Sukses

Wanita dengan Empat Anak Berpotensi Bebas Pajak di Hongaria, Ini Alasannya

Liputan6.com, Budapest - Perdana Menteri Hongaria berhaluan populis, Viktor Orbán, berjanji membebaskan pajak penghasilan kepada penduduk wanita yang memiliki empat anak atau lebih.

Kebijakan itu dilakukan dalam suatu langkah yang bertujuan meningkatkan populasi penduduk di Hongaria, demikian sebagaimana dikutip dari The Guardian pada Senin (11/2/2019).

Orbán, yang dalam beberapa tahun terakhir dikenal sangat menentang imigrasi di Eropa, mengatakan bahwa memberi kesempatan keluarga Hongaria beranak pinak banyak adalah hal yang lebih baik daripada membiarkan masuknya imigran dari negara-negara muslim.

"Di seluruh Eropa, semakin sedikit anak kecil, dan pihak Barat cenderung menginginkan cara instan, dengan membuka pintu kedatangan terhadap arus migrasi," kata Orbán dalam pidato kenegaraan tahunannya, Minggu, 10 Februari 2019.

"Mereka ingin banyak imigran masuk untuk mengisi kekosongan populasi anak-anak. Kami orang Hongaria memiliki cara berpikir yang berbeda. Alih-alih hanya angka, kami menginginkan anak-anak Hongaria. Migrasi bagi kami adalah tanda menyerah," ujarnya berapi-api.

Partai Fidesz, partai yang menaungi Orbán, kembali memenangi pemilu untuk ketiga kalinya tahun lalu, yang utamanya didukung oleh kebijakan anti-migrasi. Perdana menteri Hongaria, bahkan hampir tidak pernah absen dalam menyelipkan pesan kontra imigrasi di setiap pidatonya.

Dia juga menyuarakan harapan bahwa setelah pemilu pada bulan Mei, semua lembaga Eropa akan dikendalikan oleh "pasukan anti-migrasi".

Lebih dari itu, Orbán turut berulang kali menuding investor sekaligus filantropi AS kelahiran Hongaria, George Soros, tengah berbagi peran dengan pihak-pihak yang "menghancurkan Eropa" dengan mempromosikan migrasi massal.

 

Simak video pilihan berikut: 

 

2 dari 2 halaman

Akibat Penurunan Demografis

Penurunan demografis merupakan masalah di banyak masyarakat di Eropa Tengah dan Timur. Jutaan orang meninggalkan negara-negara, seperti Hongaria, Polandia, Rumania, dan Bulgaria pada tahun-tahun setelah aksesi mereka ke Uni Eropa.

Masalah tersebut, dikombinasikan dengan tingkat kelahiran yang rendah, telah berkontribusi terhadap penyusutan populasi, dan memicu kekhawatiran masyarakat yang sekarat di seluruh wilayah terkait.

Alih-alih mencari migrasi untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja dan penurunan populasi, pemerintah populis Hongaria telah menolak opsi tersebut.

Orbán membangun tembok di sepanjang perbatasan selatan negara itu untuk mencegah akses imigran selama krisis pengungsi 2015.

Selain itu, media yang dikendalikan pemerintah sering menghubungkan migrasi dengan penurunan moral dan terorisme di Eropa Barat.

Sementara itu, untuk masa jabatannya sekarang, Orbán menyatakan fokus terhadap situasi demografis. Dia meluncurkan program "konsultasi publik" pada tahun lalu, dengan mengirimkan kuesioner berisi sejumlah pertanyaan utama tentang migrasi, dan kebijakan keluarga untuk setiap rumah tangga Hongaria.

Dalam pidato hari Minggu, Orbán juga menjanjikan persyaratan hipotek yang menguntungkan untuk keluarga dengan banyak anak, termasuk dukungan dalam membeli mobil, serta meningkatkan pendanaan terhadap operasional pusat penitipan anak dan taman kanak-kanak.

PRABOWO SEBUT PERUSAHAAN PERUSAK LINGKUNGAN RAMAI DI ERA JOKOWI

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Dinilai Serupa Perbudakan, Puluhan Ribu Warga Hongaria Tolak Aturan Buruh Terbaru