Krisis Ekonomi di Kuba: Pecinta Hewan Berjuang Memberi Makan Kucing dan Anjing Jalanan

Harga untuk kantong makanan anjing seberat 20 kg bahkan lebih dari gaji bulanan rata-rata orang di Kuba.

Diterbitkan 10 Agustus 2025, 11:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Havana - Setiap sore, Nelida Perez yang berusia 81 tahun berjalan menyusuri jalanan berbatu di Kota Tua Havana, Kuba, dengan diikuti sekumpulan kucing kelaparan.

Selama bertahun-tahun, Nelida secara sukarela memberi makan beberapa kucing jalanan yang berkeliaran di daerah itu, yang juga merupakan salah satu tempat wisata paling populer di ibu kota Kuba.

Dulu, dia mengandalkan makanannya sendiri atau sumbangan dari restoran, namun seiring memburuknya situasi ekonomi di pulau tersebut dan penurunan jumlah wisatawan, semakin sulit baginya untuk memberi makan kucing-kucing itu.

"Saya tidak pernah dalam hidup saya meminta makanan untuk memberi makan kucing-kucing itu," kata Nelida kepada The Associated Press. "Sekarang saya dalam kesulitan karena pariwisata sepi dan ada krisis ekonomi."

Sejak tahun 2020, Kuba menghadapi krisis ekonomi yang semakin memburuk, yang disebabkan shutdown akibat COVID-19, sanksi Amerika Serikat (AS) yang lebih ketat, dan reformasi moneter internal yang memicu inflasi.

Walaupun pemerintah menyediakan vaksin, sterilisasi, dan beberapa klinik gratis, mereka tidak memiliki kemampuan untuk menyediakan tempat penampungan dan makanan bagi kucing dan anjing jalanan. Data resmi memang tidak tersedia, namun para aktivis mengatakan bahwa banyak pecinta hewan telah mengubah rumah mereka—bahkan apartemen kecil—menjadi tempat penampungan, namun mereka kesulitan mengimbangi permintaan dan memberikan perawatan yang memadai.

"Jalanan akan membunuh mereka," kata Barbara Iglesias, seorang apoteker berusia 51 tahun yang mengadopsi lima anjing dan telah menyelamatkan serta menemukan rumah bagi belasan anjing lainnya.

Iglesias menjelaskan bahwa yang paling sulit adalah mendapatkan makanan. Sebuah kantong makanan anjing seberat 20 kilo, yang cukup untuk satu anjing selama sekitar 45 hari, harganya sekitar USD 80—jumlah yang tidak terjangkau bagi kebanyakan orang. Hal ini memaksa orang-orang memberi makan hewan dengan jeroan babi, potongan ayam, atau daging cincang—yang juga tidak mudah didapatkan.

Sementara itu, biaya vaksin tahunan sekitar USD 20 dan kunjungan ke dokter hewan memerlukan biaya tambahan USD 10, sementara gaji bulanan rata-rata di pulau ini hanya sekitar USD 12.

Jumlah Hewan Terlantar Meningkat

Para ahli menjelaskan bahwa peningkatan jumlah hewan yang ditelantarkan di Kuba disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kenaikan harga makanan dan obat-obatan, migrasi ratusan ribu orang Kuba dalam lima tahun terakhir, serta tingginya angka kematian di kalangan orang dewasa yang lebih tua.

"Orang-orang lebih fokus pada masalah mereka, yang sangat banyak: orang Kuba tidak punya air, tidak ada listrik, dan semakin sulit mendapatkan makanan," kata Annelie Gonzalez (36), salah satu pemimpin Proyek Aldameros, sebuah komunitas kucing yang terletak di sebuah taman di kawasan bersejarah Havana.

Annelie yang bekerja sebagai manajer restoran, menghabiskan sebagian besar penghasilannya untuk merawat kucing-kucing tersebut.

"Memiliki hewan yang kita rawat berarti kita harus memberi makan dan merawatnya," ujarnyaa.

Dia dan sekelompok sukarelawan kecil mulai memberi makan 15 kucing di Taman Aldameros pada awal pandemi. Kini, mereka merawat lebih dari 150 kucing. Berkat upaya mereka sendiri dan beberapa sumbangan, mereka berhasil memasang pompa air, kandang untuk kasus-kasus khusus, dan untuk anak-anak kucing.

Annelie juga menunjukkan angka yang menurutnya menggambarkan skala masalah yang sangat mengejutkan: pada awal dekade ini, sekitar tiga kucing yang ditelantarkan muncul di taman setiap minggu. Namun, tahun ini, jumlah tersebut melonjak menjadi 15 kucing per hari.

Sementara itu, di Kota Tua Havana, Nelida menceritakan dengan sedih bagaimana dia sering melihat orang-orang menyiksa, memukul, bahkan membunuh kucing-kucing jalanan.

"Selama saya masih hidup dan sehat dan orang-orang membantu saya," janji Nelida, "Saya akan selalu mencari makanan untuk mereka."