Sukses

Asteroid Seukuran 4 Kali Empire State Building Meluncur ke Arah Bumi pada 27 Mei 2022

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah asteroid sebesar empat kali ukuran Empire State Building akan mendekat ke Bumi pada 27 Mei 2022, menurut NASA Center for Near Earth Object Studies (CNEOS). Asteroid yang bernama 7335 (1989 JA) akan mendekat ke Bumi sekitar 2,5 juta mil (4 juta kilometer) — atau hampir 10 kali jarak rata-rata antara Bumi dan bulan. 

Namun, mengingat ukuran batu ruang angkasa ini yang sangat besar (berdiameter 1,1 mil, atau 1,8 km) dan relatif dekat dengan Bumi, NASA telah mengklasifikasikan asteroid itu sebagai "berpotensi berbahaya," yang berarti dapat melakukan kerusakan besar pada planet kita jika orbitnya pernah berubah dan batu itu berdampak pada Bumi, seperti dilansir Live Science, Selasa (24/5/2022). 

Menurut NASA, 7335 (1989 JA) adalah asteroid terbesar yang akan melakukan pendekatan dekat ke Bumi pada 2022. Para ilmuwan memperkirakan asteroid itu bergerak dengan kecepatan sekitar 47.200 mph (76.000 km/jam), atau 20 kali lebih cepat dari peluru yang melaju kencang. 

Batuan antariksa itu tidak akan mendekat lagi ke Bumi sampai 23 Juni 2055, ketika ia akan melewati lebih jauh atau dalam jarak sekitar 70 kali jarak antara Bumi dan bulan.

Asteroid ini adalah salah satu dari lebih dari 29.000 objek dekat Bumi (NEO) yang dilacak NASA setiap tahun. NEO mengacu pada objek astronomi apa pun yang melintas dalam jarak sekitar 30 juta mil (48 juta km) dari orbit Bumi, menurut NASA. 

Sebagian besar benda-benda ini sangat kecil; 7335 (1989 JA) berukuran lebih besar dari sekitar 99% NEO yang diikuti NASA, kata badan tersebut.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 
2 dari 4 halaman

Jenis Asteroid

7335 (1989 JA) juga masuk ke dalam kelas asteroid yang disebut kelas Apollo — yang mengacu pada asteroid yang mengorbit matahari sementara secara berkala melintasi orbit Bumi, Live Science sebelumnya melaporkan. 

Para astronom mengetahui sekitar 15.000 asteroid semacam itu.

NASA memantau NEO seperti ini dengan cermat, dan baru-baru ini meluncurkan misi untuk menguji apakah asteroid yang berpotensi berbahaya suatu hari nanti dapat dibelokkan dari jalur tabrakan dengan Bumi. 

Pada November 2021, NASA meluncurkan pesawat luar angkasa yang disebut Double Asteroid Redirection Test (DART), yang akan bertabrakan langsung dengan asteroid Dimorphos selebar 525 kaki (160 meter) pada musim gugur 2022. 

Tabrakan itu tidak akan menghancurkan asteroid , tetapi itu mungkin sedikit mengubah jalur orbit batu, Live Science melaporkan sebelumnya.

3 dari 4 halaman

China Akan Bangun Sistem Pertahanan Bumi dari Ancaman Asteroid

China akan membangun sistem pemantauan dan pertahanan yang melindungi planet Bumi dari bahaya asteroid dekat Bumi (near-Earth asteroid/NEA).

Wu Yanhua, wakil direktur Administrasi Ruang Angkasa Nasional China (China National Space Administration/CNSA), mengatakan kepada CCTV News China baru-baru ini bahwa negaranya akan mulai membangun sistem pemantauan dan peringatan NEA berbasis Bumi dan luar angkasa, guna memastikan keamanan, stabilitas, dan ketertiban operasi pesawat luar angkasa.

China akan mengategorikan risiko-risiko yang ditimbulkan oleh NEA dan mengeksplorasi sejumlah teknik untuk menetralisir risiko tersebut, kata Wu, dilansir Xinhua, Senin (25/4/2022).

Lebih lanjut, China berencana untuk membuat sistem pertahanan NEA, memetakan cetak biru pertahanan NEA, dan mengembangkan perangkat lunak virtual untuk menyimulasikan sejumlah skenario risiko yang diturunkan dari NEA.

China berharap dapat mendekati sebuah asteroid untuk diamati secara cermat sebelum menabrak asteroid tersebut guna mengubah orbitnya pada 2025 atau 2026 mendatang, sebuah latihan untuk mencegah NEA menimbulkan ancaman terhadap planet kita di masa depan, menurut Wu.

4 dari 4 halaman

Misi Dart NASA

Sebuah pesawat ruang angkasa telah diluncurkan dalam misi untuk menguji teknologi yang suatu hari nanti dapat mengarahkan asteroid berbahaya keluar jalur.

Misi Dart NASA ingin melihat betapa sulitnya menghentikan batu luar angkasa yang besar agar tidak bertabrakan dengan Bumi. Pesawat ruang angkasa akan menabrak objek yang disebut Dimorphos untuk melihat seberapa besar kecepatan dan jalurnya dapat diubah. Jika bongkahan puing kosmik berukuran beberapa ratus meter bertabrakan dengan planet kita, itu bisa menyebabkan kehancuran di seluruh benua. Demikian seperti dikutip dari laman BBC, Rabu (24/11/2021). 

Sebuah roket Falcon 9 yang membawa pesawat ruang angkasa Dart meluncur pada pukul 06:20 GMT pada hari Rabu dari Vandenberg Space Force Base di California.

Ini adalah upaya pertama untuk membelokkan asteroid dengan tujuan mempelajari cara melindungi Bumi, meskipun asteroid khusus ini tidak menimbulkan ancaman.

"Dart hanya akan mengubah periode orbit Dimorphos dalam jumlah kecil. Dan hanya itu yang diperlukan jika asteroid ditemukan jauh sebelumnya," kata Kelly Fast, dari kantor koordinasi pertahanan planet NASA.