Liputan6.com, Warsawa - Dalam momen yang penuh haru dan bersejarah, Paus Yohanes Paulus II kembali ke tanah kelahirannya, Polandia, menjadi Paus Katolik Roma pertama yang mengunjungi negara itu sejak berada di bawah pemerintahan Komunis. Kedatangannya pada hari itu bukan hanya sekadar kunjungan, melainkan simbol kuat akan harapan, iman, dan persatuan.
Begitu tiba di Bandara Militer Okecie, Polandia, Paus langsung berlutut dan mencium tanah Polandia — sebuah gestur yang mencerminkan kecintaannya pada tanah air dan makna mendalam dari kepulangannya. Di sana, ia disambut oleh Kepala Negara Henryk Jablonski dan Primata Polandia, Kardinal Stefan Wyszynski, dikutip dari BBC, Senin (2/6/2025).
Dari bandara, Paus diarak dalam mobil terbuka melewati lautan manusia—sekitar dua juta orang—yang bersorak penuh semangat, meneriakkan, "Hidup Paus kami!" Antusiasme rakyat begitu terasa, dan itu berlanjut hingga ia tiba di Lapangan Kemenangan, di mana 250.000 orang lainnya telah menantinya untuk mengikuti misa terbuka yang dipimpinnya.
Advertisement
Ziarah yang Didorong ImanDalam pidato bersama Henryk Jablonski, Paus menegaskan bahwa kunjungannya semata-mata dilandasi alasan religius. Ia berharap perjalanan ini dapat memperkuat ikatan di antara sesama warga Polandia dan membuka jalan bagi hubungan yang lebih harmonis antara negara dan Gereja Katolik di tanah air tercinta.
“Saya mencium tanah Polandia, tanah di mana saya dibesarkan, tanah yang—melalui jalan tak terduga dari takdir—telah membawa saya ke Takhta Petrus di Roma. Hari ini, saya kembali sebagai peziarah,” ujar Paus dengan penuh emosi.
Dalam pidatonya yang berlangsung sekitar 15 menit, Paus juga mengenang luka mendalam yang ditinggalkan Perang Dunia II. Ia menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterima negaranya dari bangsa-bangsa lain, seraya menyampaikan kesedihannya atas kekecewaan yang juga harus mereka hadapi.
Suara Harapan dari Wilayah TertindasMomen mengharukan lainnya terjadi ketika Paus menyebut sebuah spanduk yang pernah ia lihat dibawa oleh umat Katolik asal Cekoslowakia. Spanduk itu bertuliskan: “Ingatlah, Ayah, anak-anak Ceko Anda.” Ia mengaku terharu melihatnya, dan berjanji tak akan melupakan mereka.
Kunjungan ini menjadi awal dari perjalanan resmi selama sembilan hari yang dipandang banyak pihak akan membawa dampak besar terhadap dinamika hubungan antara Gereja dan negara, tak hanya di Polandia, tetapi juga di kawasan Eropa Timur yang tengah bergulat dengan ketegangan ideologis.
Selama lawatannya, Paus dijadwalkan mengunjungi kota suci Czestochowa di selatan Polandia, tempat berdirinya biara Jasna Gora—rumah bagi ikon Madonna Hitam yang sangat dihormati umat Katolik.
Kembalinya Yohanes Paulus II ke tanah kelahirannya bukan hanya sekadar lawatan kepausan. Itu adalah sebuah pesan: tentang harapan yang tak pernah padam, tentang kekuatan iman, dan tentang cinta seorang pemimpin spiritual kepada bangsanya yang tetap membara meski badai sejarah terus menerpa.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520488/original/002175600_1782447973-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T112427.080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1238139/original/082014900_1521205275-pp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/692111/original/article-1374035-002AE5AD00000258-87_634x440.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4891677/original/000043600_1721008752-10_AP24196756280349.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504143/original/019730100_1782424741-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/934935/original/034536700_1437647124-AP_173328494831.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264147/original/086220300_1782096373-063_2282523599.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/916085/original/009668100_1435788780-Cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261449/original/024360400_1781704034-000_B7CB6XN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530300/original/023508000_1782462492-AP26175847717345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528304/original/000911800_1782459714-AP26177049351866.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5448078/original/040755400_1765983961-Barcelona-Pau-Cubarsi.jpg)