Sukses

Seperti Corona COVID-19, 8 Virus Ini Juga Dianggap Paling Berbahaya di Dunia

, Jakarta - Ilmuwan sudah berhasil temukan vaksin untuk sejumlah virus, kendati demikian beberapa di antaranya tetap menjadi ancaman.

Pada dasarnya, virus tetap jadi ancaman kesehatan bagi manusia.

Berikut ini 8 virus yang paling berbahaya menurut versi DW Indonesia, yang dikutip Selasa (17/8/2021:

1. Corona SARS-CoV-2

Ilustrasi Covid-19, virus corona. Kredit: Miroslava Chrienova via Pixabay

Virus Corona COVID-19 SARS-CoV-2 yang memicu pandemi COVID-19 tiba-tiba muncul di Kota Wuhan, China pada akhir tahun 2019. Ketika itu ratusan orang diserang penyakit misterius mirip pneumonia dengan angka fatalitas sangat tinggi.

Virus Corona COVID-19 menyebar cepat ke seluruh dunia, menjadi pandemi yang mematikan. Hingga akhir Juli 2021, sedikitnya 205 juta orang terinfeksi dan 4,32 juta meninggal akibat COVID-19.

2. Marburg

marburg thumbnail

Virus paling berbahaya adalah virus Marburg. Namanya berasal dari kota kecil di sungai Lahn yang tidak ada hubungannya dengan penyakit tersebut. Virus Marburg adalah virus yang menyebabkan demam berdarah. Seperti Ebola, virus Marburg menyerang membran mukosa, kulit dan organ tubuh. Tingkat fatalitas mencapai 90 persen.

3. Ebola

Ilustrasi Virus Ebola (Liputan6.com/Sangaji)

Ada lima jenis virus Ebola, yakni: Zaire, Sudan, Tai Forest, Bundibugyo dan Reston.

Virus Ebola Zaire adalah yang paling mematikan. Angka mortalitasnya 90%. Inilah jenis yang pernah menyebar antara lain di Guinea, Sierra Leone dan Liberia.

Menurut ilmuwan kemungkinan kalong menjadi hewan yang menyebarkan virus ebola zaire ke kota-kota.

2 dari 2 halaman

4. HIV

Virus ini adalah salah satu yang paling mematikan di jaman modern.

Sejak pertama kali dikenali tahun 1980-an, lebih dari 35 juta orang meninggal karena terinfeksi virus ini. HIV menyerang sistem kekebalan tubuh, dan melemahkan pertahanan terhadap infeksi dan sejumlah tipe kanker.

5. Dengue

Petugas melakukan pengasapan atau fogging untuk membasmi nyamuk demam berdarah dengue (DBD) di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2019). Fogging dilakukan untuk mengantisipasi perkembangbiakan nyamuk DBD. (Liputan6.com/JohanTallo)

Demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue. Ada beberapa jenis nyamuk yang menularkan virus tersebut.

Demam dengue dapat membahayakan nyawa penderita. Antara lain lewat pendarahan, kebocoran pembuluh darah dan tekanan darah rendah. Dua milyar orang tinggal di kawasan yang terancam oleh demam dengue, termasuk di Indonesia.

6. Hanta

Ilustrasi virus hanta. (Source:AP)

Virus ini bisa diitemukan pada hewan pengerat seperti tikus.

Manusia dapat tertular bila melakukan kontak dengan hewan dan kotorannya. Hanta berasal dari nama sungai dimana tentara AS diduga pertama kali terinfeksi virus tersebut saat Perang Korea tahun 1950. Gejalanya termasuk penyakit paru-paru, demam dan gagal ginjal.

7. H5N1

Ilustrasi Pemeriksaan Laboratorium Credit: pexels.com/cottonbro

Berbagai kasus flu burung menyebabkan panik global. Tidak heran tingkat kematiannya mencapai 70 persen. Tapi sebenarnya, resiko tertular H5N1 cukup rendah.

Manusia hanya bisa terinfeksi melalui kontak langsung dengan unggas. Ini penyebab mengapa kebanyakan korban ditemukan di Asia, di mana warga biasa tinggal dekat dengan ayam atau burung.

8. Lassa

ilustrasi deteksi virus | pexels.com/@shvetsa

Seorang perawat di Nigeria adalah orang pertama yang terinfeksi virus Lassa.

Virus ini dibawa oleh hewan pengerat. Kasusnya bisa menjadi endemis, yang artinya virus muncul di wilayah khusus, bagian barat Afrika, dan dapat kembali mewabah di sana setiap saat. Ilmuwan memperkirakan 15 persen hewan pengerat di daerah Afrika barat menjadi pembawa virus tersebut.