Sukses

4 Agenda Utama RI dalam Upaya Mencapai Visi Indonesia 2045

Liputan6.com, Jakarta Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan empat agenda Visi Indonesia 2045 dalam pembukaan The World Indonesianist Congress 2021.

Visi Indonesia 2045 atau Wawasan Indonesia 2045 adalah sebuah gagasan ideal bagi Indonesia untuk menjadi negara berdaulat, maju adil dan makmur pada dirgahayu keseratus yang jatuh pada tahun 2045.

"Ada empat agenda yang harus kita jaga untuk mencapai Visi Indonesia 2045. Pertama, meningkatkan ketahanan dan ketahanan kesehatan," ujar Menlu Retno Marsudi dalam sambutan secara virtual pada Rabu (1/12/2021).

"Pandemi telah memberikan pelajaran berharga bagi kita dan bahwa jaminan kesehatan adalah hal mendasar. Begitu ketahanan kesehatan kita runtuh, ekonomi global goyah. Oleh karena itu, keamanan dan ketahanan kesehatan yang kuat akan menjadi dasar untuk pemulihan ekonomi lebih lanjut dan mempertahankan kemakmuran," tambah Retno Marsudi.

Retno Marsudi turut menyampaikan adanya kapasitas industri kesehatan yang harus ditingkatkan guna meningkatkan kapasitas produksi dan distribusi.

"Dalam jangka panjang, arsitektur kesehatan global perlu diperkuat. Tidak hanya menjamin kecukupan perbekalan kesehatan, obat-obatan, atau vaksin untuk semua, tetapi juga, pada pembiayaan dan kapasitas untuk memberikan layanan itu sendiri."

"Penelitian dan pengembangan akan memainkan peran penting dalam hal ini. Indonesia akan mengambil agenda ini untuk memperkuat kesehatan global yang menjadi sebagai salah satu agenda utama selama kepresidenan G20 kami."

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Ekonomi Hijau

Agenda kedua yang disampaikan oleh Retno Marsudi adalah ekonomi hijau dan berkelanjutan. Terutama lantaran pandemi yang telah memberi kesempatan banyak pihak untuk bangkit kembali.

Oleh karena itu, ekonomi hijau diyakini sebagai masa depan ekonomi bagi banyak pihak di seluruh dunia.

"Agenda ketiga adalah transisi energi. Ekonomi hijau sangat terkait dengan energi transisi. Proyek prioritas telah ditetapkan. Mulai dari membangun tenaga surya tanaman, pasar karbon, mengembangkan kawasan industri hijau untuk rantai pasokan baterai serta industri kendaraan listrik."

"Namun, transisi ke energi baru dan terbarukan cukup mahal dan membutuhkan keahlian terlebih dahulu. Oleh karena itu, investasi dan alih teknologi yang ramah lingkungan terjangkau akan menjadi penting."

"Dalam COP26 bulan lalu, Presiden Joko Widodo telah menegaskan bahwa Indonesia bersama dengan negara berkembang lainnya siap untuk mencapai tujuan bersih-nol emisi. Tapi dengan dukungan internasional kita bisa mencapai target lebih cepat."

Agenda keempat adalah transisi digital. Retno Marsudi menyebut ekonomi digital akan menjadi motor untuk mencapai Visi Indonesia 2045.

"Menjadi salah satu yang paling cepat berkembang di Asia Tenggara, digital ekonomi kami menggabungkan lebih dari 2.300 perusahaan rintisan terbesar kelima di dunia, dengan 10 unicorn dan 1 decacorn."

"Dalam hal ini, McKinsey memperkirakan bahwa setidaknya 10 unicorn lagi akan muncul di Indonesia dalam dekade berikutnya."

Akses digital disebut Retno Marsudi juga akan mendorong inklusivitas ekonomi. Membantu mengurangi kesenjangan kesejahteraan.

3 dari 3 halaman

Infografis Omicron Menyebar dari Afrika Selatan