Sukses

Sebelum Resmi 'Melepas' Para Perempuan di Jalan, Arab Saudi Ingatkan soal Ini

Liputan6.com, Riyadh - Perempuan di Arab Saudi tengah menantikan pencabutan larangan mengemudi yang akan diresmikan pada 24 Juni 2018. Dalam hitungan kurang dari tiga hari ini, kaum Hawa akan terlihat di jalan-jalan raya dengan mengemudikan sendiri mobilnya.

Menyambut momen bersejarah iitu, Arab Saudi meluncurkan kampanye tiga hari: "place your trust in God and drive", demikian seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat (22/6/2018). Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang teknik mengemudi dan peraturan keselamatan kepada seluruh pengemudi perempuan.

Dalam sebuah pernyataan di Twitter, kementerian informasi mengumumkan bahwa kegiatan mengedukasi itu akan diadakan di empat kota besar, yakni Riyadh, Dammam, Jeddah, dan Tabuk selama tiga hari, dengan maksud "memperkenalkan perempuan pada peraturan keselamatan jalan dan membantu memecahkan penghalang rasa takut".

Kegiatan tersebut akan melibatkan simulator elektronik, pusat pembelajaran dan kompetisi untuk membantu "membiasakan perempuan dengan teknik menggunakan mobil".

Kementerian berharap, acara itu dapat membantu menanamkan prinsip "utamakan keselamatan" dan "pentingnya menggunakan sabuk pengaman".

Selain itu, kampanye tersebut juga bertujuan untuk mengajarkan wanita cara parkir. Di media sosial, seorang warganet bahkan membagikan foto tempat parkir khusus wanita yang tersebar di kerajaan konservatif ini.

Dia pun membagikan kiat untuk pengemudi wanita, termasuk saran agar terhindar dari kecelakaan atau agar tidak membahayakan pejalan kaki dan pengemudi lainnya.

Kebijakan yang mengizinkan perempuan di Arab Saudi untuk menyetir kendaraannya sendiri diumumkan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman pada tahun lalu, yang merupakan bagian dari rencananya untuk mereformasi kerajaan.

Ayahnya, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, sebelumnya telah menandatangani keputusan kerajaan pada September 2017 yang menyatakan bahwa perempuan akan diizinkan untuk mengemudi "sesuai dengan hukum Islam".

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

Dibayangi Ketakutan dan Skeptis

Beragam sentimen mewarnai media sosial menjelang pencabutan larangan tersebut. Di satu sisi, banyak pria dan wanita Saudi antusias dengan langkah itu, namun di sisi lain tak sedikit pula yang khawatir tentang dampaknya.

"Sejujurnya saya sempat berpikir bahwa masyarakat belum siap untuk keputusan ini. Orang-orang masih khawatir tentang kecerobohan pengemudi laki-laki. Apa yang akan terjadi ketika wanita mulai mengemudi," kata seorang wanita Saudi 28 tahun, yang tidak ingin disebutkan namanya.

Sementara itu, Omar, seorang pengusaha di Jeddah, setuju bahwa "orang-orang takut akan potensi pelecehan apabila ibu atau saudara perempuan mereka mengemudi", tapi ia yakin kebijakan tersebut merupakan langkah ke arah yang benar.

"Ibu dan saudara perempuan saya telah memiliki SIM, tetapi para pengendara di Arab Saudi sedikit liar. Terlebih ada wanita, jadi agak sedikit mengkhawatirkan, terutama untuk beberapa bulan pertama," katanya.

Awal bulan ini, Arab Saudi mulai mengeluarkan surat izin mengemudi untuk wanita, dengan sepuluh wanita Saudi menukar lisensi asing mereka dengan lisensi nasional di General Department of Traffic. Kementerian informasi mengatakan pada saat itu: sekitar 2.000 SIM akan dikeluarkan dalam beberapa minggu mendatang.

 

Live Streaming EMTEK GOES TO CAMPUS 2018 di Surabaya

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Arab Saudi Pamerkan Koleksi Senjata Pemberontak Houthi, Produksi Iran?
Artikel Selanjutnya
Kecelakaan Maut Merenggut Nyawa Tiga WNI Jemaah Umrah di Madinah