Sukses

4 Jasad Ditemukan Tewas di Perbatasan AS-Kanada, Salah Satunya Masih Bayi

Liputan6.com, Ottawa - Polisi di Kanada telah menemukan empat jasad, termasuk seorang bayi, di lapangan bersalju dekat perbatasan AS. Mereka ditemukan meninggal karena paparan yang sangat dingin, yang turun ke -35C diikuti dengan angin dingin, kata para pejabat.

Dikutip dari BBC, Jumat (21/1/2022), jasad seorang pria, seorang wanita, seorang remaja laki-laki dan seorang bayi ditemukan di dekat Emerson, Manitoba, pada hari Rabu.

Para pejabat AS mengatakan korban tewas diyakini sebagai keluarga dari India. Mereka diduga mencoba menyeberang ke Amerika Serikat.

Asisten Komisaris Manitoba Royal Canadian Mounted Police (RCMP) Jane MacLatchy berbagi penemuan jasad itu dengan wartawan dalam konferensi pers pada hari Kamis.

"Apa yang akan saya bagikan akan sulit didengar oleh banyak orang," katanya sambil menyebutnya sebagai "tragedi mutlak dan memilukan".

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Penyeberangan Ilegal

Sekitar 09:30 waktu setempat (15:30 GMT) pada hari Rabu, polisi Kanada diberitahu bahwa tim Pabean dan Patroli Perbatasan AS telah menangkap sekelompok orang yang telah menyeberang dari daerah tersebut, yang dikenal sebagai situs penyeberangan perbatasan ilegal.Seorang pejabat AS mengatakan kepada tim Kanada bahwa seorang pria ditemukan dengan barang-barang untuk bayi, tetapi tidak ada anak yang ditemukan bersamanya.

Pencarian diluncurkan di kedua sisi perbatasan AS-Kanada, dan kelompok itu ditemukan sekitar pukul 13:30 sekitar sembilan hingga 12 meter dari perbatasan AS. Kru yang menggunakan mobil salju dan kendaraan segala medan terus mencari di tengah salju yang dalam hingga Rabu malam.

MacLatchy mengatakan bahwa kelompok itu "sendirian di tengah badai salju" dan "tidak hanya menghadapi cuaca dingin tetapi juga ladang tanpa akhir, salju besar dan kegelapan total".

Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, pejabat federal AS di Minnesota mengumumkan tuduhan penyelundupan manusia terhadap warga Florida berusia 47 tahun Steve Shand. Shand ditemukan mengendarai mobil van 15 orang di daerah pedesaan di sepanjang perbatasan dengan kotak makanan dan air di bagasinya. 

Dua penumpang bersamanya ditemukan sebagai migran tidak berdokumen dari India, kata pejabat AS. 

Saat mereka diangkut ke stasiun patroli perbatasan, agen AS bertemu dengan sekelompok lima warga negara India yang mengatakan mereka telah berjalan selama 11 jam dan berharap dijemput oleh seseorang.

Salah satunya membawa tas ransel berisi pakaian anak, mainan, dan obat-obatan. Dia mengatakan bahwa dia membawanya untuk keluarga yang terdiri dari empat orang, tetapi mereka "telah berpisah di malam hari".

Berdasarkan deskripsi, jasad yang ditemukan di Kanada telah diidentifikasi sebagai keluarga dari India, kata pernyataan AS. Ia menambahkan bahwa dua migran India lainnya menderita luka serius dan dibawa ke rumah sakit.

3 dari 3 halaman

Infografis Waspada Kasus Varian Omicron di Jakarta Dekati Angka 1.000: