Sukses

Amerika Serikat Perluas Program Pengungsi Bagi Warga Afghanistan

Liputan6.com, Kabul - Pemerintahan Joe Biden pada Senin (2/8) memperluas upayanya untuk mengevakuasi warga Afghanistan yang berisiko menghadapi kekerasan Taliban.

Kekerasan ini terus meningkat menjelang penarikan militer AS pada akhir bulan, demikian dikutip dari laman AP News, Selasa (3/8/2021).

Departemen Luar Negeri mengatakan, pihaknya memperluas cakupan warga Afghanistan yang memenuhi syarat untuk status pengungsi di Amerika Serikat.

Departemen Luar Negeri mengatakan, langkah menyebabkan ada "ribuan" warga Afghanistan dan keluarga dekat mereka akan memiliki kesempatan untuk dimukimkan kembali secara permanen di AS sebagai pengungsi.

"Tujuan AS yaitu agar terciptanya Afghanistan yang damai dan aman," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Namun, mengingat meningkatnya tingkat kekerasan Taliban, pemerintah AS bekerja untuk memberikannya kepada warga Afghanistan tertentu, termasuk mereka yang bekerja dengan Amerika Serikat, kesempatan untuk bermukim terbuka luas."

Kategori "Prioritas 2" untuk warga Afghanistan dalam Program Penerimaan Pengungsi AS ditujukan bagi warga Afghanistan dan keluarga dekat mereka yang “mungkin berisiko terancam karena afiliasi AS”.

Tetapi mereka tidak dapat memperoleh Visa Imigran Khusus karena mereka tak bekerja secara langsung untuk pemerintah AS.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Harus Memenuhi Sejumlah Syarat

Agar memenuhi syarat untuk kategori Prioritas 2, warga Afghanistan harus dinominasikan oleh lembaga pemerintah AS atau oleh pegawai sipil AS paling senior dari outlet media atau organisasi non-pemerintah yang berbasis di AS.

Kelompok pertama pemohon Visa Imigran Khusus Afghanistan telah lolos pemeriksaan keamanan saat tiba di AS pada Jumat lalu.

Kelompok berjumlah 221 orang itu termasuk di antara 2.500 orang yang akan dibawa ke AS dalam beberapa hari mendatang.

4.000 pelamar SIV lainnya, ditambah keluarga mereka, yang belum lolos pemeriksaan keamanan diharapkan akan dipindahkan ke negara ketiga sebelum selesainya penarikan militer AS.

Sekitar 20.000 warga Afghanistan telah menyatakan minatnya pada program tersebut.