Sukses

6 Gempa Bumi Besar Dunia yang Terjadi Awal 2019

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki tahun 2019, gempa bumi berkekuatan di atas magnitudo 6,0 mengguncang beberapa wilayah di dunia. Salah satunya di Kepualuan Fiji.

Gempa berkekuatan magnitudo 6,2 menyentak 260 km sebelah tenggara Lambasa. Lindu ini terdeteksi pada Minggu, pukul 08.12.25 waktu setempat, kata Survei Geologi AS.

Episentrum, dengan kedalaman 567,38 km, pada awalnya ditentukan berada berada di 17,8313 derajat Lintang Selatan dan 178,662 derajat Bujur Barat.

Tidak ada laporan kerusakan atau dampak lanjutan dari gempa tersebut. Otoritas setempat juga tidak mengeluarkan peringatan dini tsunami.

Sementara itu, gempa bumi magnitudo 6,0 hingga 6,9 disebut oleh USGS dapat menyebabkan banyak kerusakan di daerah yang sangat padat penduduk.

Diperkirakan 135 gempa terjadi setiap tahun di dunia ini. Dalam 24 jam terakhir, ada satu gempa. Dalam 10 hari terakhir, ada satu gempa. Dalam 30 hari terakhir, ada sembilan gempa. Dalam 365 hari terakhir, ada 512 gempa berkekuatan 3,0 skala Richter (SR) atau lebih.

Berikut 5 gempa bumi lainnya yang menggoyang beberapa negara di dunia pada Januari hingga Mei 2019, seperti dirangkum oleh Liputan6.com pada Jumat (17/5/2019).

2 dari 6 halaman

1. Papua Nugini

Gempa bumi magnitudo 7,7 dilaporkan mengguncang Papua Nugini pada Selasa, 14 Mei 2019. Lokasi gempa dikabarkan berada 29 kilometer dari Kokopo. Menurut keterangan pihak berwenang, gempa bumi kali ini memicu potensi tsunami.

Tidak ada laporan korban jiwa maupun cedera. Begitupun dengan kerusakan bangunan akibat lindu.

Sebelumnya, gempa bumi magnitudo 6,1 menggoyang negara tersebut pada Sabtu, 30 Maret 2019, pukul 11.30 GMT atau pukul 18.30 WIB.

"Gempa bumi mengguncang Pulau New Britain di Papua Nugini, 300 kilometer di sebelah timur Kandrian pada kedalaman 33 km hari Sabtu," demikian menurut keterangan dari Pacific Tsunami Warning Centre atau Pusat Peringatan Tsunami Pasifik.

Xinhua News mewartakan, gempa melanda Kimbe di Papua Nugini timur. Dengan episentrum di kedalaman 57,21 km. Tercatat pada awalnya 5,674 derajat lintang selatan dan 151,0907 derajat bujur timur.

Menurut akun Earthquake Watch Aus di Twitter, gempa bumi di Papua Nugini itu berpotensi mempengaruhi 120.000 orang dalam jarak 100 km.

3 dari 6 halaman

2. Filipina

Delapan orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa bumi bermagnitudo 6,3 yang melanda Gutad, Filipina tengah pada Senin, 22 April 2019.

Menurut data dari Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), lindu tersebut terjadi pada pukul 17.11 waktu lokal atau 16.11 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Sejumlah fasilitas umum seperti bandara mengalami gangguan. Pihak berwenang sebelumnya khawatir bahwa lusinan orang masih terperangkap di bawah bangunan yang runtuh di provinsi Pampanga.

Provinsi Pampange -- yang terletak di barat laut ibukota, Manila, Filipina -- diyakini sebagai daerah yang paling parah dilanda gempa bumi.

"Mereka menangis akibat kesakitan. Terperangkap di bawah reruntuhan bangunan," ujar Lilia Pineda, Gubernur provinsi itu.

Pineda mengatakan kepada televisi ABS-CBN bahwa tiga jenazah pertama, usai gempa reda, ditarik keluar dari reruntuhan sebuah bangunan, sementara seorang wanita dan cucunya ditemukan tewas di kota Lubao.

"Dua puluh orang sudah diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit," ujar Pineda.

Gempa itu terasa hingga Manila, di mana gedung pencakar langit terlihat bergoyang selama beberapa menit di kawasan bisnis.

4 dari 6 halaman

3. Jepang

Gempa bumi bermagnitudo 6,2 mengguncang wilayah Semenanjung Nemuro yang membentang di pantai timur Hokkaido Jepang pada Sabtu 2 Maret 2019. Lindu dilaporkan terjadi pukul 12.23 waktu setempat atau 10.23 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Japan Meteorological Agency melaporkan bahwa titik pusat gempa bumi berada pada kedalaman 10 kilometer.

Menurut informasi yang diakses dari situs pemerintah jma.go.jp, gempa bumi tidak menimbulkan risiko tsunami. Tidak ada laporan korban jiwa terkait gempa bumi tersebut.

5 dari 6 halaman

4. Peru

Gempa bumi magnitudo 7,1 mengguncang Peru bagian selatan, 67 kilometer sebelah utara-barat laut Juliaca di kedalaman 258 kilometer, pada 1 Maret 2019. Hal itu dilaporkan oleh Badan Geologi Amerika Serikat, United States Geological Survey (USGS).

Gempa itu terekam pada pukul 04.50 waktu setempat dan dapat dirasakan hingga di negara tetangga. Sejumlah negara yang dimaksud adalah Brasil, Chile, dan Bolivia.

Otoritas langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami. Sejumlah aksi tanggap darurat juga dilakukan untuk meminimalisasi dampak gempa dan gempa susulan.

Namun alarm tsunami dicabut beberapa jam setelah dipastikan tak ada gempa susulan. Tak ada laporan terkait jumlah korban dan kerusakan yang timbul akibat bencana ini.

6 dari 6 halaman

5. Sulawesi Tengah

Badan Survei Geologi Amerika Serikat atau United States Geological Survey (USGS) mencatat gempa dengan magnitudo 6,8 mengguncang wilayah Luwuk, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Jumat, 12 April 2019.

Menurut catatan dari USGS, gempa berpusat 102 kilometer dari Luwuk di kedalaman 17,5 kilometer. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung mengeluarkan peringatan dini terjadinya tsunami.

"Peringatan dini tsunami di Sulteng," tulis BMKG dalam keterangan yang diterima Liputan6.com.

BMKG menjelaskan, peringatan dini tsunami itu dikeluarkan usai gempa bermagnitudo 6,9 mengguncang Sulteng pada pukul 18.40 WIB. Titik koordinat gempa berada di 1,90 Lintang Selatan, 122,54 Bujur Timur.

BMKG mencatat, gempa terjadi di kedalaman 10 kilometer.

Loading
Artikel Selanjutnya
Gempa Hari Ini Goyang Bitung dan Kabupaten Banggai
Artikel Selanjutnya
73 Gempa Melanda Yellowstone National Park dalam 28 Hari, Tanda Erupsi?