Gereja Katolik Jerman Bantah Skandal Buku Porno

Perusahaan penerbitan besar yang dimiliki Uskup Katolik Jerman sedang mempertimbangkan untuk menggugat "pemfitnah" yang menuduhnya meraup keuntungan dari buku porno. "WELTBILD tidak menawarkan pornografi dan belum pernah melakukannya sebelumnya."

Diterbitkan 15 November 2011, 17:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Berlin: Dalam pernyataan resmi, Selasa (14/11), perusahaan penerbitan besar Jerman yang dimiliki oleh Uskup Katolik Jerman mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan untuk menggugat "pemfitnah" yang menuduhnya meraup keuntungan dari buku porno. Mereka juga mengklaim buku-buku erotis yang dijual di situs resminya itu tidak memenuhi definisi hukum pornografi.

Akhir Oktober lalu, media sekuler Jerman Die Welt melaporkan bahwa perusahaan bernama Weltbild, yang 100 persen dari sahamnya dipegang oleh Keuskupan Jerman dan persatuan uskup, menjual sekitar 2.500 judul buku porno. Harian itu juga melaporkan, para uskup telah mengabaikan permintaan dari umat Katolik setia yang telah mencoba untuk meminta masalah ini dikoreksi secara internal selama satu dekade.

Setelah publikasi di media Jerman itu, situs LifeSiteNews juga memverifikasi bahwa memang ada ratusan gambar-gambar porno yang kebanyakan berupa buku di situs tersebut. Beberapa buku menampilkan ketelanjangan frontal dan foto eksplisit khas sampul majalah porno seperti Playboy. Sebagai contoh, satu judul buku yang dilihat oleh LifeSiteNews menggambarkan foto seorang perempuan yang bugil dari leher ke lutut.

Weltbild juga dilaporkan menjual DVD yang dianggap porno oleh standar umat Kristen normal, tetapi hal itu diklaim tidak memenuhi definisi hukum dari pornografi hard-core di Jerman. Dikarenakan berita tersebut heboh di media Jerman, perusahaan penerbitan itu akhirnya menghapus halaman dari situs yang dianggap ofensif dan menonaktifkan fitur mesin pencari yang digunakan untuk pencarian di situs tersebut dengan menggunakan kata-kata seperti 'erotis'.

"Hal ini perlu dicatat bahwa "pornografi" adalah istilah hukum yang jelas," kata Weltbild dalam siaran persnya. "WELTBILD tidak menawarkan pornografi dan belum pernah melakukannya sebelumnya."

Dalam pernyataan tertulisnya itu, Weltbild juga mempertanyakan klaim keuntungan hingga miliaran euro yang ditulis Die Welt.  Weltbild mengatakan bahwa hanya mendapatkan keuntungan sekitar 0,02 persen dari omzet tahunan yang berasal dari buku-buku erotis itu dan dengan demikian, headline seperti bertajuk "Gereja Katolik membuat keberuntungan dengan porno" itu tidaklah benar dan hanya fitnah.

Saat ini, tulis Weltbild, perusahaan masih terus melakukan penyisiran materi terlarang dari sekitar 775 ribu buku yang telah disebarkan. Langkah yang sama akan dilakukan untuk 100 ribu buku yang diterbitkan setiap tahunnya.(EPN)



Catatan Redaksi:

Penyelesaian Masalah Berita Liputan6.com yang Diadukan ke Dewan Pers


Terkait pengaduan masyarakat kepada Dewan Pers atas berita berjudul "Gereja Katolik Jerman Terlibat Skandal Buku Porno" mengutip berita Harian Jerman Die Welt, yang dimuat Portal Berita Liputan6.com pada 30 Oktober 2011, Redaksi Liputan6.com telah berkomunikasi dengan Dewan Pers, Selasa, 15 November 2011.


Dewan Pers menilai berita tersebut mengandung kelemahan: karena tidak memuat konfirmasi dari semua sumber kunci sehingga muncul problem akurasi berita dan kurang sensitif terhadap persoalan SARA. Liputan6.com menerima penilaian Dewan Pers tersebut, dan meminta maaf kepada pembaca atas pemuatan berita tersebut.


Melalui berita berjudul "Gereja Katolik Jerman Bantah Skandal Buku Porno" ini, Liputan6.com melakukan koreksi berdasarkan bantahan dari penerbit Weltbild.


Dengan permintaan maaf ini, Dewan Pers menganggap masalah telah diselesaikan dan liputan6.com tidak bertanggung jawab atas munculnya perdebatan atas berita itu di media lain.

 
* Liputan6.com