Sukses

Jerman Terancam Kekurangan Botol Bir, Ada Fenomena Apa?

, Berlin - Media Jerman pada Rabu 18 Mei 2022 melaporkan bahwa produsen bir negara tersebut telah memperingatkan kemungkinan tidak akan tersedia cukup botol bir untuk musim panas tahun ini.  

"Kekurangan (botol) paling lambat akan terlihat saat musim panas," kata Holger Eichele, kepala eksekutif federasi pembuat bir Jerman (Deutsche Brauer-Bund), kepada surat kabar Jerman Bild.

Dia menambahkan bahwa situasinya "sangat mengkhawatirkan."

Sementara Stefan Fritsche, wakil kepala Asosiasi Produsen Bir Berlin-Brandenburg, mengatakan bahwa kekurangan botol bir terutama memengaruhi pabrik kecil dan menengah. "Ini mengancam keragaman pasar bir Jerman."

Seorang juru bicara salah satu produsen bir terbesar di Jerman, Bitburger, mengatakan kepada Bild bahwa permintaan botol di pasar "saat ini kerap melebihi pasokan yang ada."

Konsumen di Jerman akhirnya membayar deposit untuk botol kaca dan plastik. Deposit akan didapatkan kembali jika mereka mengembalikan botol tersebut.

Minum di luar ruangan saat musim panas tahun ini diperkirakan akan kembali ke tingkat pra-pandemi, setelah pemerintah Jerman telah melonggarkan hampir semua pembatasan COVID-19.

Apa Penyebab Kelangkaan?

Terutama, biaya energi yang akhir-akhir ini meningkat secara drastis merupakan beban bagi para produsen botol dan pabrik bir.

Eichele mengatakan bahwa alasan lain kelangkaan botol bir adalah kurangnya pengemudi truk, yang mengakibatkan terganggunya rantai pasokan.

"Siapa yang tidak memiliki kontrak jangka panjang, sekarang harus membayar 80% lebih mahal untuk botol baru dibandingkan tahun lalu," kata Eichele.

"Beberapa pabrik terancam akan menghentikan produksi, karena mungkin dalam waktu dekat tidak memiliki botol lagi."

"Semakin panas musim panas, semakin sulit situasinya," kata Eichele.

Dia mengimbau para konsumen mengembalikan botol kosong mereka secepat mungkin untuk membantu meredakan situasi. "Jangan menimbun botol kosong di ruang bawah tanah, tetapi kembalikan ke pengecer secepat mungkin."

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Kentang Jadi Barang Langka di Kanada dan Jepang, Dipicu Bencana Iklim?

Bicara soal kelangkaan, campuran kekeringan di padang rumput Kanada dan banjir di pantai Pasifik telah menyebabkan produksi tanaman dan kesengsaraan pengiriman sekarang menyebabkan kekurangan kentang goreng dan mustard internasional.

Di Jepang, misalnya, McDonald's telah dipaksa untuk menjatah kentang goreng karena banjir British Columbia menekan impor kentang, sementara produsen mustard di Prancis memperkirakan kenaikan harga yang curam karena kekeringan di bagian lain Kanada – produsen biji-bijian mustard terbesar di dunia – telah memotong rantai pasokan.

"Ketika kita melihat kembali keadaan sektor pertanian pada tahun 2021, kita dapat mengatakan tahun ini telah ditandai oleh peristiwa cuaca perubahan iklim yang ekstrem," kata Menteri Pertanian Marie-Claude Bibeau dalam sebuah pidato baru-baru ini sebagaimana diwartakan AFP, dikutip dari MSN News, Sabtu (25/12/2021).

"Itu termasuk kekeringan terburuk dalam 60 tahun di Kanada Barat dan sungai-sungai atmosfer yang menghancurkan di British Columbia," katanya kepada petani ternak dan peternak yang telah berjuang untuk mengamankan jerami yang cukup untuk memberi makan hewan mereka saat padang rumput mengering.

Menurut data pemerintah, petani di Kanada menghasilkan lebih banyak jagung tetapi lebih sedikit gandum, canola, barley, kedelai dan gandum pada tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2020.

Hasil yang lebih rendah – yang menurut Statistik Kanada menandai penurunan terbesar dari tahun ke tahun dalam catatan, jatuh ke tingkat yang tidak terlihat dalam lebih dari satu dekade – sebagian besar didorong oleh kondisi kekeringan di Kanada Barat.

Keith Currie dari Federasi Pertanian Kanada mengatakan kepada AFP: "Ada banyak kecemasan dalam komunitas pertanian." Beberapa petani telah kehilangan segalanya, yang lain mempertimbangkan untuk berhenti karena masa depan terlihat suram.

