Sukses

Dubes Muliaman Hadad Sebut 15-20 Insiden Seperti Eril Terjadi di Sungai Aare Swiss Setiap Tahun

Liputan6.com, Bern - Emmeril Khan Mumtaz, putra sulung Ridwan Kamil hilang di Sungai Aare, Swiss dalam perjalanannya mencari beasiswa S2 di sana. 

Hingga kini, pihak KBRI Bern di Swiss terus melakukan upaya pencarian anak Ridwan Kamil hilang yang melibatkan berbagai pihak seperti polisi sungai, polisi medis hingga pemadam kebakaran.

Sementara itu, Dubes RI di Swiss Muliaman Hadad mengatakan bahwa di tengah indahnya sungai Aare, sedikitnya 15-20 insiden serupa terjadi setiap tahun. 

"Kemarin kita tanyakan kepada pihak polisi dan tim SAR, dari mereka kita memperoleh informasi setiap tahun kejadian serupa terjadi 15-20 kasus setiap tahun. Jadi kenapa cukup banyak, karena ini tempat di mana orang berenang," ujar Dubes Muliaman.

Ia juga menambahkan bahwa di sungai tersebut, sebenarnya sudah ada sejumlah lambang peringatan. Selain itu, pengunjung juga dapat mengecek website lokal dari pengelola sungai tentang berapa suhu air saat itu hingga perkiraan deras arus air. 

"Rata-rata arus 180-230 meter kubik per detik, selalu disampaikan pemerintah lokal. Saya menyampaikan bahwa sudah cukup banyak informasi yang bisa diakses pengunjung. Biasanya masyarakat langsung mengacu pada sumber informasi semacam itu sebelum berenang," papar Dubes Muliaman.

Dengan panjang 288 kilometer, Sungai Aare Swiss adalah sungai terpanjang yang mengalir sepenuhnya di Swiss. Sepanjang rutenya, ia bertemu dengan banyak desa dan kota, juga berkelok-kelok melalui berbagai lanskap yang mengesankan.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Upaya KBRI Bern

KBRI Bern di Swiss, melalui Duta Besar Muliaman Hadad menerima laporan atas hilangnya seorang Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Emmeril Khan Mumtaz, yang merupakan putra sulung dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. 

"Saya menerima kabar sekitar pukul 11.24 waktu Swiss bahwa pada pukul 9.40 ada laporan hilangnya seorang WNI," ujar Muliaman Hadad, dalam konferensi pers dengan awak media, Sabtu (28/5/2022). 

Setelah menerima laporan, Dubes Muliaman bersama dengan sejumlah staff KBRI segera menghampiri lokasi kejadian yakni Sungai Aare, yang kemudian bertemu dengan pihak keluarga di sana. 

Staff KBRI langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk melakukan upaya pencarian, termasuk dengan polisi, rumah sakit dan hotel di sekitar lokasi. Selanjutnya, pihak polisi juga melakukan penyusuran di sungai tersebut.

Upaya pencarian melibatkan polisi sungai, polisi medis serta pemadam kebakaran. 

Dalam upaya pencarian tersebut, Tim SAR melakukan pemindaian dengan drone dengan sensor yang mendeteksi panas tubuh.

Dubes Muliaman melaporkan bahwa ketika kejadian tersebut, suhu sungai Aare 16 derajat celcius dengan arus yang cukup kuat dan keruh karena faktor melelehnya salju.

Upaya pencarian dilakukan hingga Kamis sore menggunakan perahu namun belum memperoleh hasil yang diharapkan. 

3 dari 4 halaman

Lanjutan Upaya Pencarian

Pihak KBRI terus melakukan koordinasi termasuk dengan pihak Kementerian Luar Negeri dalam upaya pencarian Eril. Sementara Tim SAR dan pihak kepolisian pun menyatakan bahwa upaya pencarian ini merupakan prioritas utama mereka saat ini. 

Kemudian pada Jumat (27/5/2022), upaya pencarian kemudian mengerahkan sekitar 20 personel dari berbagai pihak polisi. 

Pencarian dilakukan di sepanjang sungai dengan panjang 17 kilometer. 

Pihak berwenang terus berharap dapat menemukan tanda-tanda atau petunjuk yang dapat membantu proses pencarian oleh tim SAR. 

Proses dan upaya pencarian ini terus melibatkan semua pihak, dan dipantau oleh Direktur Perlindungan WNI. 

Dubes Muliaman menambahkan bahwa kondisi sungai saat ini sedikit kurang mendukung karena wana air agak keruh, lantaran pengaruh salju yang meleleh. Namun, ia juga mengatakan bahwa upaya pencarian saat ini juga melibatkan masyarakat setempat, yang diharapkan dapat membantu upaya pencarian Eril. 

4 dari 4 halaman

Kronologi Hilangnya Emmeril

Emmiril Khan Mumtadz yang diketahui merupakan anak laki-laki Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dilaporkan hilang terseret arus Sungai Aare, Swiss, Kamis siang kemarin waktu setempat.

Emmiril terseret arus ketika sedang berenang. Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss, Muliaman D Hadad, menyebut bahwa tim SAR dan pihak berwenang masih terus melakukan pencarian.

Eril diketahui tengah berenang bersama adik dan kawannya. Saat ingin naik ke permukaan, Eril terseret arus sungai yang cukup deras yang sebelumnya sempat mendapat bantuan dari kawannya.

Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 26 Mei 2022 siang hari waktu Swiss dengan kondisi cuaca cerah. Ketika peristiwa itu terjadi, Ridwan Kamil tengah berada di Inggris dalam kegiatan pemerintahan di luar negeri bersama delegasi dari Pemprov Jawa Barat.

Pencarian sempat dihentikan sementara pada 26 Mei 2022 karena hari sudah mulai gelap dan rencananya akan dilanjutkan keesokan paginya.

Pihak keluarga Ridwan Kamil sendiri tengah berada di Swiss. Emmeril Khan Mumtadz merupakan anak pertama dari Ridwan Kamil dan istri, Atalia Praratya.