Liputan6.com, Vatican City - Wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April 2025 membuka babak baru dalam sejarah Gereja Katolik.
Selain memulai rangkaian ritus pemakaman dan persiapan konklaf, perhatian publik kembali tertuju pada salah satu simbol tertinggi dalam kepausan: Fisherman’s Ring atau Cincin Nelayan.
Lebih dari sekadar perhiasan, cincin ini memegang peranan penting dalam transisi kepemimpinan rohani bagi 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia.
Advertisement
Apa Itu Cincin Nelayan Paus?
Mengutip News Week, Rabu (7/5/2025), Cincin Nelayan yang juga dikenal sebagai Piscatory Ring, adalah cincin resmi yang dikenakan oleh paus dan menjadi simbol kekuasaan spiritualnya. Cincin ini menampilkan gambar Santo Petrus—rasul pertama yang dikenal sebagai nelayan dan dianggap sebagai paus pertama—sedang memegang dua kunci, yang melambangkan otoritas Gereja.
Secara tradisional, cincin ini digunakan untuk menyegel dokumen-dokumen resmi sebagai penanda keaslian. Namun lebih dari fungsi administratif, cincin ini menjadi lambang kesinambungan spiritual antara setiap paus dan Santo Petrus, yang dipercaya menerima langsung amanah dari Kristus.
Berbeda dari pendahulunya, Paus Fransiskus memilih cincin sederhana berbahan perak berlapis emas, hasil rancangan Enrico Manfrini. Desain tersebut awalnya dibuat untuk Paus Paulus VI namun tidak pernah dicetak.
Cincin itu akhirnya diberikan kepada Fransiskus dan menggambarkan St. Petrus dengan dua kunci.
Selama masa kepemimpinannya, Fransiskus juga sering terlihat mengenakan cincin peraknya yang polos dengan salib—cincin yang telah ia pakai sejak menjabat sebagai uskup. Pilihan ini mencerminkan gaya hidup sederhana yang menjadi ciri khasnya.
Cincin Dimusnahkan Setelah Paus Wafat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5196314/original/085610900_1745399727-20250423-Iring_iringan_Jenazah_Paus-AFP_10.jpg)
Salah satu ritual penting yang terjadi setelah wafatnya paus adalah penghancuran cincin tersebut. Biasanya cincin ini dihancurkan secara simbolis menggunakan palu atau dilebur. Tindakan ini memiliki dua makna utama yakni:
- Mencegah Penyalahgunaan: Penghancuran mencegah kemungkinan cincin digunakan untuk memalsukan dokumen atau klaim otoritas.
- Menandai Akhir Kepausan: Dengan menghilangkan simbol kekuasaan paus sebelumnya, Gereja menegaskan bahwa kepemimpinan telah berakhir dan memberi jalan bagi pemimpin baru.
Setelah paus baru terpilih melalui konklaf, protodiakon akan mengumumkan “Habemus Papam” dari balkon Basilika Santo Petrus. Tidak lama kemudian, dalam upacara resmi, paus baru akan menerima cincin baru—disematkan di jarinya sebagai tanda bahwa ia kini adalah penerus sah St. Petrus.
Ritus penyerahan cincin ini biasanya dilakukan bersamaan dengan Misa Inaugurasi, momen penting yang memperkenalkan paus baru kepada dunia dan memulai masa kepemimpinannya secara resmi.
Advertisement
Tak Ternilai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4936039/original/011970300_1725420991-Paus_Fransiskus_tiba_di_Istana_Kepresidenan_Jakarta-AP__8_.jpg)
Meskipun berat dan bahan cincin dapat dinilai dari sisi ekonomi—sekitar 30 gram emas murni dengan nilai pasar sekitar USD 2.000 hingga USD 2.500 (sekitar Rp33-41 juta)—nilai sebenarnya dari cincin nelayan melampaui ukuran materi. Ia membawa bobot sejarah, spiritualitas, dan kesinambungan institusi religius tertua di dunia.
Dalam tradisi Katolik, mencium cincin paus merupakan bentuk penghormatan.
Namun Paus Fransiskus dan pendahulunya, Benediktus XVI, kerap menghindari praktik ini, khususnya demi alasan kesehatan dan kebersihan.
Pada 2019, Fransiskus sempat menarik tangannya berulang kali saat umat mencoba mencium cincinnya, memicu perdebatan luas. Namun Vatikan menegaskan bahwa alasannya murni karena kekhawatiran terhadap penularan penyakit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5194776/original/095142600_1745307421-1080x1080_02__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1904348/original/089463900_1710751377-WhatsApp_Image_2024-03-18_at_3.42.29_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5211077/original/076250400_1746525098-GKM556NBNEZXA6MN5XYX3KKGVI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/42/original/030046100_1469523349-Tanti_Edit.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1541481/original/029951000_1489915850-2022-World-Cup-006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)