Sukses

Pendukung Donald Trump Bunuh Diri Usai Ikut Kerusuhan Capitol Hill

Liputan6.com, Alpharetta - Pendukung Donald Trump bernama Christopher Stanton Goergia (53) ditemukan tewas bunuh diri di rumahnya dengan luka tembak di dada. Ia diketahui hadir di kerusuhan Capitol Hill.

Menurut laporan The Sun, Kamis (14/1/2021), istri dari korban menelopon polisi pada Sabtu (9/1) dengan keadaan panik. Ia tewas di rumahnya di Alpharetta, Georgia.

Fulton County Medical Examiner menyebut kematian Georgia akibat bunuh diri. Aparat menemukan dua semi-automatic SKS rifle di rumah Georgia. Dua senjata itu disita polisi.

Keluarga korban disebut sangat terguncang oleh kejadian tersebut.

Georgia telah diketahui polisi karena berusaha menerobos Capitol melawan kepolisian. Ia juga melanggar jam malam meski sudah disuruh polisi pergi.

Ia lantas terancam hukuman penjara maksimal 180 hari dan/atau dengan US$ 1.000. Kematian Georgia menambah daftar korban tewas akibat kerusuhan Capitol Hill dari kalangan pendukung Trump, selain itu dua orang polisi juga kehilangan nyawa.

2 dari 5 halaman

Donald Trump Minta Damai Usai Kerusuhan Capitol Hill

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump muncul di Texas setelah kerusuhan Capitol Hill pada 6 Januari 2021. Donald Trump membela diri atas kerusuhan yang terjadi, meminta damai, serta mengecam langkah pemakzulan.

Menurut Donald Trump, proses pemakzulan dapat merusak perdamaian yang terjadi. Ia juga meminta pendukungnya menghormati penegak hukum. 

"Ini adalah waktunya untuk perdamaian dan ketenangan," ujar Donald Trump pada Selasa waktu setempat, seperti dilaporkan AP News, Rabu 13 Januari 2021.

Trump juga membantah retorikanya dianggap menyulut kerusuhan. Ia mengklaim semua orang menyebut ucapannya sangatlah pantas.

Lebih lanjut, Trump membandingkan kerusuhan Capitol Hill dengan demo Black Lives Matter yang lebih besar pada tahun lalu serta menyebabkan kekerasan di Seattle dan Portland. Axios melaporkan kerugian materil dari demo tersebut menembus US$ 1 miliar.

Terkait masalah pemakzulan, Donald Trump berkata langkah dari Partai Demokrat bisa menyebabkan rasa sakit dan perpecahan yang besar.

"Hal itu menyebabkan kemarahan besar dan perpecahan dan rasa sakit yang lebih besar dari yang kebanyakan orang akan pahami, hal itu sangat berbahaya bagi AS, terutama pada waktu yang rentan ini," ujar Donald Trump.

3 dari 5 halaman

Bendera Setengah Tiang

Sebelumnya, Trump memerintahkan agar gedung-gedung pemerintah AS mengibarkan bendera setengah tiang untuk menghormati dua polisi yang meninggal di kerusuhan Capitol Hill. 

Pengibaran bendera setengah tiang itu berlaku di seluruh gedung pemerintah di Amerika Serikat hingga matahari terbenam pada 13 Januari 2021.

Kebijakan tersebut juga berlaku bagi gedung pemerintah AS di luar negeri.

"Saya juga mengarahkan agar bendera dikibarkan setengah tiang untuk semua kedutaan besar, legation, kantor konsuler, dan fasilitas-fasilitas lainnya di luar negeri, termasuk semua fasilitas militer dan kapal angkatan laut dan stasiun-stasiun," ujar Trump dalam pernyataan di situs Gedung Putih, dikutip Senin, 11 Januari 2021.

Para pendemo di Capitol Hill adalah pendukung Presiden Donald Trump yang kecewa pada hasil pilpres AS 2020. Mereka meminta keputusan kemenangan Joe Biden di Capitol Hill supaya dihentikan.

Sejumlah pendemo bahkan berhasil masuk ke dalam gedung Capitol Hill sehingga keputusan kemenangan Joe Biden dan Kamala Harris sempat ditunda beberapa jam.

4 dari 5 halaman

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tldigital.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: