Sukses

Mike Pompeo: AS Siap Bertemu Korea Utara Lagi Awal Tahun Depan

Liputan6.com, Washington DC - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengatakan pada Rabu 31 Oktober 2018 waktu setempat bahwa Washington berharap KTT kedua antara Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un akan berlangsung awal tahun depan.

"Kami berharap dapat membuat terobosan substansial dalam menindaklanjuti ancaman nuklir dari Korea Utara," jelas Pompeo di Gedung Putih.

Washington telah menuntut langkah-langkah seperti pengungkapan penuh fasilitas nuklir dan rudal milik Korea Utara, sebelum menyetujui berbagai tujuan utama Pyongyang, termasuk pencabutan sanksi internasional.

"Ada banyak pekerjaan yang tersisa, dan perwakilan Ketua Kim telah menjelaskan kepada saya, bahwa ia memiliki niat untuk denuklirisasi dan kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk membantunya melanjutkan komitmen itu," lanjut Pompeo, sebagaimana dikutip dari Asia One pada Kamis (1/11/2018).

Pompeo tidak menyebutkan nama rekannya dari Korea Utara, tetapi Kim Yong-chol, seorang pembantu dekat Kim Jong-un, disebut telah memimpin sesi negosiasi dengan Menlu AS.

Kementerian Luar Negeri AS menolak memberikan rincian lebih lanjut, tetapi pertemuan itu diperkirakan akan berlangsung di New York.

Di lain pihak, Kim Jong-un disebut masih terus mengecam sanksi terhadap Korea Utara, yang dinilainya kejam dan mengecewakan, serta di luar semangat pembicaraan damai dengan Donald Trump, pasca-pertemuan bersejarah di Singapura pada 12 Juni lalu.

Kim juga menyuarakan beberapa kritiknya --namun tumpul-- tentang sanksi yang membatasi arus barang dan modal ke Korea Utara, saat mengunjungi sebuah situs konstruksi di kota pesisir timur laut Wonsan, lapor kantor berita pemerintah setempat.

Sanksi pembatasan akses perdagangan dan perjalanan telah menempatkan upaya Korea Utara dalam mengembangkan daerah tersebut, berada dalam "situasi yang sulit dan tegang".

 

Simak video pilihan berikut: 

 

2 dari 2 halaman

Janji Beri Izin Pemeriksaan Internasional

Sementara itu, Donald Trump yang berjanji akan menjalin kembali hubungan baik dengan Korea Utara, dikabarkan tetap bersikeras mempertahankan embargo ekonomi internasional terhadap negara itu.

Pompeo mengatakan dalam wawancaranya pada hari Rabu, bahwa Kim Jong-un telah berkomitmen untuk mengizinkan penyelidikan AS di dua situs "nuklir penting", ketika keduanya bertemu di Pyongyang bulan ini.

"Kami berharap bisa menyelidiki hingga ke bagian terdalam di seluruh lokasi nuklir pentinya," kata Pompeo tanpa merinci situs-situs yang dimaksud.

Di sisi lain, agen mata-mata Korea Selatan telah mengamati persiapan Korea Utara untuk menghadapi inspeksi internasional di beberapa situs uji coba nuklir dan rudal, kantor berita Yonhap mengatakan pada hari Rabu.

Korea Utara telah menghentikan uji coba nuklir dan rudal pada tahun lalu. Namun, hal itu tidak disertai dengan pemberian izin inspeksi terhadap pembongkaran situs nuklir Punggye-ri pada bulan Mei, di mana memicu tudingan bahwa ada rekaan dalam tindakan tersebut.

Pada bulan September, Kim Jong-un juga berjanji pada pertemuan puncak dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, untuk menutup Sohae dan memungkinkan para ahli mengamati pembongkaran tempat pengujian mesin rudal dan landasan peluncuran tersebut.

Loading
Artikel Selanjutnya
9-10-2006: Korea Utara Klaim Uji Coba Nuklir Perdana
Artikel Selanjutnya
Sah Bertugas, Dubes RI Kejar Peningkatan Kerja Sama dengan Korea Utara