Sukses

Berkat Operasi Marvel, Polisi Nyamar Jadi Pahlawan Super Bekuk Geng Kriminal Saat Halloween

Liputan6.com, Lima - Polisi Peru di Kota Lima baru-baru ini mendapat perhatian internasional berkat operasi tak biasa, di mana petugas menyamar sebagai pahlawan super Marvel untuk membongkar sebuah keluarga kriminal.

Melansir dari Odditycentral, Sabtu (12/11/2022), dalam sebuah video yang beredar di dunia maya sekitar dua minggu ini, polisi yang menyamar sebagai Captain America, Thor, Spiderman, dan Cat Woman terlihat mendengarkan pengarahan untuk 'Operasi Marvel'.

Setelah itu mereka berjalan ke mobil dan pergi ke lokasi tujuan mereka, sebuah operasi kriminal yang dijalankan oleh keluarga Mariategui, spesialis pengedar narkoba.

Para pahlawan super dengan santai berjalan menuju tujuan mereka, kemudian mendobrak pintu sebuah rumah, dan menangkap target mereka secara mengejutkan.

Penyamaran polisi berkedok pahlawan super untuk menangkap geng kriminal saat Halloween cukup tak terdeteksi, kostum dan musik epik dari speaker portabel yang mereka bawa benar-benar membantu mereka berbaur.

Seorang juru bicara polisi mengatakan, mereka secara khusus merencanakan Operasi Marvel untuk memastikan agar penduduk setempat tidak punya waktu untuk memperingatkan geng kriminal Mariategui bahwa polisi sedang mendekati markas mereka. Halloween memberikan kesempatan yang sempurna untuk rencana itu.

Saat para pahlawan super memasuki rumah target, para tersangka di dalamnya tampak bingung melihat polisi berkedok tim Marvel itu masuk ke rumahnya dan menyuruh mereka turun ke lantai.

Menurut pernyataan polisi, mereka yang ditangkap terlibat dalam perdagangan narkoba dan pemimpin geng tersebut baru saja dibebaskan dari penjara. Dalam penggerebekan itu, pasta bahan kokain, ganja dan, kokain hidroklorida disita.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Polisi Menyamar Jadi Pencuci Kaca Mobil untuk Menilang Pengguna HP

Polisi memang harus memiliki konsep yang cerdas bahkan kreatif untuk menangkap pelaku kriminal. Di negeri kangguru Australia, ada cara unik untuk mengatasi pengemudi bandel.

Satuan polisi Victoria merazia pengemudi yang bermain HP dengan berpura-pura sebagai pembersih kaca mobil. Salah satu daerah yang ditempati polisi yaitu persimpangan di Nunawading, Melbourne. Demikian dilansir nzherald.co.nz (14/11/2018).

Aksi polisi yang menyamar ini juga sempat tertangkap kamera pengemudi mobil dan membagikannya ke akun media sosial Facebook dan menjadi viral.

"Ini luar biasa. Polisi yang menyamar, berpura-pura menjadi pencuci kaca depan dan menangkap orang-orang di lampu merah," tulisnya.

Razia polisi dalam meminimalisir kecelakaan akibat penggunaan HP ini memang dianggap menjadi ancaman serius. Bahkan kepolisian Victoria sempat memberikan pernyataan bahwa mereka akan melakukan pengamatan rahasia, terhadap para driver yang bandel karena menggunakan HP saat mengemudi.

Biasanya, polisi yang menyamar akan mendekat dan memberikan kode kepada rekan lainnya. Setelah itu, polisi berserama akan melakukan penilangan sesuai dengan petunjuk rekannya yang mengintai.

Di Australia sendiri, pengemudi yang menggunakan telepon genggam dapat dikenakan sanksi sebesar US$ 484. Sedangkan petugas yang menyamar tidak diketahui jumlahnya.

3 dari 4 halaman

Tangkap Komplotan Begal Sadis, Polisi di Medan Menyamar Jadi Emak-Emak

Tak hanya di luar negeri, polisi Indonesia juga melakukan penyamaran dalam operasinya. Salah satu yang berkesan, tiga tahun lalu, tim Pegasus Polsek Medan Timur meringkus komplotan begal sadis dengan menyamar menjadi emak-emak.

Kapolsek Medan Timur, Kompol M Arifin, mengatakan komplotan begal sadis yang diamankan adalah Ipan Ardiansyah alias Gopal (24) M. Ferdiansyah alias Popoy (17), dan Sopan Yohansyah alias Yoyo (21).

"Kita berpikir keras mencari cara untuk memancing para pelaku keluar dari persembunyiannya. Berkat kerja sama yang baik, akhirnya kita berhasil meringkus para pelaku. Kita menyamar jadi emak-emak," kata Arifin, Selasa (16/7/2019).

Dijelaskan Arifin, penangkapan komplotan begal berawal dari laporan korban, Indah Kristiani Siringo Ringo, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), yang dirampok di Jalan Perkebunan, Pulau Brayan, Medan Perjuangan.

Mendapat laporan korban, Tim Pegasus Polsek Medan Timur melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Tidak butuh waktu lama, tim berhasil mengidentifikasi para pelaku dan mengamankan pimpinan komplotan begal Ipan Ardiansyah alias Gopal di tempat persembunyinnya, Jalan Pancing, Gang Seroja, Kecamatan Medan Deli, Senin, 15 Juli 2019.

4 dari 4 halaman

Perangi Covid-19, Polisi Menyamar Jadi Sinterklas Bagikan Masker di Gorontalo

Sementara itu, polisi di Gorontalo menyamar sebagai sinterklas jelang Natal saat pandemi 2020.

Pandemi Covid-19 membuat perayaan Natal tidak semarak seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun hal itu bukan berarti mengurangi keceriaan perayaan Natal dan Tahun Baru. Di Gorontalo misalnya, para polisi dari Polres Gorontalo Kota berubah menjadi sinterklas. Sambil menyapa warga dan membagikan masker, para sinterklas ini terus mengingatkan siapa pun yang lewat akan pentingnya protokol kesehatan.

Wakapolres Gorontalo Kota, Kompol Lufti Amir kepada Liputan6.com, Kamis (24/12/2020) mengatakan, kegiatan membagi-bagikan masker menggunakan kostum sinterklas merupakan upaya kepolisian untuk mengajak masyarakat tetap disiplin dan patuh pada protokol kesehatan, mengingat pandemi Covid-19 di Indonesia belum berakhir.

"Anggota ini kami sebar di beberapa titik keramaian di Kota Gorontalo. Terutama di mal dan persimpangan jalan yang cukup banyak orang berlalu-lalang," kata Lufti Amir.

Bahkan tak hanya membagikan masker, polisi-polisi sinterklas ini juga memberikan hadiah bagi warga yang patuh terhadap protokol kesehatan.

Menurut Lufti cara ini sangat efektif dan lebih humanis dalam rangka penegakan disiplin protokol kesehatan di masyarakat. Bahkan tak jarang polisi-polisi sinterklas ini menjadi sasaran selfie dan foto bersama warga yang melintas.

"Jadi bukan hanya protkes saja yang kami jalankan, akan tetapi tugas kami memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat peryaan Natal hingga Tahun Baru nanti," katanya menambahkan. 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS