ASEAN Tidak Kompak Soal Perang Hamas Vs Israel: Ada yang Bela Israel, Netral, dan Mengecam

Negara-negara ASEAN kembali tidak kompak dalam menyikapi konflik internasional. Setelah dikabarkan tidak satu suara soal konflik Myanmar, kini ASEAN juga tidak satu suara soal isu Hamas vs Israel.

Diterbitkan 12 Oktober 2023, 14:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Negara-negara ASEAN kembali tidak kompak dalam menyikapi konflik internasional. Setelah dikabarkan tidak satu suara soal konflik Myanmar, kini ASEAN juga tidak satu suara soal isu Hamas vs Israel. 

Apabila Indonesia cenderung pro-Palestina dan menolak hubungan diplomasi, hal itu berbeda dari sejumlah negara ASEAN seperti Vietnam, Singapura, Thailand, dan Filipina yang punya kedubes di Israel.

Berikut bermacam reaksi berbagai negara ASEAN soal perang Hamas vs Israel, merangkum beragam sumber, Kamis (12/11/2023):

Indonesia

Presiden Indonesia Joko Widodo meminta agar kekerasan di Jalur Gaza segera dihentikan. Ia turut menyorot bagaimana wilayah Palestina diduduki oleh Israel.

"Akar konflik tersebut yaitu pendudukan wilayah Palestina oleh Israel harus segera diselesaikan sesuai parameter yang diselesaikan PBB," jelas Jokowi.

Malaysia

Negeri jiran Malaysia memberikan reaksi yang keras terhadap Israel. Perdana Menteri Anwar Ibrahim dan politisi senior Mahathir sama-sama memberikan kecaman. 

Melalui Instagram, Anwar Ibrahim mengaku sudah bertemu kelompok-kelompok pro-Palestina di negaranya yang ingin membantu warga Palestina yang ia sebut "ditindas Zionis tanpa henti di Gaza".

Sementara, Mahathir turut mengkritik Amerika Serikat dan narasi media Barat yang dituding mendukung Israel.

"Rakyat Palestin ditekan, manakala Gaza dijadikan penjara terbuka. Sesekali apabila Palestin membuat serangan balas, mereka akan berhadapan kekuatan penuh IDF yang dibekalkan senjata oleh kuasa besar khususnya Amerika Syarikat," ujar Mahathir melalui akun X. 

Brunei

Menurut laporan The Star, Kemlu Brunei meminta agar semua pihak menahan diri dan mengikuti hukum intenrasional. Brunei juga menegaskan dukungannya pada Palestina.

Filipina Bela Israel

Filipina: Israel Punya Hak

Ada sejumlah warga Filipina yang menjadi korban serangan Hamas ke Israel. Menteri Luar Negeri Filipina Enrique Manalo menyebut bahwa Israel punya hak untuk mempertahankan diri terhadap serangan Hamas. 

Berdasarkan laporan Philippines News Agency, ada tujuh warga Filipina yang diduga menjadi korban penculikan Hamas. Pihak Kemlu Filipina berkata ada 30 ribu orang Filipina yang bekerja di Israel. 

Warga Filipina lantas diminta agar menunda dulu perjalanan ke Israel. 

Situs Presidential Communication Office menyebut ada dua warga Filipina yang tewas karena serangan Hamas. Duta Besar Filipina untuk Israel, Pedro Laylo Jr., berkata ia telah berbicara dengan istri salah satu korban.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. juga telah bertemu dengan Duta Besar Israel untuk Filipina Ilan Fluss pada Rabu siang kemarin. Ia berterima kasih ke Israel karena menolong lebih dari 20 orang Filipina dari konflik itu.

"Ia (Presiden Marcos) juga memastikan Fluss bahwa Filipina akan selalu berdiri bersama Israel melawan serangan-serangan teroris oleh Hamas," tulis situs Presidential Communication Office.

Kecam Serangan Hamas

Ada negara ASEAN yang mengecam serangan Hamas ke Israel, meski tidak eksplisit mendukung atau mengecam salah satu pihak yang bertikai.

Thailand: Ingin Warganya Pulang

Di Twitter, Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin mengecam serangan Hamas ke Israel. Namun, fokus utamanya adalah agar warga Thaialnd selamat.

Sama seperti Vietnam dan Filipina, ada juga warga Thailand yang bekerja di Israel. 

Berdasarkan rilis resmi situs Kemlu Thailand, Rabu (11/10/2023), ada 20 warga Thailand yang tewas akibat konflik Israel-Hamas. Ada juga 14 orang Thailand yang menjadi tawanan. 

Pihak Kemlu Thailand juga meminta agar kedua pihak menghentikan aksi-aksi yang memperparah situasi. 

Singapura: Mengecam Keras Serangan Hamas 

Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Singapura pada 7 Oktober 2023, pemerintah Singapura mengecam serangan dari Gaza ke Israel.

"Singapura dengan kuat mengecam serangan roket dan teror dari Gaza ke Israel yang mengakibatkan kematian dan luka-luka terhadap begitu banyak warga sipil yang tidak bersalah," tulis pernyataan Kemlu Singapura.

Singapura meminta kedua belah pihak agar menghindari eskalasi, serta meminta warga Singapura di Israel untuk tetap waspada dan terus berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Singapura.

Netral

Vietnam

Viet Nam News melaporkan bahwa Kemlu Vietnam meminta agar semua pihak-pihak yang terlibat agar menahan diri agar tidak melakukan tindakan yang memperumit situasi.

Warga Vietnam yang berada di Israel diminta menjauhi daerah konflik. Kedutaan Besar Vietnam di Israel juga siap membantu di kondisi darurat.

Kamboja 

Menurut laporan Phnom Penh Post pada 8 Oktober lalu, ada seorang pelajar dari Kamboja yang tewas akibat perang Israel-Hamas.

Ada 450 warga Kamboja di Israel, mayoritas belajar agrikultur. Kemlu Kamboja telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Israel untuk memastikan keselamatan rakyat Kamboja.

Meski demikian, pemerintah Kamboja tidak mengecam atau membela pihak mana pun.

Laos

Kemlu Laos turut memberikan pernyataan yang netral dan meminta agar semua pihak untuk menahan diri. 

Selain itu, Laos mendukung agar negosiasi untuk adanya solusi dua negara bisa dilanjutkan agar Palestina dan Israel bisa hidup berdampingan.