Sukses

Ini yang Akan Terjadi Jika Anda Sepenuhnya Berhenti Makan Telur

Liputan6.com, Jakarta - Tidak diragukan lagi bahwa telur memiliki banyak manfaat kesehatan seperti menopang berat badan, meningkatkan kesehatan mata, dan memberikan banyak nutrisi, seperti protein dan asam omega-3.

Namun, penelitian baru menunjukkan bahwa mungkin lebih baik untuk menggantinya dengan makanan lain yang mencakup jenis nutrisi yang sama yang dibutuhkan untuk tubuh Anda.

Namun, makan telur secara berlebihan juga bisa menjadi buruk bagi kesehatan Anda.

Dilansir dari laman Bright Side, Minggu (15/5/2022), berikut adalah sejumlah hal yang akan terjadi jika Anda sepenuhnya berhenti konsumsi telur: 

1. Telur saja bisa menyebabkan sembelit

Telur memiliki banyak protein, tetapi tidak memiliki serat, yang membantu pencernaan. Kurangnya serat menyebabkan sembelit, jadi jika Anda hanya makan telur, Anda mungkin mengalami pengalaman yang tidak nyaman dalam buang air. Itulah mengapa lebih baik mencampur telur dengan makanan berserat tinggi, seperti bayam dan tomat, jadi mungkin Anda harus makan telur dadar yang enak untuk sarapan.

2. Telur dapat menurunkan kemungkinan hidup lebih lama

Sebuah penelitian menemukan bahwa menghilangkan telur dari diet Anda sepenuhnya dapat membuat Anda hidup lebih lama, karena kuning telur memiliki kadar kolesterol tinggi. Pada usia berapa pun, jika Anda makan lebih banyak telur, Anda mungkin meningkatkan risiko ini — tetapi jika Anda makan kurang dari satu telur setiap minggu, Anda mungkin aman.

Namun, selalu ada solusi untuk menjaga pola makan yang sehat — Anda tetap bisa mendapatkan protein dengan mengganti kuning telur dengan makanan nabati, seperti ikan, kacang-kacangan, pasta, dan roti untuk meningkatkan peluang hidup lebih lama.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

3. Telur dapat menyebabkan jerawat

Jerawat disebabkan oleh tingginya kadar hormon progesteron, yang mengandung banyak telur. Secara alami, tubuh kita memproduksi hormon ini sendiri, tetapi dengan makan telur, kita hanya menambahkan hormon ekstra ke dalam tubuh kita.

Jadi jika Anda tiba-tiba melihat beberapa kulit berjerawat, maka Anda mungkin ingin memperhatikan seberapa sering Anda mengonsumsi telur. Namun, jika Anda makan telur secara teratur namun tidak melihat munculnya jerawat, itu mungkin karena Anda belum makan sebanyak itu.

4. Makan banyak telur dapat meningkatkan kemungkinan penyakit jantung

Umumnya, orang sehat dapat makan sekitar 7  butir telur per minggu tanpa menyakiti hati mereka, dan mengonsumsi telur sebanyak ini bahkan mungkin baik untuk mengurangi kemungkinan stroke atau memperbaiki penglihatan.

Namun, jika Anda menderita kondisi kesehatan, seperti diabetes, makan telur sebanyak ini dapat meningkatkan kemungkinan terkena penyakit jantung. Sebuah  penelitian bahkan menemukan bahwa pria yang makan lebih dari satu telur setiap hari memiliki risiko lebih besar terkena kondisi ini - jadi disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum melakukan perubahan apa pun pada diet Anda. 

3 dari 3 halaman

5. Telur bisa membuat Anda kembung

Telur bisa menjadi makanan sarapan yang enak bagi sebagian orang, tetapi tidak terlalu banyak jika Anda sensitif terhadap makanan tertentu atau memiliki intoleransi. Jika Anda bertanya-tanya mengapa Anda merasa kembung atau kembung setelah makan telur, ada baiknya Anda melakukan tes alergi sebelum melanjutkan konsumsi telur setiap pagi.

Intoleransi telur pada dasarnya berarti bahwa Anda tidak dapat mencerna elemen tertentu dalam telur dengan baik, dan Anda mungkin tidak memiliki enzim tertentu dalam tubuh Anda yang dapat memecahnya. Ini tidak hanya membuat Anda kembung, tetapi Anda juga bisa mengalami sakit perut, sakit kepala, dan ketegangan.