan untuk segera menutup perdagangan ternak lintas batas, menyusul penghentian serupa pada bulan November dan Mei.

 

Â