Selengkapnya di sini...

3 dari 4 halaman

Sri Lanka Kehabisan Bensin Saat Krisis Ekonomi Terburuk dalam 70 Tahun

Sementara itu, Perdana Menteri baru Sri Lanka mengatakan negara itu kehabisan bensin, di tengah menghadapi krisis ekonomi terburuk dalam lebih dari 70 tahun.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, PM Sri Lanka Ranil Wickremesinghe mengatakan negara itu sangat membutuhkan $75 juta (£60,8 juta) mata uang asing dalam beberapa hari ke depan untuk membayar impor penting.

Mengutip BBC, Selasa (17/5/2022), PM Wickremesinghe disebutkan juga mengatakan bank sentral harus mencetak uang untuk membayar gaji pemerintah.

Wickremesinghe juga mengatakan maskapai milik negara Sri Lanka Airlines mungkin akan diprivatisasi.

Perekonomian negara kepulauan itu telah terpukul keras oleh pandemi COVID-19, kenaikan harga energi, dan pemotongan pajak populis. Kekurangan kronis mata uang asing dan inflasi yang melonjak telah menyebabkan kekurangan obat-obatan, bahan bakar, dan kebutuhan pokok lainnya yang parah.

Di ibu kota Kolombo, becak, alat transportasi paling populer di kota, dan kendaraan lain mengantre di pom bensin.

"Saat ini, kami hanya memiliki stok bensin untuk satu hari. Beberapa bulan ke depan akan menjadi yang paling sulit dalam hidup kami," kata Wickremesinghe, yang ditunjuk sebagai perdana menteri pada Kamis 12 Mei.

Namun, pengiriman bensin dan solar menggunakan jalur kredit dengan India dapat menyediakan pasokan bahan bakar dalam beberapa hari ke depan, tambahnya.

Wickremesinghe mengatakan bank sentral negara itu harus mencetak uang untuk membantu memenuhi tagihan upah pemerintah dan komitmen lainnya.

"Di luar keinginan saya sendiri, saya terpaksa mengizinkan pencetakan uang untuk membayar pegawai negeri dan membayar barang dan jasa penting. Namun, kita harus ingat bahwa mencetak uang menyebabkan Depresiasi rupee," katanya.

Dia juga mengusulkan penjualan Sri Lanka Airlines sebagai bagian dari upaya menstabilkan keuangan negara. Maskapai kehilangan 45 miliar rupee Sri Lanka ($ 129,5 juta; £ 105 juta) pada tahun yang berakhir Maret 2021.

Selengkapnya di sini...

4 dari 4 halaman

Inggris Terancam Kehabisan Pasokan Air Bersih pada 2050

Wilayah Inggris disebut tengah menghadapi ancaman kekurangan pasokan air bersih pada 2050 mendatang, kecuali segera diambil tindakan cepat untuk mengefisiensikan penggunaan di sektor rumah tangga dan industri.

Badan Lingkungan Hidup Inggris memeringatkan dalam laporan barunya, bahwa air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan 20 juta orang, atau sekitar tiga miliar liter, hilang karena kebocoran setiap hari.

Dikutip dari BBC pada Kamis (24/5/2018), pertumbuhan penduduk dan dampak perubahan iklim diperkirakan akan menambah tekanan terhadap pasokan air bersih di Negeri Ratu Elizabeth II.

Pada tahun 2016, diketahui sekitar 9.500 miliar liter air tawar diambil dari sungai, danau, waduk dan sumber-sumber air bawah tanah. Jumlah tersebut digunakan sebanyak 55 persen oleh perusahaan air publik, 27 persen untuk pembangkit listrik, dan sisanya oleh industri.

Menurut Badan Lingkungan Hidup, ekstraksi air tanah pada 2017, tidak pada tingkat yang berkelanjutan, yakni 28 persen dari penyedotan langsung dan 18 persen dari saluran mata air via sungai.

Esktraksi yang tidak berkelanjutan itu berarti bahwa setidaknya 6-15 persen badan air sungai tidak mencapai "status ekologi atau potensi yang baik".

Mayoritas aliran air kapur juga gagal memenuhi standar kelayakan, di mana ekstraksi berlebihan disebut bertanggung jawab terhadap penurunan suplai air bersih pada seperempat dari total sungai yang diuji.

"Kita perlu mengubah sikap terhadap penggunaan air," kata Emma Howard Boyd, ketua Badan Lingkungan Inggris.

"Ini adalah hal paling mendasar yang diperlukan untuk memastikan lingkungan sehat, tetapi kita mengambil terlalu banyak, sehingga harus bekerja sama untuk mengelola sumber daya berharga ini secara lebih baik," lanjut Howard Boyd.